chapter 12

12.6K 939 104
                                        

*

*

*

Mew terdiam, kedua matanya terkunci melihat sosok yang kini berada dihadapannya.
Kedua bola matanya memutar bahkan naik dan turun memperhatikan wajah Kana yang sudah tertidur.

Masih terasa seperti mimpi baginya. Memiliki seorang istri sekaligus akan menjadi seorang Ayah sungguh tak pernah dan tak ada sedikitpun niatan didalam benaknya.

Mungkin takdir, ia menganggap kehadiran istri dan calon anaknya adalah suatu titipan sang pencipta yang kini harus ia jaga dan pertanggung jawabkan.

Ya, Mewangga adalah sesosok laki-laki yang gila akan bekerja. Mungkin karena ia adalah anak satu-satunya. Ia merasa memiliki tanggung jawab yang besar atas kedua orang tuanya dan juga seluruh perusahaan milik kedua orang tuanya.

Dari ia mulai duduk dibangku sekolah dasar, tepatnya disaat ia kelas 3 SD. Ia sudah diajarkan berbisnis oleh sang Papah. Dan jangan lupakan, ajaran paling utama yang ditanamkan oleh kedua orang tuanya adalah tidak boleh menyakiti hati orang lain dan bertanggung jawab dengan apa yang diperbuat.

Setelah ia pastikan Kana sudah tertidur pulas. Mew menghentikan elusan tangannya. Ia mencoba mengangkat tangannya dari perut Kana namun tiba-tiba saja Kana menggeliat membuatnya terkejut dan refleks kembali mengusap perut Kana yang masih datar.

"Eunghh." Kana melenguh. Tanpa sadar ia membalikan tubuhnya menghadap kearah suaminya lalu memeluknya membuat suaminya semakin terkejut.

Mata Mew membulat, melihat wajah Kana yang benar-benar sangat dekat dengannya. Hangat nafasnya pun terasa menerpa permukaan wajahnya. Mew terdiam, ia tak tega untuk melepaskan pelukan istrinya karena takut istrinya akan terbangun.

Huff!!

Mew menarik nafasnya dalam memasrahkan tubuhnya yang dipeluk oleh istrinya. Mungkin karena hormon kehamilannya lah yang membuat istrinya begitu nyaman tidur didalam pelukannya. Seperti apa yang ia baca dan ia pelajari di internet. Bahwa seseorang yang tengah hamil bisa saja menjadi lebih manja dan nyaman dengan suaminya dan ada juga yang menjadi sangat benci dengan suaminya. Ya, Mew tidak pernah bermain-main dengan perkataannya. Jika ia sudah bilang akan bertanggung jawab, maka itu akan ia lakukan bahkan dari hal yang sangat terkecil sekalipun.

Namun ada satu hal yang tak bisa ia pastikan untuk meberikannya kepada sang istri. Yaitu cinta. Cinta yang memang ia tidak tau bahkan buta akan hal itu.

🌞❤🌻❤🌞❤🌻❤🌞❤🌻❤🌞❤

Sudah lebih dari lima jam Kana terlelap tanpa merubah posisinya. Mew yang tadinya hanya diam kini mulai merasakan pegal dan juga kesemutan. Karena ia rasa sudah cukup lama istrinya tertidur. Dengan perlahan ia mencoba membangunkan istrinya untuk makan malam bersama dengan seluruh keluarganya.

"Na, Kana. Bangun Na." ucap Mew sambil menggoyang-goyangkan bahu Kana perlahan.

Eunghh!!

Bukannya bangun dari tidurnya justru Kana melenguh dan semakin mengeratkan pelukannya lalu menurunkan sedikit tubuhnya hingga kepalanya tepat berada didada bidang suaminya. Tanpa sadar ia menggesekan kepalanya didada suaminya lalu menyembunyikan wajahnya didepan ketiak suaminya.

Mew yang diperlakukan seperti itu pun terkejut setengah mati. Tiba-tiba saja jantungnya berdebar sangat kencang dan juga ia merasakan ada perasaan aneh yang muncul dari dalam dirinya. Rasa hangat yang menggelitik dari perlakuan manja sang istri yang belum pernah ia dapatkan dari siapapun.

Entah tuntunan dari mana tangannya refleks menyentuh pucuk kepala istrinya. Ia usapkan tangannya lembut ke rambut hitam istrinya yang halus dan harum.

Eummhh!!

BIG BOSS (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang