"ih, rapi banget Kenzo nyaa" puji Gigi melihat Kenzo yang kini sudah terlihat begitu segar dengan kaus baru serta celana yang berbahan jeans ringan di tubuhnya. Tak lupa kaus kaki kuning bermotif mobil mobilan yang begitu pas membalut kaki mungilnya yang agak berisi. Thanks to Mark yang udah pakaiin dia baju.
Melihat Gigi, Kenzo melangkah perlahan dengan kedua tangan yang dia angkat. Memberi isyarat dia ingin di gendong. "utututu~ mau dingendong ya" ucap Gigi lalu membawa Kenzo kedalam gendongannya.
"kamu udah siap?" tanya Mark muncul dari wardrobe closet dengan tas besar Kenzo yang menggantung di lengannya.
"udah"
"yaudah, yuk jalan. pasti nih anak kangen mami papinya"
Iya, besoknya setelah malam panjang dan melelahkan yang Mark dan Gigi ciptakan, dua orang itu harus mengantar pulang Kenzo ke Kai dan Krystal——yang baru saja sampai pagi tadi. Sengaja diantar sore menjelang malam dengan alasan membiarkan sepasang suami istri itu istirahat dan menghilangkan sejenak jet lag mereka. Lagipula, Mark dan Giigi juga baru bangun sekitar jam 9 pagi karena aktivitas mereka semalam.
Selama di perjalanan menuju Jakarta Utara, Gigi sibuk bermain dengan Kenzo. Menganggap Mark seakan tiada disana. Sesekali dua orang itu akan bernyanyi bersama semua jenis lagu cocomelon, bergerak mengikuti gerakan anak anak di video baby shark, mengemili camilan yang sengaja Mark simpan di mobil, hingga menonton short cartoon bila Kenzo mulai bosan dengan suara cocomelon. Diabaikan dengan alasan seperti ini bukan masalah bagi Mark, karena diam diam Mark juga menikmati pemandangan dan suasana yang Gigi dan Kenzo ciptakan.
Dia senang mendengar tawa Gigi, mendengar monolog Gigi, mendengar perbincangan random Gigi dan Kenzo, melihat setiap ekspresi Gigi yang menggemaskan karena merespon Kenzo, bahkan hal hal random dan lucu yang Gigi lakukan agar bisa membuat Kenzo tertawa. Mark suka semua itu, merekam semuanya di ingatannya, dan akan memasukkan ke file terindah di otak yang akan dengan senang hati dia putar terus menerus. Karena——Karena Mark yakin, setelah semua ini berlalu, dia akan sulit menemukan sisi Gigi yang ini, sisi Gigi yang begitu bahagia bersama anak kecil dalam waktu yang lama.
"harusnya kemarin kita ajak Kenzo ke Ragunan atau ke Jakarta Aquarium ya, Mark: sahut Gigi tiba tiba.
"kok aku gak kepikiran" sambungnya.
"oh iya ya..." balas Mark baru juga tersadar.
"pasti dia senang lihat ikan ikan"
"gapapa masih ada hari lain" ucap Mark.
"semoga aja ce Krys sama Kak Kai mau punya anak lagi jadi pergi ke Milan atau another country ya" harap Gigi.
Mark tergelak, tangan kirinya terangkat lalu mengelus puncak kepala Gigi. Melihat sekilas wanitanya yang memancarkan aura bahagia dari tubuhnya.
"nanti kapan kapan kita ajak Kenzo jalan"
"andai kita punya anak" keluh Gigi tiba tiba.
Mark menghembuskan nafas panjangnya, dia meraih satu telapak tangan Gigi dan mengusapnya lembut. "sabar ya..."
"AAAA, anak mommy" ucap Krystal langsung mengambil Kenzo dari gendongan Gigi, mengelus elus punggung anaknya.
Mereka baru saja sampai di rumah minimalis Krystal dan Gigi, benar benar minimalis. Ukurannya tak sebesar rumah Mark dan Gigi——wajar sih karena rumah Mark dan Gigi kan pemberian Eyang——tapi terlihat cukup luas karena tata interior yang bagus dan tak ada buffet buffet besar nan tinggi disana. "duduk dulu Mark Gigi" ucap Kai menunjuk sofa ruang tengah mereka.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Perfect You ; Second Date II
Fanfiction; Sequel of Second Date Dunia ini lucu sekali bukan? Every woman calls out "woman support woman" and a second after they demand a perfection from other women. Where is the freaking "woman support woman" that they are calling for? Kelanjutan dari ki...
