33. Chiko Lelah!
"Beneran gak apa, kok. Demi ponakan gue, rela lahir batin gue lu berdua ngerepotin gue. Beneran!"
'~ Chiko
________________________
"Udah, belum?"
Fatih menoleh kearah istrinya. "Udah. Yok berangkat." Pria itu menggandeng tangan sang istri.
Zi menerima gandengan tangan Fatih dengan senyuman lebar. Bukan itu yang membuatnya tersenyum, tapi sesuatu.
Iya, sesuatu yang akan membuat seseorang menjadi korban. Biasa, ide jahilnya muncul.
Rencananya hari ini Zi dan Fatih akan berkunjung ke mansion Raka. Bukan hanya mereka berdua saja. Ada orangtuanya, Tante Dina dan Om Heru, lalu ada Mama Amel dan Papa Andy.
(*Untuk Dina dan Heru. Sebenarnya author lupa udah kasih nama orangtua Mira atau belum. Jadi author buat itu aja. Kalau ternyata author udah kasih nama bilang, ya.)
Acara kumpul-kumpul ini Mira yang meminta. Katanya, sih, dia ngidam pengen ngumpul bareng. Jadilah para tetua menuruti.
Hanya saja ada tamu tak diundang. Ya siapa lagi kalau bukan mereka berdua, Zi dan Fatih.
Tapi Zi bergabung karena ingin merencanakan sesuatu dengan Mira.
Membuat Chiko depresot, sepertinya seru.
°°°
Hari sudah hampir menjelang malam, namun orang yang Zi dan Mira tunggu masih belum datang juga.
"Ma, Chiko kemana, sih? Katanya mau datang kesini." Mira bertanya kepada mamanya.
Dina menoleh. "Gak tau, nak. Emangnya kenapa, sih, kok nanyain Chiko?"
"Pengen aja ngelihat wajahnya yang ngeselin minta ampun."
Zi menabok paha Mira. "Gitu-gitu kembaran aku."
Amel geleng-geleng kepala. "Tumben banget kalian kangen sama Chiko. Biasanya juga pada berantem terus kerjaannya."
"Pasti ada udang dibalik bakwan," sambung Mila.
Zi dan Mira saling melirik dan memilih diam.
Beberapa menit kemudian orang yang mereka tunggu pun akhirnya datang.
"Assalamualaikum. Chiko kembarannya pangeran Mateen datang. Gak ada yang mau foto atau minta tanda tangan?"
"Waalaikum salam."
Mira memicingkan matanya. "Masih gue pantau, belum gue sleding."
"Segala bilang kembarannya pangeran Mateen. Beda jauh abang sama pangeran Mateen," sahut Zi.
Sebagai fans pangeran Mateen, Mira dan Zi tentu tak terima dengan ucapan Chiko. Enak saja Chiko bilang kembarannya pangeran Mateen.
"Tuh, kan. Chiko gak ada kalian cariin. Sekarang giliran Chiko ada disini kalian malah berantem," ucap Dina.
Chiko yang memiliki tingkat kepercayaan diri yang tinggi pun tersenyum aneh.
"Cie, nyariin gue. Kangen, ya?"
Mira merubah wajahnya menjadi memelas. "Chiko, kamu sepupu aku yang paling ganteng."
Chiko mengangguk-angguk. "Iya, gue tau."
KAMU SEDANG MEMBACA
L U K A || Mira&Raka
ChickLitImpian Mira yang ingin melanjutkan pendidikannya ke Universitas menjadi angan-angan saja. Gadis itu harus merelakan impiannya dan menikah dengan laki-laki seperti Raka. Raka bilang, dia sangat mencintai dirinya. Tapi nyatanya? Semua itu hanya OMONG...
