36 'Meet Jafir'

6.4K 1.2K 831
                                        

Haiii!! Udah berapa lama ga up ya wkwkw

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Haiii!! Udah berapa lama ga up ya wkwkw. So sorry ya.

Mau nanya kalian lagi masa MPLS kah? Asikk/b aja?

Ramein komentar per paragraf ya, jgn lupa divote juga! Kl komentarnya tembus 600+ aku double up.

Kennan menjatuhkan tubuhnya ke sofa dan membuka kancing seragamnya. Ia melempar tasnya ke atas meja kaca dan meluruskan kakinya di sana. Kennan kacau.

Untuk pertama kalinya Kennan merasa tidak tenang dengan masalah yang membuat Starla salah paham. Selepas teman-temannya mengajak ke basecamp tadi. Kennan lupa janjinya yang akan mengantarkan Bumi ke kantor kakeknya.

"Ken, kok baru pulang sayang?" tanya Prita.

Kennan membuka matanya menatap Prita yang memberesi tasnya.

"Bunda nanya, loh, kok nggak dijawab. Lagi ada masalah?"

Kennan menggeleng dan membaringkan kepalanya di pangkuan bundanya. "Ken ngantuk, Bunda."

Prita tersenyum kecil sembari mengusap rambut putranya. "Ken habis main sama temen-temen, ya?"

"Iya."

"Bunda mau kenalan sama mereka, boleh? Ken percaya sama Bunda, Bunda cuma mau ketemu aja, kok. Biar Bunda kenal sama temen-temen kamu."

Kennan terdiam sejenak. Antara harus mengiyakan atau menolak. Namun, jika terus dihindari kapan akan selesai?

"Yaudah kalau nggak mau bunda ketemu mereka. Tapi bunda boleh tau namanya?"

"Nanti malem Ken ajak mereka ke sini."

Prita sedikit melebarkan matanya tak percaya. "Beneran, Ken?"

"Kebetulan temen Ken ada perlu sama kakek."

"Kamu yakin?"

"Bunda ngeremehin, Ken?"

Prita tersenyum. "Nggak dong, jagoannya bunda paling hebat!"

Hening. Prita menatap TV sembari mengusap-usap rambut Kennan dan Kennan yang mulai memejamkan matanya. Prita menunduk menatap putranya.

"Kamu bener-bener mirip sama Ayah kamu, nggak kenal takut demi ngelindungin orang-orang yang bikin kamu nyaman." Ia menjelajahi wajah Kennan yang sangat mirip dengan suaminya, Juan. Mulai dari alis, hidung dan bibirnya.

"Assalamualaikum!"

Prita menoleh. "Waalaikumsalam. Ayah, Papa?"

Juan tersenyum kecil mengecup kening Prita. Matanya tak sengaja menangkap Kennan yang tertidur lengkap dengan seragam sekolahnya.

"Prince baru pulang, Bun?"

"Iya, habis main sama temen-temennya," jawab Prita. Ia hendak memindahkan kepala Kennan ke bantal namun Jafir menahannya.

KENNANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang