Kisah seorang bos besar yang menikahi salah satu karyawan diperusahaanya...
🌻🌻🌻🌻🌞🌞🌞🌞🌞
Bahasa campuran ✔
Bahasa kasar ✔
Cerita halu dimana yang gak mungkin bisa menjadi mungkin ✔
Buat happy happy aja ✔
Jangan lupa follow, vote and comment ✔
Malam hari diruangan Kana. Papah, Ayah, Bunda, Gia dan Gio sedang asik berbincang bersama.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Sementara Mew duduk disisi ranjang sang sang istri sambil menyuapi istri manisnya buah pepaya.
Sedangkan Mamah tengah menggendong cucu kecilnya setelah sang cucu meminum ASI dari Buna'nya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Mew, Kana. Kalian sudah ada nama untuk anak kalian?" tanya Papah berbalik menghadap sang putera dan juga menantunya.
Mew dan Kana yang ditanya pun saling menatap dan tersenyum.
"Grizelle Chandara Ayudha." jawab Mew dan Kana secara bersamaan.
"Izelle?" Mamah berbalik menatap kedua puteranya.
Mew dan Kana pun mengangguk sambil menatap puteri kecilnya yang masih berada digendongan sang Mamah.
"Cantik sekali namanya, semoga kelak puteri kalian bisa menemukan jati dirinya didalam nama tersebut." puji Papah sambil bangkit dari duduknya lalu berjalan menghampiri sang istri dan juga cucu kecilnya.
"Ih Papah, kamu tuh dari tadi ngusap pipinya Izelle aja, tangan kamu tuh tadi habis megang gelas loh." tegur Mamah.
"Ya ampun maaf Papah lupa."
"Arti nama anak kamu apa Kak?" tanya Ayah.
"Grizelle. Puteri yang pandai, cerdas dan pemberani. Chandara. Sinar terang yang cantik berasal dari bulan." jawab Kana tersenyum sambil memandangi lucunya wajah sang puteri.
"Perut kamu gimana, masih sakit?" tanya Papah.
"Enggak Pah, cuma perut aku tuh kaya nggak enak aja, biasa besar dan berat terus ini kaya apa ya.." ucap Kana menggantung berfikir.
"Syukurlah Kak, suatu keajaiban kamu bisa melahirkan secara normal, jadi pemulihannya bisa cepat. Kalau kamu sampai dioperasi, aduh rasa sakit bekas luka jahitannya itu bisa bertahun-tahun sayang." timpal sang Bunda.