"Bos Jun, aku mendapat kabar bahwa kau sakit tadi siang, apakah kau ingin aku menjemputmu?" tanya Yue Xi.
"Tidak perlu, sudah tidak ada masalah. Ada hal apa lagi ingin kau sampaikan?"
"Bukankah aku sudah ijin untuk istirahat selama 2 hari ke depan? Bahkan ini belum lagi berganti hari" ujar Junjun dengan nada datar.
"Maaf, aku hanya ingin mengetahui solusinya mengenai masalah itu" tanya Yue Xi.
"Sebelumnya aku ingin bertanya padamu Jie. Sudah berapa lama kau mengenalmu?" tanya Junjun.
"Sekitar 8 tahun, lalu apa hubungannya dengan masalahnya?" tanya Yue Xi
Yue Xi mengenal Junjun karena dikenalkan oleh kerabat mereka. Jadi saat Junjun memiliki perusahaan sendiri, Yue Xi juga lah yang menjadi kepanjangan lengan Junjun.
Karena Yue Xi mampu membedakan mana hubungan persaudaraan mana pekerjaan.
Dia akan mengkritik Junjun saat ada yang dirasa kurang atau dapat mengganggu Junjun sebagai seorang aktor dan pemimpin perusahaan.
Namun dia akan memberikan apresiasi yang baik saat Junjun semakin meningkat kemampuannya.
Yuen Xi sangat mengerti bahwa Junjun adalah orang yang tidak bisa menerima ketidak adilan, ketidak jujuran apalagi kepalsuan dalam dunia nyata tidak ada dalam kamus hidup nyatanya.
Walau terkadang mulutnya terasa tajam namun sebenarnya hal itu adalah kebenaran.
"Apakah selama 8 tahun ini kau tidak belajar mengenai diriku?"
"Apakah dalam kurun waktu 8 ini kau tidak dapat memahami bagaimana diriku?" jawab Junjun
"Itu... Karena aku tidak ingin kariermu terhambat setelah bertahun-tahun kau berkecimpung di dunia ini hingga pada akhirnya kau bisa sampai pada tahap seperti ini" Jawab Yue Xi.
"Jie, aku hanyalah seorang aktor bukan seorang idol, kehidupan pribadiku tidak ada hubungannya dengan profesionalisme pekerjaanku" jawab Junjun.
"Walau dengan itu kau akan ditinggalkan penggemarmu?" tanya Yue Xi.
Sejenak Junjun menghela nafas dan menjawab.
"Kalau mereka memang penggemar sejati kami, maka mereka hanya akan melihat dan mendukung karya kami dan bukan dengan ikut campur pada kehidupan pribadi kami" jawab Junjun
"Apakah kita perlu 'orang' untuk menjadi kekasih kalian?" tanya Yue Xi hati-hati.
"Maksudmu perkawinan kontrak?" tanya Junjun
"Tidak perlu legal hanya secara tradisional" jawab Yue Xi.
"Bukankah itu menipu diri sendiri juga para dewa juga para leluhur?"
"Apakah gadis itu tidak memiliki keluarga dan orang tua?"
"Bagaimana perasaanmu bila adik atau anak perempuanmu menjadi di posisi orang itu?" ujar Junjun bertubi tubi.
".........." Yue Xi tidak dapat berkata-kata.
"Nah, kau tidak bisa menjawab bukan? Jadi masalah tidak mudah diselesaikan dengan hanya melihat satu sisi" Jawab Junjun.
"Jadi menurutmu bagaimana?" tanya Yue Xi
"Biarkan saja waktu berjalan, kami memang tidak bisa mengungkapkan kasih sayang kami secara terang-terangan di muka umum"
"Namun aku juga punya keluarga yang harus kulindungi"
"Mengenai kelompok itu. kita lihat saja. Aku juga seorang pebisnis aku juga tahu kapan aku harus melepas kapan aku harus mengambil dan kapan juga aku harus bertahan"
"Jika mereka punya sesuatu untuk menekan kami, jangan dipikir kami juga tidak punya sesuatu mengenai mereka untuk digunakan pada saat yang tepat nanti" jawab Junjun.
Beberapa saat tidak ada percakapan dari keduanya. Mereka berdua mengatur nafas menenangkan diri.
"Bos Yue, bila kau dan orang-orang di perusahaan masih percaya dengan diriku dan mau berjalan disisiku, maka dengan senang hati aku akan melindungi dengan sepenuh hatiku"
"Namun apabila kalian merasa bahwa aku tidak lagi sepaham dengan kalian maka dengan berat hati aku hanya dapat menyampaikan rasa terima kasihku yang telah berjalan bersamaku hingga kini dan mendoakan kalian berhasil di tempat kalian yang baru" akhirnya Junjun berkata.
"Bos Jun, bukan begitu maksudku. Tentu saja kami akan selalu mendukungmu" jawab Yue Xi.
"Baiklah aku rasa aku sudah banyak bicara padamu, hubungi aku bila ada hal penting lainnya" jawab Junjun mengakhiri pembicaraan mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kiss Me Tonight
Fanfiction"Sebagai apa kau melihatku selama ini Jun?" tanya Zhehan pada Gong Jun "Aku ... Ehmmm sebagai teman baikku Han" jawab Gong Jun sambil meremas jemarinya yang sedikit bergetar menutupi kegugupannya. "Kau pengecut Jun! Lain waktu bila ada perlu dengan...
