Tok...tok...tok...
"Han...Jun.... Ini mama bangun nak" terdengar suara mama Zhang di luar kamar.
Tok...tok...tok...
"Han...Jun.... Ini mama bangun nak" terdengar suara mama Zhang lagi mengetuk pintu kamar Zhehan.
Melihat mereka tampaknya masih tertidur pulas, Xiao Yu pun segera mengetuk kamar Zhehan.
Tok..tok..tok..
"Han...Bos... Bangun ini ada yang cari Bos Jun namanya Jason Xu"
"Bos Jun... Bangun ini ada yang cari Bos Han namanya Kevin Xu" teriak Xiao Yu
Mama Zhang hanya menatap bingung ke arah Xiao Yu.
Xiao Yu hanya menempelkan jari telunjuknya ke bibirnya sebagai isyarat agar mama Zhang diam saja.
Benar saja tak sampai 3 menit terdengar suara pintu kamar terbuka.
"Apaan sih Yu.. Pagi-pagi sudah berisik!!" omel Zhehan dengan mata jelalatan mencari sosok tubuh yang tadi dikatakan Xiao Yu.
"Ya ampuuun bos... Kenapa keluar kamar cuma pakai boxer doang sih" ujar Xiao Yu sambil mendorong Zhehan masuk ke dalam kamar lagi.
Di atas ranjang nampak Junjun masih tertidur pulas.
"Ish... Itu ada mamamu di luar" ujar Xiao Yu sambil memberikan kaos dan celana pendek pada Zhehan.
"Ya ampun Han..han.. Itu badan kenapa banyak tatonya begitu sih. Apa kata mamamu coba kalau melihatmu seperti ini" ujar Xiao Yu lagi.
"Jomblo tau apa sih, sudah keluar sana aku mau bangunkan Junjun" jawab Zhehan sambil menendang bokong Xiao Yu bermaksud mengusirnya keluar.
"Heh!! Matamu melihat apa? Sana keluar!!" sembur Zhehan sambil berdiri menghalangi pandangan Xiao Yu ke arah tubuh Junjun yang masih tertidur di atas tempat tidur, masih bertelanjang dada.
"Hi....hi...hi.... Pelit banget!" goda Xiao Yu.
Setelah Xiao Yu keluar Zhehan segera naik ke tempat tidur dan berbisik di telinga Junjun untuk membangunkannya.
"Jun.. Bangun sayang... Junjun" bisik Zhehan sambil mencium pipi Zhehan.
Merasakan ada seseorang yang menyentuhnya Junjun segera membuka matanya.
"Baby...kenapa sudah bangun hari masih pagi, aku masih mengantuk" ujar Junjun sembari menarik tubuh Zhehan ke dalam pelukannya.
"Iiiih.. Bangun!! Kita ditunggu mama di luar!!" Ujar Zhehan sambil menarik selimut dan melihat bahwa Junjun tidak mengenakan sehelai benangpun yang menutupi tubuhnya.
Mendengar ibu mertuanya datang, Junjun segera bangkit dan mengenakan pakaiannya sambil mengomeli.
"Kenapa tidak kau bangunkan aku dari tadi, aku khan jadi tidak enak mama Zhang menunggu diluar" Omel Junjun sambil menepuk bokong Zhehan ringan.
" Sudah cepat cuci muka dan sikat gigi sana" perintah Junjun.
"Memangnya kamu sudah?" tanya Junjun .
"belum" jawab Zhehan sambil meringis
"Ayo cepetan bareng aja" jawab Junjun
Kini mereka bertiga duduk di ruang makan.
Mama Zhang membuka obrolan
"Hanhan, mama dengar akhir-akhir ini kamu sering uring-uring an tidak jelas. Kenapa lagi?"
Mata Zhehan lantas mencari sosok pengadu itu. Namun sosok itu ternyata telah melarikan diri keluar rumah bersama kelompoknya.
"Hei... Mama tanya!!" ujar mama sambil menatap tajam Zhehan.
"Ma.. Ini semua salahku, jangan...." ucapan Junjun yang hendak membela belahan jiwanya itu terputus oleh jawaban mama Zhang.
"Kau jangan terus memanjakannya, lihat hasilnya semakin menjadi dia itu" ujar Mama Zhang
Gong Jun hanya dapat mengatupkan mulutnya kembali.
Namun tangannya menggenggam jemari Zhehan yang gelisah di sana untuk menenangkannya.
"Ehm... Itu khan karena ulah dia juga ma.. Masa ma, diluaran sana dia berani bermain mata dengan orang lain hingga tidak bisa atau menjawab panggilanku" ujar Zhehan membela diri dengan melimpahkan kesalahan kepada Junjun.
"Hah?, omongan macam apa itu, sudah aku bilang khan....." ujar Junjun
Brak!!
Keduanya tersentak kaget demi mendengar meja yang digebrak mama Zhang itu.
"Sudah aku duga, kau membuat keributan hanya karena rasa cemburumu yang tidak masuk akal"
"Apa mamah tidak pernah mengajarkan padamu artinya sebuah kepercayaan?"
"Apakah mamah tidak dapat kau jadikan contoh hidup bagaimana bersikap terhadap keluargamu?"
Zhehan hanya mengerucutkan bibirnya sambil menunduk dan mencubit punggung tangan Junjun.
"Mama tahu kau sedang dalam masa tidak nyaman saat ini, begitu juga dengan mama dan papa, juga keluarga besar kita lainnya, namun bukan berarti kau bisa menggunakan hal ini untuk menekan Junjun"
"Apakah kau bukan seorang aktor? Apakah kau kini hendak berperan sebagai istri yang banyak menuntut?"
"Bila memang Junjun bertindak seperti yang kau pikirkan itu, maka mama adalah orang pertama yang akan memegang tongkat untuk menerapkan aturan keluarga besar"
"Namun bila kau yang bermasalah dalam keluarga maka sudah menjadi kewajiban Junjun yang menggunakan hukum keluarga kalian. Paham" ujar mama Zhang panjang lebar
Keduanya segera menganggukkan kepalanya.
"Mengerti Ma" jawab mereka berdua bersamaan
KAMU SEDANG MEMBACA
Kiss Me Tonight
Fan-Fiction"Sebagai apa kau melihatku selama ini Jun?" tanya Zhehan pada Gong Jun "Aku ... Ehmmm sebagai teman baikku Han" jawab Gong Jun sambil meremas jemarinya yang sedikit bergetar menutupi kegugupannya. "Kau pengecut Jun! Lain waktu bila ada perlu dengan...
