45 'Blok C'

263 32 31
                                        

Tembusin 700 votes & 1,5k komen aku up secepatnya!

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

Tembusin 700 votes & 1,5k komen aku up secepatnya!

Kennan mengetuk batang rokoknya guna menjatuhkan abu yang sudah terbakar dari nikotin tersebut. Laki-laki dengan seragam putih yang tak terkancing dan celana abu-abu itu tengah duduk di angkringan belakang sekolah. Alias membolos.

"Kenapa gue ngerasa semenjak kakek lo cabut hukuman itu, lo jadi terang-terangan bandelnya, Ken?" tanya Bian.

"Ya karena emang gue gini," jawab Kennan enteng.

"Bumi kemana, deh?" tanya Levi yang baru saja kembali dari warung.

"Ngurus OSIS, 'kan dia mau lengser. Jadi ribet nyeleksi yang bener-bener," balas Bian.

"Eh Le, kenalin, lah, satu cewek buat gue. Bentar lagi ujian kelulusan, terus prom. Masa iya gue alone terus." Bian mengusap wajahnya kasar. Ia mencomot gorengan dan menunjukkan wajah melasnya.

"Gimana ye, Yan. Lo mau tipe kayak apa, nih?" tanya Levi. Laki-laki itu membuka ponselnya menatap satu persatu kontak perempuan.

Bian tampak berpikir sejenak membayangkan tipe ideal perempuannya. "Yang tingginya 165 cm, rambutnya sebahu, bucin, terus-"

"Yang mau sama lo dulu aja, Yan," celetuk Kennan.

Sontak Bian membelalakkan matanya. "Ken! Lo!"

Kennan terkekeh melepaskan asap rokoknya. "Apa? bener, kan?"

Bian mengepalkan tangannya ke udara. "Ya nggak salah, sih. Tapi gue kesel!"

Bian menggerutu kesal namun tetap juga menyebutkan tipe perempuan yang ia inginkan.

Kennan merotasi matanya melihat Levi menunjukkan kebolehannya dalam mencari perempuan. Ya, Ia sudah tak heran jika Levi mempunyai perempuan dengan berbagai tipe ideal. Bahkan kontak hpnya saja asrama putri.

Ting. Kennan menaruh rokoknya di asbak dan menilik notifikasi ponselnya. Alisnya tertaut.

"Ayah? tumben." Kennan membuka layar kunci ponselnya, membaca pesan dari Juan.

Ayah
|Ken, coba pergi ke perumahan dekat danau, blok C
|Kamu bakal dapat apa yg kamu cari

"Le, Yan," panggil Kennan.

Kedua laki-laki itu mengalihkan fokusnya dari ponsel. "Kenapa, Ken?"

"Deket danau, ada perumahan?" tanya Kennan.

"Perumahan banyak, Ken! Mau yang mana satu?" tanya Bian balik.

"Eh tunggu, deh, perumahan deket danau setahu gue cuma satu. Itu perumahan lama gitu, cuma ya emang elit, sih, karena kawasan tertutup gitu, gue denger dari bokap. Ada murid SD dia yang anak konglomerat tinggal disana," jelas Levi.

Kennan menjentikkan jarinya. Ia mulai paham alasan Jafir berada di restoran dekat danau. Ia bangkit memakai jaket jeansnya, tangannya merogoh saku membayar cemilan yang mereka makan.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Feb 07 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

KENNANTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang