Gimana sih rasanya dijodohin sama cowok ganteng, paham agama, lemah lembut, cintanya tulus banget, tapi tunanetra?!
***
"Kenapa Dek Qia mau nikah sama Mas yang punya kekurangan?"
"Karena gak tau dan terpaksa. Gak tau kalau sebenarnya Mas punya kekur...
Moodboster : kalau Salsa udah ketemu Qia, bawaannya bikin ketawa.
Moodkesel : kalau Dev udah ketemu sama Sakha bawaannya bikin overthinking.
Bener gak?🤣
Dan di part ini, mereka jadi satu, semoga dapet feelnya😭🤣
Ambil baiknya, buang buruknya, ya ⚠️
Bismillahirrahmanirrahim.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Bagian 18 : Impian ____
Setelah Qia selesai menstruasi, Salsa pun langsung mengajak gadis itu ikut pengajian. Qia dengan senang hati menerimanya dan Sakha pun juga telah mengizinkannya.
"Allahumma ...." Sambil terus berjalan, Salsa melirik Qia. Gadis berjilbab itu berusaha mengulang sebuah doa yang dipelajarinya barusan.
Tak ada respon, Salsa mengalihkan wajah kembali ke depan kemudian melanjutkan doanya. "Jannibnaasysyaithoona ...."
Salsa menahan tawanya ketika melihat Qia mulai terusik. Dengan khusyuk, gadis bergigi ginsul itu menyambung ucapan sebelumnya. "Wa jannibisysyaithoonamaa—hmmppt!"
"Bisa diem gak lo?! Mau gue pukul pala lo pakai helm, hah?!"
Qia tak bisa lagi menahan kekesalannya mendengar ocehan Salsa sekeluarnya dari masjid sampai kini tiba di parkiran motor. Ia sudah siap melayangkan helm yang dipegangnya ke arah Salsa yang mulutnya minta dirobek.
Salsa dengan cepat segera melepaskan tangan Qia yang membekap mulutnya. Menatap ngeri helm yang siap melayang ke kepala. Namun gadis itu malah cekikikan melihat wajah Qia yang kesal.
"Gue, kan, cuma ngulang doa sebelum ngelakuin itu, sesuai sama apa kata pak ustadz. Namanya muloja'ah, Qi, bial gak lupa!"
Qia membuang napasnya gusar, menurunkan tangannya yang memegang helm. Gadis itu memasang wajah masam. Melirik Salsa dengan lirikan mematikan.
"Besok-besok gue ogah diajak kajian sama lo."
Salsa berkacak pinggang sambil berdecak karena Qia dengan mudahnya berkata demikian. "Dosa, Qi. Cali ilmu, kok males, sih?"
Gadis yang sedari tadi berdiri di dekat motornya kembali terpancing emosi. "Lain kali kalau mau ngajak, kasih tau gue dulu kek temanya apa!"
Salsa memutar bola matanya malas. Membuang pandangannya ke samping dari Qia yang posisinya kini sedang terhalang motor. Salsa menurunkan tangannya yang berkacak pinggang.
"Sebagai sahabat yang paling pengeltian, dali sahabat yang udah nikah ... menulut gue, tema kajian yang paling cocok, ya, tentang lumah tangga."
Gadis cadel itu mengangkat bahunya enteng sambil tersenyum miring. "So ... what is wrong, Baby?"