4| the sweetest smile

1.3K 145 2
                                        

Menjadi salah satu wanita berpengaruh di dunia tarik suara membuat Irene memiliki power yang besar. Walaupun sudah bercerai, Irene lantas nggak menjadi wanita susah dan melarat. Status "janda beranak satu" sama sekali nggak menempel pada diri Irene. Ya gimana nggak? Dengan umurnya yang segitu Irene nggak kelihatan kayak wanita berumur 45 tahun. Nggak ada keriput yang terlihat di diri Irene, masih terlihat segar dan tentunya, cantik. Irene bukan penyanyi, tapi dia komposer lagu terkenal. Bahkan, beberapa kali dia sampai dipanggil sama musisi-musisi hebat di kancah internasional untuk bisa membuat suatu projek besar. Nggak sedikit penghargaan musik bergengsi yang sudah Irene dapat. Karirnya sedikit mundur dan mengalami jeda semenjak ia menikah dengan John. awalnya Irene udah mau pensiun aja dan bukan lagi hanya sekedar vakum dalam dunia permusikan, tapi niat itu ia urungkan. Tapi yah untungnya nggak beneran di realisasiin, soalnya ternyata pernikahannya Irene sama John cuma bertahan selama 11 tahun. Alasannya? Nanti aja kita bahasnya.

Kehidupan pribadi Irene berhasil ia tutupi dengan rapat. Selama menikah dulu, nggak ada media yang  tahu siapa suami dan anak Irene, tapi mereka tetep tahu kalau Irene itu adalah ibu dengan anak satu. Tapi lambat laun, terutama setelah bercerai, identitas Karina sudah mulai diketahui publik, ya walaupun begitu, kalau ada artikel yang mengungkap identitas Karina, sama Irene langsung disuruh takedown sih artikelnya. Cuma, identitas Karina ini udah semacam rahasia umum gitu deh. Karina pun nggak masalah kalau orang-orang ternyata tau siapa ibunya, toh karina menyandang nama belakang Irene—Pranyasiwi, dan bukan nama belakang Papinya.

"Mbak, itu di luar ada tamu deh, kayaknya dari perusahaan" kata Stefi, manajer Irene. Kalau ada yang nanya 'kan Irene cuma komposer, kok punya manajer sih' itu karena jadwal Irene yang lumayan sibuk, jadi dia butuh bantuan orang  lain buat ngatur jadwal dan segala keperluannya. Lagian, Irene ini termasuk komposer-semi artis, karena kecantikannya. Nggak jarang Irene diundang ke berbagai pemotretan, fashion show, maupun diundang  jadi suatu  brand ambassador.

"Siapa? Kan aku udah bilang  ke perusahaan-perusahaan kalau aku lagi nggak nerima job apa-apa"

"Kurang tau sih mbak, tapi aku familiar deh sama mukanya. Kayaknya mbak Irene kenal"
Karena malas dan sedikit nggak mood, Irene cuma bisa muterin kedua bola matanya malas dan memutuskan untuk beranjak untuk menemui tamu tersebut.

Setelah jalan ke Lobby nemuin tamunya, Irene agak kaget. Karena nggak expect bakal kedatengan tamu dari perusahaan yang pernah ada kaitannya sama dia  dulu.

"Yohan?" senyum Irene menerkah

"Apa kabar, mbakyu?" jawab Yohan dengan senyum giginya yang manis. Walaupun Yohan ini manajer, tapi kelakuannya nggak ada wibawa-wibawanya kalau lagi sama Irene.

Ketemu Yohan sekarang rasanya  kayak ketemu adik lama yang bertahun-tahun kepisah dan baru bisa ketemu sekarang. Irene sudah menganggap Yohan kayak adik laki-lakinya  sendiri. Dulu mereka deket—koreksi, deket banget. Yohan bisa dibilang tumbuh bareng Irene. Irene menyaksikan gimana dulu berandalannya Yohan, sampe sekarang udah bisa jadi manajer. Sebenernya, kalau lagi nggak pake setelan jas yang formal ini gayanya yohan tetep kayak berandalan forever  young. Umur mereka terpaut 10 tahun. Yohan pertama kali ketemu Irene saat umurnya 15 tahun, dan sekarang dia  sudah berumur 35 tahun. Waktu yang lama bukan?

"Kamu nggak bilang kalau bakal pulang  ke Indonesia, mbak kira kamu bakal netep di Chicago selamanya" sindir Irene

"Hahahaha nggak lah, yakali! Enak kan disini mbak, murce. Tapi tau sendirilah, pak bos pelit cuti, gue sampe nggak bisa pulkam cari jodoh. Bisa-bisa gue jadi perjaka abadi nih"

"Lah, kamu di Chicago nggak punya cewek? Kasian banget sih jauh-jauh ke Chicago nggak ada yang  nyantol juga"

"Ya Allah mbak, jangankan nyari cewe, kadang nyari makan aja susah gara-gara pak bos kalo ngasih tugas suka nggak ke-humanityan! Gue nggak ada waktu buat begituan" ucap Yohan sedikit nge-gas tapi melarat juga.

ErstharaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang