44 'Ngidam'

5.1K 1K 730
                                        

HALOOO, apa kabar semua? sudah hampir 2 tahun ya aku ga muncul di wp, maaf semuanya!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

HALOOO, apa kabar semua? sudah hampir 2 tahun ya aku ga muncul di wp, maaf semuanya!

sebagai gantinya aku bkl post draft Ken yg udah aku simpen oke, terima kasih utk yg masih setia nunggu Ken

-

Flashback on

Suasana ramai sebuah sekolah dasar saat jam istirahat ini terlihat jelas. Beberapa murid berlarian dikoridor, ada juga yang duduk dikursi bermain congklak, ada juga yang pergi ke kantin.

Namun tidak dengan gadis kecil berkuncir dua itu. Gadis berponi itu membuka tas pink miliknya dan mengeluarkan kotak bekal dari tasnya.

"Wah bawa bekal, mau dikit dong!" ucap seorang bocah berbadan gempal.

Gadis kecil itu mendongak. "Rizki mau? Tapi Bundanya Lala masak ini pedes, loh. Emangnya Rizki doyan?"

Bocah yang diketahui namanya Rizki itu langsung menarik sendok dari tangan bocah yang dipanggil Lala itu. "Nasi goreng buatan Bunda kamu enak, La. Buat Rizki aja sini!"

"Ih nggak boleh! Ini buat Lala, Rizki minta dikit aja!" tolak gadis itu. Ia berusaha mengambil kotak bekal yang diambil alih oleh Rizki.

"Lala pelit, Rizki bilang Bu guru ya!"

"Lala nggak pelit! Tapi ini bunda bikin khusus buat Lala! Lagian kamu cuma minta dikit tadi bilangnya!"

Rizki tampak mengunyah nasi goreng itu sembari meledek gadis kecil itu. "Lala minta buatin lagi sana!"

Merasa kesal karena bocah gempal itu tak kunjung mengembalikan kotak bekalnya. Gadis itu mengambil penghapus papan tulis dan memukul kepala Rizki dengan itu.

Rizki spontan tersedak saat gadis itu memukulnya. Ia menjatuhkan kotak bekal tersebut. "Kamu anak cewek tapi kenapa suka mukul!"

Gadis itu bukannya takut mendengar omelan Rizki, tapi malah menatap nanar nasi goreng yang ia sendiri belum mencicipinya.

"HUAAAA BUNDA, NASI GORENG LALA DI TUMPAHIN SAMA RIZKI!"

"Lala cengeng! Udah cengeng nakal lagi!" bocah laki-laki itu menarik kedua kuncir gadis itu.

"RIZKI SAKIT!"

"Huuuu Lala cengeng! Temen-temen, lihat deh Lala cengeng!"

Brak! Tiba-tiba saja suara pintu ditendang cukup kencang membuat tangis gadis itu mereda. Seorang laki-laki berlari ke arah mereka.

"Pergi sana!" usirnya pada Rizki.

"Lala gapapa?"

"Gapapa."

"Apa, sih, Mario ikut-ikutan! Aku nggak ada urusan sama kamu!" ucap Rizki menyolot.

Yang dipanggil Mario itu membulatkan matanya. Ia menjitak kepala dan berniat mendorong Rizki namun seseorang datang untuk memukul punggung Rizki.

KENNANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang