"Sebagai apa kau melihatku selama ini Jun?" tanya Zhehan pada Gong Jun
"Aku ... Ehmmm sebagai teman baikku Han" jawab Gong Jun sambil meremas jemarinya yang sedikit bergetar menutupi kegugupannya.
"Kau pengecut Jun! Lain waktu bila ada perlu dengan...
Setelah perdamaian kemarin membuat hubungan keduanya semakin manis saja.
Namun karena kesibukan keduanya membuat Zhehan belum dapat pergi menemui orang tua Gong Jun untuk datang secara resmi.
Namun sesekali mereka berdua bicara melalui telepon dengan kedua orang tua Gong Jun.
Bahkan nenek Gong Jun sudah tidak sabar ingin bertemu dengan kekasih cucu kesayangannya itu.
"Kapan kau akan ke sini?" tanya nenek suatu hari
Dengan tersipu malu Zhehan memandang Gong Jun yang tengah memeluk pinggang rampingnya itu. Gong Jun hanya menatap wajah Zhehan seolah menyerahkan keputusan kepada Zhehan.
"Ehmmm aku akan coba luangkan waktuku Nek, aku juga ingin bertemu Nenek dan bibi juga Paman disana" Jawab Zhehan
" Aku sekarang menjadi Fansmu nomor 1 " ujar nenek
"Kenapa Nenek... Katanya nenek adalah fansku nomor 1" protes Gong Jun
"Karena dia lebih tampan dan menggemaskan darimu" jawab Nenek sambil terkekeh.
" Terimakasih Nek, nanti aku akan berikan album dengan tanda tangan asliku" jawab Zhehan bahagia
" kenapa nenek kau berikan sedangkan aku tidak" Gong Jun tidak mau kalah
"Bukankah kau tidak datang saat itu? Jadi untuk apa" sindir Zhehan
" Nenek juga tidak datang kenapa nenek dapat aku tidak" jawab Gong Jun tidak mau kalah.
"Apakah nenek waktu itu fansku, apakah nenek itu temanku, hah" jawab Zhehan lupa kalau mereka sedang menelepon.
Melihat kedua pasangan itu memulai pertengkaran dan melupakan mereka, mama segera mematikan hubungan telepon itu.
"Aaah senang melihat Junjun sekarang nampak bahagia" ujar mami Xia
"Hehehe anak itu menjadi tidak tahu malu didepan kita menunjukkan kemesraan seperti itu" ujar Papa Gong sambil menggeleng-gelengkan kepalanya
"Tapi aku menyukai Zhehan daripada kekasih yang dulu Junjun pernah dikenalkan pada kita dulu"
"Anak itu sepintas mirip dengan Junjun hanya dia lebih menggemaskan" Ujar Nenek sambil terkekeh.
Kedua orangtuanyapun mengangguk seolah menyetujui omongan nenek itu.
Sedangkan dalam ruang TV di apartemen Gong Jun, mereka berdua masih saja bertengkar tidak jelas.
"Berikan aku Album dan tanda tangan aslinya juga" desak Gong Jun
"Ih aku tidak menjual albumku, itu khan souvenir untuk yang datang saat itu" jawab Zhehan sambil berdiri menghindari Gong Jun.
"Aku khan sedang ada jadwal saat itu. Aku khan sudah jelaskan padamu, baby" jawab Gong Jun
"Baby.. Kau mau keman sebentar lagi aku mau ke studio.." tanya Gong Jun melihat Zhehan keluar pintu.
Karena Gong Jun harus segera ke studio diapun segera bersiap-siap dan membiarkan Zhehan pergi.
Namun hingga sore harinya Zhehan tidak juga menghubunginya. Maka Gong Jun menghubunginya namun tidak diangkat.
Lalu diapun mengirim pesan
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Kau sedang di mana? Jawab aku" pesan Gong Jun
Sepuluh menit kemudian masuk notif pesan dari Zhehan
"Ada apa?" tanya Zhehan
"Kemana saja dirimu, mengapa baru jawab, kata Yu kau kosong sore ini"
"Aku ada undangan makan dengan relasiku jadi mungkin aku pulang agak terlambat" jawab Gong Jun
Tak lama kemudian masuk notif lagi. Masih dari Zhehan
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Dengan segera Gong Jun menjawab
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
" Aku jemput sekarang. Jangan ganti baju" Jawab Gong Jun
Noted: buat yang paham 🤤
"Katanya mau makan dengan relasimu 🤔 " jawab Zhehan
"Tidak....tidak jadi.. Aku mau makan yang lain saja" jawab Gong Jun
"Satu setengah jam lagi aku pulang" jawab Zhehan
Dengan kecepatan kilat Gong Jun pun bergegas bangkit dan pulang tanpa mengganti baju lagi
" Bos.. Mau kemana? Ini belum selesai" ujar Sandra sambil bergegas mengikuti langkah bosnya itu
"Makan!!" "Aku pergi sendiri saja, kalian boleh pulang" ujar Gong Jun
Anak buahnya saling berpandangan, pulang? Jam segini? Biasanya mau ijin pulang cepat saja pelitnya setengah mati.
"Biarin aja.. Kapan lagi ada kesempatan kita bisa pulang cepat" ujar Cleo, yang disambut dengan anggukan gembira yang lain.