L U K A || CHAPTER 37

7.5K 841 41
                                        

37. Walcome:)

"Walcome, baby."

~ Raka

________________________

Tak terasa sekarang kandungan Mira sudah mencapai bulan terakhir. Perkiraan dokter Mira akan melahirkan seminggu lagi, begitupun dengan Zi yang juga diperkirakan akan melahirkan seminggu lagi. 

Rencananya setelah Mira melahirkan, Raka ingin selama beberapa hari Mama dan ibu mertuanya menginap di mansion.

Ia ingin dua ibu itu mengajarkan cara merawat anak, karena ia dan Mira masih belum terlalu berpengalaman.

Dan saat ini sepasang suami-istri tersebut tengah bersantai di ruang tengah. Mira yang menonton TV, sedangkan Raka berbaring di paha Mira menghadap perutnya. Sesekali ia menciumi perut itu.

"Kapan lahirnya, sih. Gak sabar mau nunggu dia brojol."

Mira menyentil kening Raka. "Brojal-brojol. Dikira ngeluarinnya gampang apa?"

Raka mengerucutkan bibirnya kesal. Sebagai pihak laki-laki yang hanya tahu dan bisa tanam menanam saja tidak paham bagaimana lahiran.

Sedangkan Mira, sudah dari kehamilan bulan kedelapan ia siap menghadapi lahiran nanti. Ia akan berjuang sekuat tenaga agar sang buah hati bisa lahir ke dunia.

Mira bergerak tak nyaman. Sudah Dar Subuh tadi perutnya terasa mulas. Raka yang merasa

"Kamu kenapa sih?"

Mira meringis menahan rasa sakit di perutnya yang makin terasa. "Perut aku sakit banget. Kayaknya mau lahiran deh."

Raka langsung terduduk dan menatap Mira serius. "Yakin? Gak kontraksi biasa kayak kemarin-kemarin?"

Raka ingat betul saat lima hari yang lalu. Dimana Mira merasakan sakit di perutnya. Satu mansion panik dan langsung menelpon Amel.

Namun Amel mencoba menenangkan jika Mira hanya kontraksi biasa seperti yang ia alami saat hamil Raka dulu. Dan benar saja, selang beberapa menit Mira tak merasakan sakit lagi.

"Iya, mas. Ini lebih sakit dari kontraksi biasa dulu. Argh--"

"Astaghfirullah... Ya Allah.. Masya Allah... Allahu Akbar..." Raka langsung panik dan segera menyuruh Bi Wati menyiapkan keperluan Mira dan calon anaknya.

Tanpa diperintah mbak Tina menelpon Amel dan mengatakan Mira akan melahirkan dan dibawa ke rumah sakit.

Raka menggenggam tangan Mira. "Tahan, ya. Kita ke rumah sakit sekarang."

Pria itu menatap mbak Tina yang selesai menelpon mamahnya. "Bilang ke Bi Wati lambang nyusul ke rumah sakit."

"Baik tuan."

Raka menggendong Mira dan langsung menuju rumah sakit terdekat. Tangannya tak berhenti untuk menggenggam tangan Mira agar wanita itu sedikit tenang.

Tak butuh waktu lama mobilnya terparkir di rumah sakit. Raka membaringkan Mira di brankar dan ikut ke ruang persalinan.

Kata dokter Mira masih pembukaan lima. Masih ada beberapa waktu lagi. Mira menggunakan waktu itu dengan berjalan di sekitar ruangan agar mempermudah waktu proses lahiran.

L U K A || Mira&RakaCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang