13. Awal Permasalahan
"Akan ada waktunya dia menyerah. Cintai dia sebelum dia pergi menjauh dari kehidupanmu."
~???
_______________________
Sudah terhitung dari seminggu yang lalu setelah acara tujuh bulanan Zi, sekarang Mira sudah pulang. Saat ini ia tengah bersantai di ruang tengah.
Ting
Mira yang asik mengemil meraba-raba mencari ponselnya. Ia membuka pesan yang masuk. Keningnya mengernyit melihat nomor tidak dikenal.
Berbahagialah untuk sekarang
Tapi lihatlah nanti, aku akan merebut suamimu, lihat saja dan tunggu saat itu tiba
Deg
Apa maksudnya ini? Merebut Raka darinya. Entah mengapa ia terpikir dengan perempuan masa lalu Raka. Apakah ini memang dia?
Rasa takut dan khawatir yang kuat, ia mendapat pesan lagi dari nomor yang berbeda dengan sebelumnya.
Aku akan menunggumu sampai kamu benar-benar menyerah
Lalu jika saat itu tiba, aku akan melamar mu hari itu juga
L.E
"Ya Allah, apa maksud semua ini?"
Mira meraup wajahnya gusar. Perjuangannya membuat Raka mencintainya saja masih belum ada perkembangan apapun. Sekarang malah ia mendapat pesan dari dua orang yang tidak dikenal.
Tapi yang membuatnya heran, apakah dua orang itu saling mengenal dan bekerjasama? Lalu jika dirinya bercerai dengan Raka mereka berdua hidup bahagia dengan pasangan yang diinginkan.
Mira menggeleng, mencoba menepis prasangka buruk itu. "Lo gak boleh su'udzon, Mira."
"Tenang, kalau emang Raka jodoh lo, Allah bakal tetap nyatuin lo sama Raka."
Bismillah...
°°°
Seorang wanita dengan pakaian ketat dan bermake-up tebal berjalan dengan anggun bersama seorang pria.
Emma.
Wanita yang pernah hadir di kehidupan Raka.
Wanita yang selalu membuat Raka tertawa dan tersenyum.
Wanita yang meninggalkan Raka dan memilih pria tua yang lebih kaya.
Wanita yang dicintai Raka sampai saat ini, bahkan sampai Raka menikah.
Kini wanita itu kembali, bersama dengan seorang pria yang berstatus kekasihnya.
Alasan Emma kembali hanya karena ingin menguras harta Raka, sama seperti dulu, sebelum ia meninggalkan Raka karena pria itu bangkrut.
Sebelumnya mereka tinggal di Amerika. Karena pria tua yang menjadi sugar dady Emma sudah bangkrut dan sakit-sakitan, terpaksa mereka harus mencari target yang baru. Dan sangat kebetulan, sekarang Raka sudah sangat sukses.
Emma tak peduli bagaimana perasaan istri Raka nantinya. Yang terpenting sekarang hanyalah uang, harta, dan gaya sosialita yang tinggi. Ia tak keberatan sama sekali jika harus merelakan tubuhnya, toh dia juga sudah tidak perawan.
Lagipula kekasihnya juga tidak pernah mempermasalahkan, bahkan kekasihnya saja sama sepertinya, sama-sama menguras uang dengan menjadi selingkuhan.
"Untuk beberapa hari kita menginap di hotel dulu, barulah kita menjalankan rencana kita," ucap Baron-- kekasih Emma.
"Oke."
Tanpa mereka sadari, sepasang mata memperhatikan mereka. Orang itu terkejut karena Emma kembali, dan itu pertanda yang sangat bahaya bagi mereka.
"Gue harus kasih tau sama mereka berdua."
°°°
Lintang segera menuju Cafe yang disuruh Jack. Ia tak tahu ada gerangan apa Jack menyuruhnya dan Indra datang ke Cafe tanpa Raka.
Ting!
Lintang duduk di samping Jack. Jack yang melihat Lintang sudah datang, tanpa basa-basi mengeluarkan ponselnya dan memperlihatkannya kepada Lintang dan Indra.
"Ini, Emma bukan?"
Jack mengangguk. "Tadi gue gak sengaja liat Emma di bandara waktu gue nganterin bonyok. Gue emang kaget, tapi yang bikin gue kagetan lagi, ternyata Emma lagi merencanakan sesuatu sama pacarnya."
"Bahaya kalau Emma udah kembali."
"Makanya, gue gak mau nantinya Raka bakal kehasut lagi sama omongan tuh nekpir," sahut Jack.
Lintang terdiam. Dalam hatinya ia senang Emma kembali, karena dengan begitu Raka bisa menceraikan Mira kapan saja, dan ia bisa menikahi Mira.
Tapi disisi lain ia juga tak mau hubungan pernikahan sahabatnya itu hancur karena adanya orang ketiga.
Ia bingung. Harus merelakan cintanya atau membantu pernikahan sahabatnya?
°°°
Raka tersenyum menatap foto Mira. Akhir-akhir ini, jika ia berada di dekat Mira jantungnya berdegup kencang. Hal yang serupa pernah ia alami bersama Emma.
Yah, ia akui sekarang ia sudah mencintai Mira. Namun tetap saja, bayang-bayang masa lalunya bersama Emma sering muncul di pikirannya.
Tok tok tok
"Masuk!"
Pintu terbuka setelah mendengar izin dari sang pemilik ruangan. Johan masuk dengan membawa kotak kecil yang entah apa isinya.
"Tuan, ada kiriman untuk anda."
Raka menerima kotak itu dan menyuruh Johan keluar. Johan sedikit membungkukkan badannya dan keluar. Saat sudah di luar, ia mengirimkan laporan kepada Andy. Tak lupa ia mengirim foto isi kotak tadi.
Tuan besar, tuan Raka mendapat kiriman, saya tidak tahu dari siapa.
(Send a picture)
Sedangkan di dalam, Raka memperhatikan kotak ditangannya. Desain kotak ini terlihat sangat familiar. Tanpa lama lagi ia membuka kotak itu.
Betapa terkejutnya ia saat tahu apa isinya. Dua buah gelang hitam berinisial R&E, gelang couple yang ia pakai beberapa tahun yang lalu.
Lalu surat yang ada di dalamnya membuatnya tak bisa berkata-kata lagi. Tulisan di surat itu, ia sangat hafal betul tulisan tangan siapa itu.
Hai...Miss you my Hero
Maaf karena kesalahan ku yang lalu, aku ingin kita melupakan hal itu dan memulai dari awal.
From:Emma:)
Emma? Apakah perempuan yang selama ini ia harapkan sudah kembali? Ini adalah kabar yang ia nanti-nanti selama ini. Cinta pertamanya telah kembali.
Namun tanpa ia sadari, rasa cintanya yang baru terbentuk untuk Mira langsung lenyap kala tahu bahwa Emma telah kembali.
To be continued...
____________________
Beneran udah Gedeg aku, pengen aja gitu langsung ngeluarin Emma di chapter ini.
So, udah tau kan siapa temen Raka yang suka sama Mira?
Oke, sekian untuk Chapter ini. Di Chapter selanjutnya aku bakal bikin yang agak gereget.
Aku ingetin lagi untuk vote, komen dan follow aku wattpad aku dmasyitha
KAMU SEDANG MEMBACA
L U K A || Mira&Raka
Chick-LitImpian Mira yang ingin melanjutkan pendidikannya ke Universitas menjadi angan-angan saja. Gadis itu harus merelakan impiannya dan menikah dengan laki-laki seperti Raka. Raka bilang, dia sangat mencintai dirinya. Tapi nyatanya? Semua itu hanya OMONG...
