suprise

2.4K 215 30
                                        

Malamnya, Mark mengeryitkan dahinya ketika tak mendapati Gigi diranjang. Padahal jam sudah menunjukkan pukul 11 malam, yang mana biasanya mereka——khususnya Gigi——sudah terbaring di ranjang walau sambil menonton netflix.

Mau tak mau, Mark pun keluar dari kamar kembali mengecheck satu persatu kamar yang ada di lantai dua. Mendengar suara sibuk dari dapur, Mark yakin Gigi ada disana dan sedang sibuk dengan kue. "Babe?" tanya Mark dari balkon dalam rumah.

"Yes?" balas Gigi dari bawah.

"where are you?"

"Kitchen?"

Mendengar jawaban Gigi, Mark pun menuruni tangga kemudian berjalan menuju dapur. Tubuh pria itu menemukan Gigi yang tengah sibuk menata satu cake tart simple dengan hiasan krim biru tua disana. Beserta satu kotak yang berbungkus disamping kue tersebut.

"what are you doin'?"

Melihat Gigi yang begitu sibuk di tengah malam, Mark menghembuskan nafas panjangnya. "Kamu gak capek apa? Gak ngantuk?"

Alih alih menjawab pertanyaan Mark, Gigi malah menarik Mark untuk mendekati kue juga kotak tersebut. Dia tersenyum lebar "aku punya sesuatu buat kamu" ajak Gigi.

"Apa? A cake? Is this a tester cake?" Tanya Mark menunjuk cake dihadapannya.

Gigi menggeleng, dia lalu menyalakan tiga lilin panjangn nan tipis yang tertancap disana. Mark semakin bingung melihat apa yang Gigi lakukan. "Babe, ultah aku udah lewat loh. Ultah kamu juga" ujar Mark.

"Ih bukan ultah, pokoknya aku punya hadiah buat kamu"

"Anggap aja hadiah kepulangan kamu" timpal Gigi kemudian mengangkat kue tersebut lalu menghadapkannya pada Mark.

"Blow the candle"  titah Gigi.

"Should I make a wish?" Tanya Mark menatap mata Gigi yang kini terpancar cahaya kuning dari lilin.

"Hmmmm, up to you" jawab wanita tersebut.

Karena sudah jadi satu kebiasaan, Mark menutup matanya kemudian mengucapkan wish didalam hati. Setelah harapannya terucap, dia pun meniup lilin lilin itu hingga mati.

"Yey!" Seru Gigi.

Kue tersebut kembali tergeletak diatas meja, Gigi kini mengambil box yang sudah dibungkus indah bersamaan dengan satu pita besar putih yang menempel di tutupnya. Didekat pits tersebut ada satu kartu yang tertuliskan


From : G
To : M


"Now, open the box" pintanya.

Dengan wajah bingung Mark tetap mengikuti apa yang Gigi suruh. Dia pun membuka kotak tersebut. Kedua alisnya terangkat saat menemukan satu kaus hitam yang terlipat disana. "Kaus?"

Gigi mengangguk, "lihat dulu kausnya"

Lipatan kaus itu pun Mark buka disusul dengan senyum yang mengembang di bibir Mark. Melihat reaksi Mark membuat Gigi juga ikut tersenyum.

Mark mendongak "babe?"

"Apa itu tulisan di bajunya?"

"Be nice to me, my wife is pregnant" 

Senyum Mark tak luntur sama sekali, dia malah salah tingkah dan menatap Gigi dengan pandangan tak percaya tapi juga bahagia.

"Masih ada tau di dalam box nya" tunjuk Gigi pada box yang masih terbuka tersebut.

Dengan segera, Mark kembali meraih box tersebut kemudian mencari benda yang Gigi maksud diantara bola bola kecil dalam box itu. Dan, yap. Dia mendapatkannya.

 The Perfect You ; Second Date IITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang