L U K A || CHAPTER 32

8.3K 991 76
                                        

32. Hamil? (2)

"Semua yang kita punya hanyalah titipan."

_______________________

02.47

Sudah hampir satu jam lamanya Raka terbangun, dan selama itu pula Raka tak henti-hentinya mengelus perut rata Mira.

Kemarin sore saat jalan-jalan dengan Mira ia melihat sepasang suami-istri yang juga tengah jalan-jalan sore di sekitar kompleks. Sang suami mengusap perut istrinya yang tengah hamil besar.

Melihat itu Raka tentu ingin berada di posisi pria itu.

Eits..., Bukan maksudnya ingin jadi suaminya si bumil. Maksudnya ia ingin Mira juga hamil seperti itu, dan ia mengelus perut buncitnya.

Tak bisa dipungkiri, Raka benar-benar ingin Mira hamil. Tapi ia juga tak ingin terlalu memaksa Mira untuk segera hamil. Yang bisa ia lakukan sekarang hanyalah berdoa agar cepat diberi momongan.

Sudah hampir tiga bulan ia dan Mira kerja malam, dan semoga hasilnya akan segera jadi.

Semoga.

°°°

"Ini pada kemana, sih? Daritadi kok gak ada satu orangpun yang lewat."

Mira berhenti sebentar dan duduk di kursi dapur. Wanita itu cukup lelah berkeliling mencari Bi Wati. Biasa, mau curhat.

Sayup-sayup Mira mendengar suara orang bernyanyi. Ia mengikuti asal suara itu. Dan benar saja, di taman belakang para pekerja mansion berkumpul. Sedangkan satu orang yang tak lain adalah mbak Tina memegang sapu sambil bernyanyi dengan suara lakiknya.


Ngarep beli skincare 'tuk muka yang bikin scare

Sayang, pendapatan di bawah UMR

Mereka kaya dari lahir, uang terus mengalir

Lah, kita sampo habis, botol ditambahin air

(miskin)

Harus sadar diri, jangan ngadi-ngadi

Halu jadi hobi andai punya sugar daddy

Hedon saat nongki, tiap weekend party

Sayang, cuma mimpi, sedih kalo lihat gaji

Para pekerja masih tak menyadari akan kedatangan Mira sehingga mbak Tina masih asik menyanyi.

Sedangkan Mira. Wanita itu mengerjapkan matanya bingung setelah mendengar salah satu lirik lagu. Apakah gaji mereka selama ini kurang? Jika iya, maka ia merasa bersalah.

"Kayaknya aku bilang ke mas Raka aja, deh. Gak enak gue gaji mereka sebulan cuma lima juta. Harus dinaikkan jadi sepuluh juta perbulan."

Wanita itu melenggang pergi, meninggalkan para pekerja yang masih asik konser.

°°°

Raka celingukan mencari dimana istrinya berada.

"Udah ketemu belum?"

Raka mendengus. Zi terdengar sangat tidak sabaran. "Tunggu sebentar. Ini masih nyari."

Dan, gotcha!

Ia melihat Mira duduk manis di ruang tengah. Segera ia menghampiri istrinya.

L U K A || Mira&RakaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang