Extra Chapter 🔞

408 28 0
                                        

Kini mereka telah berkumpul dalam satu mobil untuk memulai perjalanan berlibur.

"Daddy... Aku tadi jatuh dan balon untuk papa jadinya hilang" ujar Jiao Er adik dari Fengying.

"Oh ya? Apakah tuan puteriku ini menangis?" tanya Junjun sambil memangku Jiao.

"Namanya juga anak cengeng" goda Fengying, namun mulutnya kembali terkatup saat melihat wajah Zhehan yang menatap tajam ke arahnya..

"Jiao khan sedih karena hadiah untuk papa hilang" jawab Jiao.

"Papa lebih sedih kalau Jiao Er terluka, bukan begitu Daddy?" Jawab Zhehan sambil tersenyum padanya.

"Tidak apa-apa, besok di rumah nenek Gong kita buat balon yang lebih banyak lagi ya" ujar Junjun.

"Asyiiiiik....yang tiup balonnya siapa? Kakek dan nenek Gong khan sudah tua" tanya Jiao Er dengan polosnya.

"Siapa lagi kalau bukan........ " ujar Zhehan sambil tersenyum pada mereka dan matanya mengarah pada seseorang.

"Papa Yuyu!!!!!!" teriak semua orang yang ada dalam van tersebut.

"KENAPA HARUS AKU!!" jawab Yuyu dengan wajah memelas

Semua mentertawakan ketidak berdayaan Xiao Yu itu.

Dan mobil itu pun segera meluncur menuju ke Bandara dimana telah menanti pesawat yang akan membawa rombongan keluarga itu menuju Chengdu, kampung halaman Gong Jun untuk berlibur.

------------

Akhirnya malam itu hanya tinggal mereka berdua di dalam kamar pribadi mereka. Anak-anak telah tidur di lantai dua.

Setelah hampir tiga minggu berturut-turut mereka berdua tidak bertemu, tentu saja membuat rindu tak tertahankan.

"Apakah anak-anak sudah tidur?" tanya Junjun yang baru saja keluar dari kamar mandi.

"Sudah, akhirnya setelah aku harus membacakan cerita pengantar tidur tadi" jawab Zhehan sambil mengunci pintu plus menggerendelnya.

Dia juga meyakinkan tidak ada yang bersembunyi di dalam lemari pakaian maupun di belakang tirai jendela kamar.

Jangan sampai tiba-tiba mereka muncul nanti seperti saat itu, terutama Jiao Er yang sangat manja pada Junjun itu, batin Zhehan.

Junjun tersenyum melihat tingkah kewaspadaan Isteri tampannya itu.

"Tidak terasa anak-anak itu sudah tumbuh sedemikian besar dan semakin pintar ya" ujar Junjun sambil menggendong Zhehan dan membaringkannya di atas tempat tidur.

"Apakah kau lelah sayang?" tanya Junjun pada Zhehan sambil mengecup kening Zhehan.

"Tidak begitu" jawab Zhehan sambil mengusap dada Junjun. Zhehan kini berada dalam pangkuan Junjun yang duduk bersandarkan kepala tempat tidur besar mereka.

Mata mereka saling memandang penuh kerinduan. Junjun terus memandang wajah Zhehan namun bola matanya terus menatap bibir Zhehan yang memerah itu.

Zhehanpun menatap wajah Junjun menunggu.

Namun karena setelah beberapa saat Zhehan hanya melihat Junjun menatapnya dengan bodoh..

Maka Zhehanpun segera memajukan bibirnya dan melumat bibir Junjun dengan tidak sabar.

Bibir mereka kini saling melumat satu sama lain. Nafas mereka saling berpacu mengais kerinduan yang tak tertahankan.

Tak hanya bibir mereka berdua yang sibuk, tangan mereka berduapun saling meraba satu sama lain. Mencari junior pasangan mereka yang seolah meronta mengharap pelayanan.

"Apakah kau rindu padaku baby?" bisik Junjun di telinga Zhehan.

"Sangat bao, aku merindukanmu sepanjang waktu" jawab Zhehan sambil mengecup leher Junjun dan meninggalkan jejak merah memanjang di sana.

Kini tanpa sehelai benangpun menutupi tubuh mereka, selain mulut mereka terlalu sibuk memberikan penghiburan pada batang junior pasangannya tangan mereka juga sibuk membelai, menggenggam terkadang menusuk ke dalam lorong sempit yang berkedut itu.

"Mmmmph.....enggg..." gumam Zhehan terdengar saat mulutnya seolah sedang memandi kucing xiao jun lidahnya terus menjilati tubuh xiao jun sesekali mengisap kepala xiao jun dengan kekuatan vacum cleaner turbo yang membuat panggul Junjun bergetar seolah terkena sengatan sengatan listrik karenanya.

"Sssssh..... Aaaah.... Mmmmmm... Baby...baby.. Aaaah" hanya suara itu saja yang terdengar dari mulut Junjun seolah sedang belajar mengeja.

"Bao.. Aku aaah... Aku tak tahan lagi" erang Zhehan sambil memutar tubuhnya dan duduk di atas panggul Junjun.

Tangannya segera mengarahkan kepala xiao Jun untuk masuk ke dalam lorong cinta mereka.

"Aaah...ssh.. Kenapa bayi ini menjadi sedemikian gemuk"

"Ehmmm ya ampun ini terlalu gemuk.. Aaah....aaah..." erang Zhehan sambil menggoyangkan bokongnya agar dapat menelan xiao Jun .

Plak.. Plak... 🍑👋

Terdengar suara bokong semok Zhehan di tampar Junjun.

"Apakah kau menyukainya Baby?" tanya Junjun sambil memainkan niple .

"Suka...sangat suka.... Aaah.. Terasa gatal... Jilat itu Bao" ujar Zhehan sambil membusungkan dadanya dan menggoyangkan bokongnya ala ngebor.

" mmnmmph... . Sssssh.. Baby.... Sempit.. Bokongmu mencekik juniorku... Aaah aaah" erang Junjun.

Junjun lalu mengangkat tubuh Zhehan dan membaringkan tubuh Zhehan di tempat tidur.

Kedua kaki Zhehan kini membuka lebar.

Dengan kecepatan penuh Junjun segera mengayunkan bokongnya maju mundur mengarah ke bokong Zhehan.

Tangannya juga sibuk melayani Junior Zhehan yang telah berdiri dengan anggun namun maskulin itu hingga pada akhirnya..

"Bao..bao aku tak tahan lagi.. Aku mau datang" isak Zhehan sambil menutup wajahnya dengan bantal untuk mengurangi suara erangannya.

"Ayo kita selesaikan bersama" ujar Junjun sambil mempercepat dorongannya.

"Bao..bao.. Aaaaah... Aaah"
"Baby... Emmmm...aaaaah"

Akhirnya dengan peluh membanjiri tubuh mereka merekapun berpelukan dalam kepuasan.

"Terima kasih Baby" ujar Junjun sambil mengecup kening Zhehan yang penuh peluh itu.

Zhehan hanya menjawab dengan mengecup bibir tebal Junjun.

Tidak cukup satu kecupan, dua kecupan hingga akhirnya bibir mereka saling mengkulum dan berlanjut dengan saling meraba dan berakhir dengan ronde berikutnya.

"Ah mengapa kau sangat menggemaskan baby" erang Junjun

"Mengapa kau juga sangat menggairahkan Bao" desah Zhehan

------

JUNZHE DARLING,
KALIAN TIDAK PUNYA PERASAAN SAMA MIN APA YA
YANG SELALU MINTA DIMASUKKAN ADEGAN INI 😋😋😋

MENGAPA KALIAN BEGITU MENGGEMASKAN SIH!!

JIWA OMESKU MERONTA 🤧🤧🤧

Cubit....cubit...cubit bokong mamih
C

ubit...cubit...cubit bibir daddy

Kiss Me TonightCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang