quality time

1.8K 156 19
                                        

Setahun kemudian, disaat Misella si bungsu keluarga Mark sudah berumur satu tahun...


"Gi!! ayo cepetan, nanti Garend ngambek loh!' teriak Mark dari lantai bawah. Pasalnya keluarga kecil ini hendak menghambiskan malam minggu mereka dengan quality time bareng tanpa Sus Tari. Hanya Mark, Gigi, Garend, Ganesh, dan Misella. Namun, sebelum pergi ke salah satu mall, mereka harus menjemput Garend di tempat les berenang lalu pergi menjemput Ganesh di rumah Yeira——karena Ganesh yang senang main bersama Yeira.

"sabaaar" balas Gigi dari lantai atas.

"kalau dia ngambek kamu yang bujuk ya!" balas Mark lagi.

"Iyaaaa astaga"

Sambil menunggu Gigi, Mark menggendong Misella sambil menjemurnya dengan matahari sore kala itu. Karena terlalu sibuk dengan pekerjaannya juga sedang merancang kerangka novel terbarunya, Mark jadi jarang menghabiskan waktu bersama anak anaknya. Saat pagi, ia sudah harus berangkat sebelum anak anaknya bangun dan pulang ketika mereka sudah lelah untuk diajak bermain——yang tak lama kemudian mereka akan jatuh tertidur.

Makanya, bila ada waktu kosong seperti ini tak mungkin ia sia siakan. Bahkan dari jauh hari setelah tau akhir minggunya kosong, ia sudah menyusun rencana apa yang akan mereka lakukan pada Gigi. "mamih kamu kalau make up lama banget deh, dek" ucap Mark menoleh pada wajah mungil Misella yang ada digendongnya.

"mamih?" diumur setahun ini, Misella baru bisa mengucapkan kata kata yang sering ia dengar di sekitarnya. Seperti Mamih, Papih, gayend, ganesy, kokoh, dan akak. oh, jangan lupakan us panggilan khususnya buat Sus Tari.

Mark mengangguk "kamu kalau siap siap jangan kelamaan ya, nanti kasihan pacarmu"

"anaknya baru setahun udah ngomongin pacar aja" suara Gigi tiba tiba muncul di ambang pintu geser penghubung ruang makan dan taman belakang.

Mark langsung menoleh pada sumber suara, ia tertawa mendengar ucapan Gigi. Bukannya berdiri, Mark malah terpaku melihat Gigi dengan dress hitam sleeveless yang menempel pas ditubuhnya, tak longgar tak juga ketat pada tubuh Gigi. Serta rambut dark brown nya yang di cepol tinggi nan rapih. Tak lupa wedges pendek yang menghias kaki cantiknya.

"babe, kalau kita jalannya berdua aja gimana?" ucap Mark.

Gigi memutar matanya "yang bener aja kamu, yang ada anak anak pada ngambek. udah ah ayo, katanya ntar Garend ngambek" ucap Gigi kemudian meninggalkan Mark yang masih memperbaiki posisi gendongannya pada Misella.

Saat masih di dalam perjalanan menuju tempat les Garend, Mark menoleh pada Gigi ketika lampu lalu lintas berubah jadi merah. "why are you keep staring me like that, Markie?" tanya Gigi mengangkat pandangannya dari Misella yang duduk dipangkuannya.

"cause My girl look so prettyyyy tonight" puji Mark.

"jadi biasanya gak cakep? oh iya, soalnya istrinya udah tua dan udah mulai dasteran di rumah" nyinyir Gigi.

Mark tergelak tapi juga panik merasa salah ucap. "gak gitu astaga"

"terus kenapa kamu gak pernah muji aku kalau lagi dasteran atau dirumah tuh?"

Mark lagi lagi tergelak, ia kembali melajukan mobilnya disaat lampu berubah hijau. "kan. malah ketawa lagi" sungut Gigi.

"iya, nanti aku bakal selalu bilang kamu pretty tiap lagi dasteran deh. tapi kalau dikomen Garend, kamu jangan malu ya"

Kini Gigi yang skakmat, benar juga ia lupa kalau mereka sudah punya anak dan garend sudah mulai mengerti kata kata seperti itu. Jelas kalau Garend mendengarnya, Gigi yang malu dan Mark malah cekikikan bangga. cih, apa apaan ini batin Gigi.

 The Perfect You ; Second Date IITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang