BAB 57: Menyesalkah?

153 33 6
                                        

"Baby..... Kau mau ke mana... Aku ikuuut" teriak Junjun sambil bergegas membuntuti kekasih tampannya itu ke kamar.

"Iiih apaan sih Bao, aku cuma mau ke kamar kecil" ujar Zhehan semakin mempercepat langkahnya meninggalkan Junjun.

"Ke neraka saja aku mau ikut apalagi ke kamar mandi" jawab Junjun dengan semangat.

Namun..

Cekrek...

Terdengar suara pintu kamar mandi dikunci dari dalam.

"Yaaaa baby.. Kenapa dikunci?" ujar Junjun dari luar.

"Cerewet ah!! Kau tunggu saja sebentar kenapa sih!!" jawab Zhehan dari dalam.

"Pelit!!" jawab Junjun sambil menghempaskan dirinya ke atas tempat tidur.

Sambil menunggu pria pujaannya keluar dari dalam kamar mandi. Junjun membuka handphonenya untuk melihat berita hari ini.

Jemarinya bergerak cepat mengikuti arah bola matanya yang membaca berita-berita tersebut.

Hmmm masalahnya kenapa jadi semakin rumit seperti ini, ternyata masalah Zhehan tidak semudah yang diperkirakan. Semakin banyak orang bicara, semakin banyak bukti yang dipaparkan menjadi semakin memperlihatkan pihak-pihak yang terlibat didalamnya.

Masalah ini tidak lagi dapat dilihat sebagai masalah persaingan bisnis, namun semakin melebar ke masalah politik.

Junjun juga bukan tidak mengetahui bahwa dirinya juga merupakan bagian dari orang yang ditargetkan.

Namun saat ini baginya belum waktunya dia untuk bertindak. Karena saat ini dia harus tetap bertahan di dunia hiburan yang pengap ini.

Bukan semata karena dia mencari ketenaran dan kesuksesan. Namun dia harus bertahan demi menjaga posisi Zhehan bila suatu saat nanti dia kembali.

Bagi kelompok kerah putih mungkin aku merupakan pion mereka yang dapat mereka atur sesuai dengan keinginan mereka.

Bagi kelompok sufrastruktur dan infrastuktur politik melihat peluang untuk mempertahankan kedaulatan mereka melalui kasus ini.

Satu sama lain saling berkaitan, satu sama lain saling mencari keuntungan. Dalam dunia politik tidak ada hal yang murni semua karena kepentingan pribadi dengan mengatasi namakan kelompok.

Sungguh ironis tapi itulah dunia nyata.

Didalam pencapaian kehendak maka harus ada yang pergi agar dapat tinggal. Harus berani mengorbankan daripada menjadi korban. Jadi salah dan bener tidak ada yang pasti. Bahkan hukumoun terkadang harus tahluk dengan kekuasaan. Yang ada hanya permainan emosi.

Namun aku, yang masuk kedunia hiburan ini dengan darah dan air mataku sendiri tidak akan menyerah begitu saja untuk masuk dalam jeratan mereka.

Aku akan mengikuti arus ini. Tidak perduli mereka mencercaku, memfitnahku namun aku akan tetap berjuang menjadi diriku sendiri untuk melindungi keluargaku..... ya benar keluargaku sendiri. Pikir Junjun.

Junjun yang sedang fokus memandang handphonenya itu tidak menyadari bahwa semenjak tadi Zhehan telah berbaring di sisi kirinya sedang memandangnya.

Hingga akhirnya indera perasanya mengatakan bahwa dia sedang diawasi seseorang.

Sekejap bola matanya mencari arah tatapan itu, namun hidungnya tergoda oleh aroma yang membuat dirinya bergairah. Aroma yang hanya dimiliki kekasih tercintanya, aroma yang selalu dirindukan saat dirinya sedang bekerja.

Walau seribu orang disekelilingnya dan memiliki aroma yang mirip dengan aroma ini, namun dia akan cepat mengenai pemilik aroma asli ini yakni aroma Zhehan. Aroma yang dapat membuatnya gila karena rindu.

"Eeeh... Sejak kapan kau disitu?" tanya Junjun sambil mematikan handphonenya.

"Hmmm sejak kau mengerenyitkan dahimu itu"

"Ada berita terbaru apalagi Bao, yang membuatmu merasa tidak nyaman begitu" ujar Zhehan sembari beranjak naik keatas tubuh Junjun dan membaringkan kepalanya diatas dada bidang pria tampan pujaannya itu.

"Laogong, apakah mengenai diriku lagi? Apakah hal itu yang membuatmu sedih sayang?" ujar Zhehan lirih

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Laogong, apakah mengenai diriku lagi? Apakah hal itu yang membuatmu sedih sayang?" ujar Zhehan lirih.

"Maafkan aku, karena diriku kalian semua menjadi terluka, kalian semua keluargaku, keluargamu, keluarga kita dan juga keluarga besar kita. Terutama bagi para fans kita"

"Aku tidak menyangka bahwa aku akan menjadi seorang aktor terkenal. Walaupun pada awalnya menjadi impianku saat memasuki dunia hiburan ini"

"Zhang Zhehan yang dahulu hanyalah seorang aktor biasa, dapat berinteraksi dengan penggemar yang memang benar-benar penggemarku"

"Zhang Zhehan yang dapat berkeliling dunia dan bersepeda tanpa perlu pengawalan ketat, menikmati semua jajanan yang dijual di manapun"

Suara Zhehan terdengar serak dan dada Junjun terasa basah oleh air mata Zhehan yang mengalir dari pipinya yang kini sedikit lebih tirus dari sebelum.

Merasakan Zhehan menangis sedih membuat mata Junjun memerah menahan kesedihan juga amarah di sana. Hatinya terasa sakit bila melihat Zhehan menangis lagi seperti itu.

--------

😭😭😭😭😭😭😭

YA AMPUN!! GINI GINI AMAT YA MAMIH COBAANNYA.

LANJOOOT

Kiss Me TonightCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang