another more of them| bondol

364 24 34
                                        

"I don't like it short" wajah Genta sepenuhnya menujukan bagaimana putus asanya dia ketika melihat rambut baru sang matahari keluarga. Dirinya tidak marah, hanya saja ada perasaan kaget, bingung, dan kecewa yang mendesir di hatinya. Nada suaranya pun mencerminkan itu.

Karina hanya bisa tertawa cekikikan, "Aku beneran minta maaf." Rambut panjangnya yang hitam dan tebal adalah salah satu hal yang selalu Genta puja dalam hidupnya. Bahkan, Genta tidak kalah rajin memuja betapa indah rambut panjang Karina dari pada pujian Doa yang sering ia lantunkan pada Sang Pencipta. "Noel tadi numpahin slime ke rambutku. Aku udah coba lepasin pake air panas, pake es batu, dan segala macem tutorial dan hacks di Youtube sama Tiktok, tapi ini sudah nggak ketolong."

"Emang nggak bisa dibawa ke salon...?" Wajah memelas Genta tidak lagi bisa disembuyikan.

"Sudah, aku di sana kurang lebih tiga jam buat ngelepas slimenya. Nggak berkurang banyak yang nempel di rambutku." Karina masih konsisten menahan tertawa karena melihat raut wajah Genta yang begitu terlihat sedih.

Hela nafas berat lolos dari mulut Genta setelah mendengar usaha yang telah Karina lakukan untuk mempertahakan mahkotanya. Kemudian Genta mendekatkan tubuhnya pada Karina, meraba dan merasakan betapa pendeknya surai indah yang tersisa itu. Kegundahan menyelimuti Genta. Mengerti kegelisahan laki-laki yang telah menjadi partnernya dalam membesarkan Noel selama 7 tahun, Karina lantas memeluk Genta erat. "Gapapa, Sayang. Rambutku kan tumbuhnya cepet. Jangan memble." Ucap Karina. Namun Genta hanya mengeratkan pelukannya pada wanitanya.

Dalam keheningan itu, Genta mengecup leher jenjang Karina bertubi-tubi, sebagai imbas dari lehernya yang terpampang jelas. Bibirnya yang masih dia tekuk sempurna pun masih menjadi sinyal bahwa Genta akan merasa muram untuk beberapa waktu kedepan. Tidak akan hilang walaupun Genta disogok menggunakan kata-kata manis dari Karina, ataupun tindakan-tindakan kasih sayang lainnya.

"IBU!!! ABANG NEEDS TO SEE YOU!" si Sulung berlari dari pintu masuk rumah menuju dapur untuk melihat kabar terbaru dari karya mega proyeknya siang tadi. Saat langkahnya kakinya telah sampai sempurnya di depan Ibunya, Noel sempat tersentak kaget atas perubahan yang dimiliki sang Ibu. Anak berumur tujuh tahun itu pun sempat melirik ayahnya untuk memastikan apakah yang sedang ia lihat ini betulan. Namun ternyata ekspresi murung yang dimiliki Genta cukup jelas untuk ditangkap Noel bahwa ibunya betul-betul memilih untuk memangkas habis rambut sepinggangnya dan memilih potongan bob rata sebagai penampilan barunya.

Yang semula Noel merasa kaget dan tidak percaya sama seperti Papinya, bak sebuah saklar lampu, ekspresinya ia rubah menjadi berkebalikannya dalam seketika. "Wah...! Ibu cantik banget!" Noel melompat dalam pelukan Karina. "Abang nggak tau kalau Ibu bisa secantik ini kalau rambutnya pendek! Ibu besok-besok kalau mau potong kayak gini lagi boleh! Abang suka!" Puji bocah 7 tahun itu mendamba sang Ibu.

"Ngawur! Ibu paling cantik kalo rambut panjang!" Genta menyahut tidak terima.

"Ibu cantik kok!" bela Nolan tidak kalah semangat

"Ibu gimana aja emang cantik! Tapi Ibu cantik banget kalau rambut panjang!" Genta mengeratkan pelukannya pada bahu Karina. Bermaksud untuk menjaga teritorinya dari ganggguan anaknya.

"Ibu! Jangan dengerin Papi! Ibu cantik banget kok kalo kayak gini juga! Abang suka banget." Tidak mau kalah, Noel menarik kaki Karina yang sedari tadi sudah ia peluk menjadi lebih kencang.

Karina hanya tertawa meihat tingkah kedua laki-laki yang selalu berkompetisi dalam memenangkan Karina. "Ibu bakal kebelah ini kalau Noel sama Papi rebutan Ibu sambil di tarik-tarik gini."

"Ibu gausah sama Papi! Papi nggak bisa lihat Ibu cantik!"

"Enak aja! Yang pertama tau kalau Ibu cantik itu Papi! Lagian kamu nakal banget kenapa numpahin slime ke rambut Ibu!"

ErstharaTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang