12. With You
"Maaf, karena masih belum bisa mencintaimu..."
~ Raka
_______________________
"Yang ini?"
"Bukan, yang kanan."
"Warna biru atau hitam?"
"Gak jadi deh, yang kanan aja."
"Iya, warna apa?"
"Gak jadi pakai semua deh."
Raka menghela nafas lelah. Sudah hampir satu jam ia sabar menghadapi Mira yang minta ini itu tapi berujung tidak jadi juga. Seperti baru saja ini, Mira memintanya untuk memilihkan celana kulot yang akan dipakai oleh gadis itu, tapi dengan gampangnya Mira berkata, 'gak jadi pakai semua deh..'
Ingin rasanya ia menjual istrinya itu olshop, tapi masih sayang nyawa. Bisa-bisa Andy menghajarnya habis-habisan, seperti beberapa hari yang lalu saat Mira masuk ke Rumah Sakit.
"Kalau gitu ngapain minta tolong sama saya?"
"Oh...gak ikhlas dimintai tolong? Oke, gue laporin ke Papa Andy."
"ALLAHU AKBAR! Iya-iya, saya ikhlas!"
Raka mengatur nafasnya guna mengontrol emosi yang rasanya ingin meledak seketika. Ia tak menyangka berdebat dengan perempuan membutuhkan batin dan kesabaran ekstra.
"Ini jadi joging, gak?"
"Jadilah!" jawab Mira sewot.
Enak saja rencana yang kemarin ia susun tidak terlaksana. 'Kan buang-buang tenaga karena harus berpikir.
"Yaudah, ayo!"
"Bentar."
Mira kembali bercermin dan menata penampilannya. Ia harus terlihat memukau agar santriwati atau perempuan lain yang melirik Raka langsung merasa minder karena saingan mereka adalah gadis secantik dirinya.
Raka yang melihat itu menghembuskan napas lelah. Ya salam...
°°°
Mira berlari dengan semangat sampai Raka tertinggal jauh di belakangnya dengan nafas ngos-ngosan. Padahal yang laki itu Raka tapi kenapa Mira yang bisa kuat lari jauh, cepet pula.
"Mir..."
Mendengar suara lirih itu Mira langsung berhenti. Ia menengok ke belakang dan melihat Raka yang sudah terkapar di pinggir jalan.
Persis kek gelandangan, batinnya.
Ia berjalan menghampiri Raka. "Baru juga lari udah tepar aja," ejeknya.
Raka tak memperdulikan ejekan dari istrinya. Ia mencoba mengatur nafasnya yang tersengal-sengal.
Melihat suaminya yang seperti orang yang mau Innalilahi, ia langsung mencari warung untuk membeli air mineral.
"Nih.."
"Bukain!"
"Udah mending gue kasih air, buka sendiri!"
Raka mengerucutkan bibirnya kesal dan merebut air mineral itu. Mira yang pertama kali melihat ekspresi Raka seperti itu hanya bisa melongo.
Apalagi saat Raka menyiram rambutnya dengan sisa air di botol. Berdamage.
KAMU SEDANG MEMBACA
L U K A || Mira&Raka
ChickLitImpian Mira yang ingin melanjutkan pendidikannya ke Universitas menjadi angan-angan saja. Gadis itu harus merelakan impiannya dan menikah dengan laki-laki seperti Raka. Raka bilang, dia sangat mencintai dirinya. Tapi nyatanya? Semua itu hanya OMONG...
