"Sebagai apa kau melihatku selama ini Jun?" tanya Zhehan pada Gong Jun
"Aku ... Ehmmm sebagai teman baikku Han" jawab Gong Jun sambil meremas jemarinya yang sedikit bergetar menutupi kegugupannya.
"Kau pengecut Jun! Lain waktu bila ada perlu dengan...
Seperti biasa, sebelum istirahat Gong Jun membuat status di weibo dengan foto dirinya, lalu membaca komen-komen yang masuk.
"Banyak juga ya follower baruku sekarang" ujar Gong Jun.
Eh iya kenapa aku tidak tanya aku Weibo Zhehan tadi ya?" batin Gong Jun.
Lalu tangannya mulai mencari cari lagi berita maupun video klip mengenai Zhang Zhehan
"Aaah dia memang pria sejati, melihat dia tengah berlari menggiring bola basket dan memasukkannya ke dalam Ring membuat Zhehan semakin tampan" gumam Gong Jun
"Heh? Aku baru tahu kalau Xu Kai telah mengenalnya lebih dahulu, apa hubungan mereka ya, hingga Xu Kai mau menyaksikan pertandingn bola basket yang sepi penonton itu"
"Apakah mereka punya hubungan khusus?"
"Aaah sepertinya tidak mungkin dia seperti itu"
"Tapi apa juga urusannya dengan diriku" seolah teringat akan sesuatu hal
"Aaaah!!! Aku tahu tadi dia bersikap seperti itu, mungkin takut aku akan menyukai dirinya"
"Cih, ngak mungkin lah biar wajahnya tampan, kulitnya mulus, pinggangnya yang ramping juga kaki yang panjang terlebih bibirnya yang mungil merah juga bokong yang semok itu dapatmembuatku tertarik" batin Gong Jun
"ya ampun!! Apa yang ada dalam otakku sih koq aku bisa bisanya melihat hal itu secara detail, Bukankah kami sesama laki-laki" pikir Gong Jun
"Namun yang membuatku sedikit heran, adalah saat aku bermain dalam drama genre yang sama dengan Xu Feng dulu tidak ada sedikitpun aku seperti saat ini.
Namun saat latihan dialog tadi aku seperti selalu ingin melihat Zhehan memperhatikan diriku.
Tapi tidak sedikitpun tadi Zhehan menatap wajahku" Batin Gong Jun sedikit kecewa.
Kembali tangannya mencari cari berita berita dan video tentang Zhehan.
"Aaah orang ini kenapa selalu membiarkan dirinya terluka sih?"
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sebagai seorang aktor bagaimana dia membiarkan wajahnya terluka seperti itu
Entah mengapa hati Gong Jun merasa sakit dan sedih melihat perjuangan Zhang Zhehan selama ini.
Aku pikir jalan cerita hidupku sudah menderita, namun ternyata dirinya merasa tidak dibanding dengan apa yang dialami Zhehan, batin Gong Jun
Entah mengapa matanya terasa panas dan dadanya terasa sesak saat itu.
Diapun segera menaruh tabnya dan menyandarkan kepalanya di kursi sambil memejamkan matanya lalu tertidur.
Jeanny yang melihat tingkah laku bosnya ini sedikit heran, karena walaupun bosnya memang tidak banyak bicara namun kali ini seperti kali ini.
Dengan hati-hati Jeanny mengambil Tab bosnya yang sedang tertidur itu. Lamat lamat dia mendengar bosnya berkata lirih namun masih bisa dia dengar
"Apa yang bisa kulakukan untukmu Ge"
Hah? Ge? Siapa? Jay Chou? Bosnya memang fans beratnya Jay Chou. Tapi tidak mungkin sampai terbawa mimpi segala..
Lalu Saat Jeanny ingin mematikan Tab Bosnya itu nampak foto-foto Zhang Zhehan di sana.
"Hah? Sejak kapan bos Jun ingin tahu informasi partner di dramanya, biasanya juga minta dirinya atau rekan lain untuk mencari informasi yang dia butuhkan", batin Jeanny
Jeanny segera mematikan Tab bosnya dan meletakkan di meja dekat kursi bosnya.
Jeanny sangat paham akan karakter bosnya ini yang tidak senang apabila orang lain menyentuh barang pribadinya tanpa izin darinya.
Bosnya ini orangnya sangat detail dan berhati-hati, dia juga sangat membenci orang yang munafik.
Jangan harap bisa berbohong di depannya, dia seperti mesin lie detector, karena pasti ketahuan.
Bahkan dia dapat mengetahui bila ada yang mengambil gambarnya secara diam-diam
Namun demikian bosnya ini sangat perhatian kepada seluruh stafnya, walaupun kalau sudah marah dan matanya menatap tajam namun royal dan sangat melindungi orang-orang disekitarnya.
Bosnya juga bukan orang yang sempit pikiran, dalam artian bosnya akan menerima kritikan atau saran dari stafnya asalnya dapat dipertanggung jawabkan.
Karenanya para stafnya betah bekerja bersamanya.
Soal beramal, jangan ditanya.. Tanpa ragu dia akan menyambungkan uangnya untuk membantu, namun jangan harap dia akan mengeluarkan uang sepeseroun bila tidak dapat dipertanggung jawabkan penggunaannya.
Hidupnya super hemat dan sangat mencintai uang lihat saja cassing HPnya saja bergambar dewa keberuntungan.