Setelah menjemput Garend juga Ganesh pulang dari English First, mobil Mark pun melengang pergi menjemput Gigi juga Misella yang sedang menunggunya di yayasan Martha. "kita mau jemput Ka Matta?" tanya Ganesh, si anak berumur 8 tahun itu.
"iya, jemput Mami sama Misell juga, Gan" jawab Mark melaju mobil memasuki kawasan yayasan.
"yey, kak Matta!" seru Garend bahagaia. Kalau sama Martha, entah kenapa Garend lebih banyak bercerita. Ia merasa begitu nyaman berbagi cerita kesehariannya dengan gadis yang kini sudah berumur 20 tahun tersebut. Gadis yang berbeda 8 tahun dengannya.
"so after pick them up, where we gonna go, Pih?" tanya Ganesh.
Mark terkekeh "wow, Your english is getting better, kid" puji Mark melihat Ganesh dari pantulan rear-vision mirror.
Ganesh tersenyum lebar karena dipuji oleh Mark "thank you, Pih"
"habis jemput mereka kita kemana? nanti tanya Mamih aja ya" jawab Mark.
"semoga pergi jajan ya, Pih" bisik Garend.
Mark tergelak. Secara fisik, Garend memang begitu mirip Mark. Namun, makin besar dia, makin mirip perilakunya dengan Gigi. Dia lebih suka menyibukkan dirinya, dia begitu suka makan apalagi sushi, dan selalu senang kalau diajak belanja.
Setelah sampai di yayasan, tiga orang didalam mobil itupun turun untuk menjemput Gigi juga Misell dan Martha. Sekaligus menyapa beberapa pegawai yayasan yang masih bekerja disana. Ini bukan pertama kalinya bagi Garend juga Ganesh ke yayasan, tak jarang setiap sabtu atau setelah ibadah minggu mereka mengunjungi yayasan dengan Mark ataupun Gigi. Awalnya sekadar ingin menjumpai Martha, tapi makin kesini mereka malah punya teman bermain dan mengobrol.
"Halo, Garend, Ganesh" sapa Bu Katrine.
"Ibu? halo ibu" sapa Garend dan Ganesh dengan ramah.
Karena Garend dan Ganesh yang masih ingin berbicara dengan Ibu Katrine, akhirnya Mark pergi lebih dulu menjumpai Gigi di ruangan Bu Christy. "waduh, kalian makin cakep saja ya" puji Bu Katrine.
"Makasih ibu" jawab Garend dan Ganesh bersamaan.
Melihat Ganesh yang celingak celinguk ke lapangan juga ruang ruang kelas, Bu Katrine menyahutinya "ada apa, Nesh? kamu nyari siapa?"
"Tommy dimana ya, Bu? biasanya tiap sore seperti ini dia main bola sama mereka" tunjuk Ganesh pada sekumpulan anak anak cowok——sepertinya penghuni baru yayasan——yang sibuk bermain sepak bola di lapangan.
"oh Tommy, yaampun. Dia sudah dapat keluarga minggu kemarin sayang" jelas Bu Katrine.
Tau kalau adiknya pasti sedih, Garend mengelus pelan punggung Ganesh. Tommy, si anak cowok berbadan berisi itu salah satu teman dekat Ganesh di yayasan. Teman yang selalu mengaja Ganesh bergabung dengan yang lain untuk bermain bola atau bulu tangkis. Teman yang membuat Ganesh betah berlama lama di yayasan, bahkan pernah menjadi alasan Ganesh untuk menginap disana demi bermain nintendo di yayasan.
"kok Tommy gak bilang bilang ya, Bu?" tanya Ganesh dengan wajah tertekuknya.
Wanita paruh bayah dengan rambut yang dicepol itu menghela nafas panjangnya. Melihat bagaimana dekatnya Ganesh dan Tommy, Bu Katrine paham apa yang dirasakan ganesh sekarang. "maaf ya, Bu Katrine lupa kasih tau Ganesh. Tommy juga kan tidak bisa cerita ke Ganesh. Kan Tommynya tidak punya hp" jelas Bu Katrine.
"sudah, Gan. Nanti kita tanya nomor telpon Tommy ke Bu Christy" usaha Garend masih mencoba menenangkan Ganesh.
"Nah iya, yang ketemu sama orang tua angkat Tommy itu Bu Christy, Ganesh"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Perfect You ; Second Date II
Fanfiction; Sequel of Second Date Dunia ini lucu sekali bukan? Every woman calls out "woman support woman" and a second after they demand a perfection from other women. Where is the freaking "woman support woman" that they are calling for? Kelanjutan dari ki...
