chapter 45

10.7K 823 121
                                        

*

*

*

Brukkhh!!

Kana membanting pintu ruangan suaminya kencang membuat suaminya terkejut. Kana melangkahkan kakinya menghampiri sang suami dengan wajah yang cemberut.

Mew yang tau jika istrinya sedang kesal pun langsung membuka kancing lengan bajunya lalu mengulurkan tangannya kearah sang istri.

Ssshhhttt!!

Mew meringis menggigit bibir bawahnya disaat sang istri menggigit kencang lengannya sampai sang istri puas dan melepaskannya.

"Sini duduk sayang, kamu kenapa lagi? Digodain Bright lagi, atau si Bow, apa si Mild?" tanya Mew sambil menarik pelan istrinya membawanya duduk dipangkuan.

"Bukan Mas, itu si Agus ngatain aku gendut." adu Kana sambil menyandarkan kepalanya kekepala suaminya.

"Hahaha...!" tawa Mew gemas sambil menciumi pipi sang istri lalu  mengusap perut sang istri yang terus saja bergerak akibat tendangan dari bayinya.

!" tawa Mew gemas sambil menciumi pipi sang istri lalu  mengusap perut sang istri yang terus saja bergerak akibat tendangan dari bayinya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Nanti Mas pukul ya si Agusnya, sudah jangan cemberut seperti itu Mas'nya jadi gemes nih gantian mau ngegigit kamu."

"Emangnya aku jelek ya Mas?" tanya Kana sambil memanyunkan bibirnya.

Mew tersenyum, ia menahan tawanya mendengar pertanyaan sang istri. Bukannya menjawab pertanyaan sang istri, Mew malah menggerakan pinggulnya lalu menarik dan mendorong pelan bokong istrinya membuat sang istri tersipu.

"Mas mau ngomong jujur panjang lebar tapi nanti dibilang gombal lagi, jadi yaudah deh, Mas jawab pakai peragaan saja ya. Hahaha." tawa Mew pelan menggoda sang istri.

"Ini Mah namanya Mas mesum." kesal Kana mencubit paha sang suami membuat sang suami meringis kesakitan.

"Ya ndak papa kan Mas mesum sama istri Mas." gemas Mew kembali menciumi pipi dan leher sang istri membuat sang istri tertawa dan melupakan rasa kesalnya.

"Sayang."

"Apa Mas?" Tanya Kana sambil menggenggam tangan suaminya yang berada didepan perut besarnya.

"Ini sudah seminggu loh kita tinggal dikantor, ini kamu beneran ndak mau pulang kerumah? Persalinan kamu sebentar lagi loh sayang."

"Ndak mau Mamas, aku nggak mau pulang kerumah itu lagi, lagi pula emangnya disini kenapa sih, kan lengkap juga kaya dirumah."

"Ya tetap saja ini kantor. Mas tuh sebenernya mau ajak kamu pindah kerumah yang di Bougenvil tapi pasti nanti Mamah marah, dan Mas juga takut. Kamu juga, Mas ajak nginep dirumah Mamah atau Bunda nggak mau."

"Ya ampun Mas, itu kan cuma mitos, lagi pula nggak pindah juga gapapa, aku betah kok tinggal disini."

"Sayang, entah itu mitos atau fakta Mas tetap takut. Karena sepertinya hal-hal seperti itu pun sudah menjadi suges buat diri Mas sendiri, lagi pula pantangan dan larangan seperti ini memang sudah turun temurun dikeluarga Mas, kamu kan tau sendiri keluarga Mas orang jawa, jadi hal-hal yang seperti itu masih kental di keluarganya Mas. Pantang banget sayang pindah rumah disaat hamil tua." ucap Mew yang lagi-lagi harus menjelaskan kepada sang istri.

BIG BOSS (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang