too sensitive

2K 220 27
                                        



mata Gigi bertemu dengan mata Mark yang menoleh ke belakang. "loh? Babe? Rin? udah lama disana?" tanya Mark berdiri membawa Gabby ke gendongannya.

Gigi menggeleng "baru aja"

"oh gitu, gue lagi nemenin Gabby lihat ikan" jelas Mark.

"we knew" jawab Karina dengan senyum terlebarnya.

"eh masuk yuk, foto bareng" tiba tiba Jenomuncul dibelakang mereka.

"oh, si Nindya udah selesai ceritanya?" tanya Karina yang malah membuat mereka yang ada disana tergelak.

Jeno mengangguk lalu berjalan menghampiri Mark "biar gue aja yang gendong dia, pasti lo capek" Jeno mengulurkan tangannya begitu juga dengan Gabby yang mengangkat kedua tangannya saat Jeno mendekat.

"yaudah nih, balik sama papa ya Ra" ucap Mark.

Setelah Gabby berpindah ke gendongan Jeno, Mark pun menghampiri Gigi dan menggandeng bahu wanita itu. "kamu kayaknya bisa lupa waktu ya kalau sama Gabby"

Mark tertawa "sama kamu juga bikin lupa waktu"

"cih, gombaaal" Gigi pun ikut tertawa kemudian melingkarkan tangan kirinya di pinggang Mark sembari mereka kembali ke meja tadi.


___________________


Setelah acara reuni kecil kecilan itu, akhirnya mereka berpisah di parkiran rumah makan tersebut. Tepat saat Mark dan Gigi memasuki mobil, hujan deras tiba tiba mengguyur Jakarta malam itu. "jadi kita mau kemana abis ini?" tanya Mark sambil menggunakan seatbelt nya.

"hm kemana ya? kamu mau kemana?" Gigi balik bertanya.

"gak mau kemana mana, aku ngikut kamu aja deh"

"yaudah, balik aja yuk. aku pengen lanjut nonton netflix ku"

"okeiii, berangkaaat" seru Mark mulai memundurkan mobilnya keluar dari kawasan parkiran.

Selama perjalanan mereka hanya sibuk dengan kegiatan masing masing, Gigi dengan handphonenya sedangkan Mark sibuk menyenandungkan lagu lagu yang terputar di audio mobil.

Saat mobil berhenti di lampu merah, Mark tiba tiba bersuara "eh, babe"

"hm" Gigi sekadar berdeham tanpa mengalihkan pandangannya. ——

"Tau gak sih, tadi Alice kan bawa anaknya ke kantor" Mark memulai ceritanya.

Kedua alis Gigi tertaut, mencoba mengingat bagaimana raut wajah wanita yang Mark maksud.

Alice? Alice? Hm, tungg——"yang janda?"

"Babe, gak perlu kamu perjelas juga kali" komen Mark kembali melaju mobil saat lampu tiga warna diatas menyalakan yang hijau.

"Ya maaf, yang identik sama dia kan ya janda" komen Gigi sama sekali tak merasa bersalah.

"Iya iya——terus anaknya cantik banget tau. Namanya sama sama dari A kayak Alice, dulu pas kamu masih hamil kakak, Alesya masih kecil banget masih aku gendong gendong. Sekarang dia maunya jalan ajaaaa keliling kantor. Kalau di gendong malah nangis" Mark melanjutkan ceritanya dengan begitu antusias.

"Terus tadi pas lunch, aku makan siang sama Johnny, Jennie, dan Alice." Gerakan tangan Gigi diatas keypad berhenti saat mendengar nama Alice ikut tersebut di agenda makan siang Mark.

Okay okay, mereka semua rekan ker——loh tapi Jennie kan bukan orang kantor mereka——ah dengar dulu batin Gigi mulai berisik.

 The Perfect You ; Second Date IITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang