chapter 48

10.6K 821 215
                                        

*

*

*

"Mas, ini kita beneran mau pindah rumah?" tanya Kana yang masih bingung dan tak percaya. Kini Mew dan Kana sedang berada diperjalanan pulang ke rumah keduanya yang berada diperumahan elit Bougenville.

"Iya sayang, kan kamu sendiri yang bilang sama Mas ndak mau pulang ke rumah yang lama."

"Tapi Mas, nanti barang-barang kita gimana? Terus perlengkapan dedek Izelle gimana?" tanya Kana bertubi-tubi.

"Semua barang-barang kita sudah dipindahkan semalam Bun, perlengkapan dedek Izelle juga sudah dibawa ke Bougenville semua, sudah rapih malah." jawab Mew tersenyum menatap wajah sang istri lalu kembali memfokuskan kedua matanya kearah jalanan.

"Untung Daddy Izelle Daddy Mewangga, coba kalau sampe om Bright yang jad..."

"Bun!" tegur Mew yang langsung menatap tajam kedua mata istrinya menunjukan rasa tak suka dengan perkataan sang istri.

"Hehehe.... Kan kalau Mas, ak.."

"Nggak usah dikalau-kalau'in ya sayang. Sumpah Mas nggak suka! Jangan pernah bahas itu lagi, Mas nggak mau sampai perkataan itu keluar lagi dari mulut kamu." tegas Mew dengan wajah seriusnya.

"Iya Mas maaf." balas Kana menyesal.

Kana yang dimarahi oleh suaminya pun langsung menunduk sedih. Ia menatap wajah sang puteri yang berada didalam gendongannya.

Padahal. Kana tidak bermaksud membuat suaminya marah kepadanya, hanya saja rasa takjubnya membuat bibirnya refleks mengatakan sesuatu hal yang memang tak seharus ia katakan.

Mew yang mengerti jika istrinya bersedih, dan menyadari kesalahannya pun langsung menepikan mobilnya.

Kana hanya diam ketakutan, ia kira sang suami akan memarahinya karena sampai menepikan mobilnya.

"Sayang, Mas minta maaf ya, Maaf Mas sudah bentak kamu barusan." ucap Mew lembut sambil mengusap rambut hitam lebat istrinya.

"Maafin aku ya Mas." sesal Kana menatap wajah suaminya.

"Mas ndak suka kamu bahas tentang masalah itu lagi."

"Sekali lagi maafin aku ya Mas."

Mew menarik pelan wajah istrinya lalu mengecup keningnya.

"Sudah jangan sedih lagi, Mas ndak marah kok. Itu dedek Izelle'nya mukanya ketutupan selimut sayang." ucap Mew sambil menyingkirkan ujung selimut yang berada diatas wajah puteri kecilnya.

"Biarin Mas, dingin loh ini didepan ac banget, dedek masih bisa nafas kok." balas Kana yang kembali menutup wajah sang puteri dengan selimut bayi tipisnya.

Mew tersenyum, ia kembali mengusap pipi istrinya lalu mengecupnya.

"Pinter banget memang istrinya Mas ini."

🌞❤🌻❤🌞❤🌻❤🌞❤🌻❤🌞❤

"Gimana sayang, kamu suka rumahnya. Rumahnya hampir sama seperti rumah Nunew kan?" tanya Mew sambil merangkul sang istri masuk kedalam rumah barunya.

 Rumahnya hampir sama seperti rumah Nunew kan?" tanya Mew sambil merangkul sang istri masuk kedalam rumah barunya

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
BIG BOSS (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang