Mark merenggangkan tubuhnya, syuting hari ini selesai pukul 11 malam. Dan seharian ini, dia sama sekali tak mendapatkan pesan juga telpon dari Gigi. Mengingat unfinished conversation atau mungkin lebih cocok dibilang unfinished argument mereka semalam yang belum mencapai titik temu, terlebih lagi tadi Mark berangkat ketika Gigi masih terlelap. Sebenarnya sejak tadi, Mark terus menerus mengecheck handphonenya, berharap mendapat pesan berupa kabar dari wanita tersebut, tapi sayangnya nihil.
Untung saja lokasi syuting mereka seharian ini masih berada di Central Park, sehingga tak mengharuskan Mark untuk menggunakan train atau menempuh berjam jam untuk pulang ke rumah. Dia bisa hanya berjalan kaki melewati beberapa blok juga tikungan untuk sampai di apartementnya, tapi kali ini dia memutuskan untuk menggunakan taksi.
"already want to go home, Mr. Lee?" suara Josh salah satu staff muncul disamping Mark.
"yeah, you too Josh?"
Josh mengangguk "my fiance wait me there" tunjuk Josh pada seorang gadis yang kini berdiri tak jauh dari titik mereka. Gadis berambut pirang sebahu dengan coat tebal hijau natal yang ada di tubuhnya.
"I can give you a ride, where is your flat Mr. Lee?"
Alih alih mengangguk menyetujui tawaran Josh, Mark malah menggeleng "you don't need to, I don't wanna ruin your date" lirih Mark sembari menepuk nepuk bahu Josh.
Josh tergelak "all right, see you the day after tomorrow Mr. Lee" pamit Josh lalu menyusul gadis pirang diujung sana.
Iya, kenapa the day after tomorrow? Karena Mark tak diharuskan hadir di lokasi syuting besok. Makanya, dia terus berharap Gigi tak pergi ke target sendirian karena dia bisa menemani Gigi seharian esok. Bahkan selain untuk ke target, Mark bisa mengajak Gigi New York dates seharian penuh mengelilingi tempat tempat indah di New York. Menikmati sejuknya New York dengan musim dingin yang semakin dekat, mengantre bagels di Brooklyn Bagels 7 Company, menikmati hangat matahari sore di Brooklyn Bridge Park, keluar masuk toko toko di 5th Avenue, juga mendengarkan alunan musik jalanan yang dimainkan para New Yorkers, dan banyaaaak lagi. Semua hal yang sudah Gigi idam idamkan sebelum mereka berangkat ke New York——tepat saat keduanya sudah masuk terminal 3 bandara Soetta saat itu.
Baru saja ingin mengangkat tangannya untuk memanggil taksi, satu mobil merah maroon berhenti tepat didepannya. Kaca jendelanya terbuka otomatis, menampilkan Tendra dengan kacamata bertangkai tipis di dalam sana. "go in, gue juga mau balik"
"so thank you bro, gue gak perlu ngeluarin duit lagi karena elo" ucap Mark ketika mobil Tendra mulai melaju di sepanjang jalan 5th Avenue.
Tendra tergelak dan mengangguk, selama di perjalanan dua orang itu mengobrol cukup banyak tentang perkejaan masing masing, Dari perilisan buku ilustrasi Tendra yang baru hingga rencana premiere film Mark. Hingga topik nya pun harus selesai karena mobil Tendra yang berhenti di parkiran apartement mereka.
"oh iya, lo harus tau" sahut Tendra.
Kepala Mark mendongak saat ia hendak membuka *seatbelt "*apa?"
"tadi Lisa ngomong, dia ketemu Gigi di Target"
Mark membeku, kedua alisnya terangkat menatap Tendra dengan lekat. Tendra yang sadar tatapan itu langsung mengalihkan pandangan Mark ke depan "anjir, gue udah ada tunangan, gue normal. gak usah natap mupeng gitu dong"
"anjing lo" jawab Mark yang sontak membuat Tendra ketawa.
"kenapa lo kaget banget dah?"
"Lisa lihat dia sendiri?"
KAMU SEDANG MEMBACA
The Perfect You ; Second Date II
Fanfic; Sequel of Second Date Dunia ini lucu sekali bukan? Every woman calls out "woman support woman" and a second after they demand a perfection from other women. Where is the freaking "woman support woman" that they are calling for? Kelanjutan dari ki...
