🔥chapter 38🔥

15.9K 908 308
                                        

*

*

*

Dua bulan telah berlalu, kini usia kandungan Kana sudah memasuki bulan keempatnya. Kana baru saja memeriksa kandungannya seperti biasa yang selalu ditemani oleh suaminya.

"Mas nanti sebelum kekantor kita ke alfa dulu ya, kayanya aku lagi kepengen makan coklat deh

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Mas nanti sebelum kekantor kita ke alfa dulu ya, kayanya aku lagi kepengen makan coklat deh." pinta Kana sambil memeluk lengan suaminya yang sedang menyetir.

"Iya sayang, nanti kalau didepan ada alfa kita berhenti ya, kita ndak langsung pulang dulu, Mas mau ajak kamu kerumah adik angkat Mas, dia baru melahirkan 1 minggu yang lalu."

"Yang waktu itu kekantor? Bukannya kandungannya waktu itu kata Mas baru enam bulan ya, kan kalo waktu itu enam bulan berarti sekarang kandungannya baru delapan bulan Mas." tanya Kana yang bingung.

"Iya, Namanya Nunew, sayang. Nunew waktu itu jatuh dari kamar mandi makannya harus melakukan operasi darurat."

"Hah? Terus keadaan anaknya gimana Mas?"

"Katanya sih baik-baik saja, Mas ndak tau pasti sayang."

"Oh.." balas Kana mengangguk.

"Eh iya Mas, ini kita kesana bawa apaan? Masa kita kesana cuma tangan kosong aja sih."

"Nanti pas ada alfa kita sekalian belanja buah saja ya."

"Oke!"

🌞❤🌻❤🌞❤🌻❤🌞❤🌻❤🌞❤

"Pelan-pelan sayang turunnya." Mew mengulurkan tangannya agar diraih oleh istrinya menjaga sang istri turun dengan aman dari mobilnya.

"Kenapa Na, kok kamu ngeliatnya kaya begitu banget sih?" tanya Mew disaat melihat istrinya yang tersenyum.

"Nggak papa Mas, aku cuma seneng aja liat rumahnya adik Mas, keliatan banget kehangatannya."

"Loh memangnya rumah kita ndak hangat?"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Loh memangnya rumah kita ndak hangat?"

"Bukan ndak hangat Mas, gimana ya, rumah Mas terlau besar kalau hanya untuk kita berdua, bahkan kalau nanti anak kita lahir pun rumah itu bagi aku tuh terlalu besar dan luas. Nah kalau rumah adeknya Mas, pas nih. Kaya berasa banget hangatnya. Ngebayangin aku main dihalaman sama anak kita sambil nunggu Mas pulang kerja tuh, kayanya gimana gitu." balas Kana menjelaskan dengan tersenyum.

BIG BOSS (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang