I'm here with you

1.5K 152 25
                                        


Semalaman itu Gigi terus diam, dia memilih untuk membaringkan tubuhnya diranjang dan tak memedulikan apapun yang Mark minta. "Gi, minum obat dulu yuk" ajak Mark dengan sebuah nampan berisi segelas air juga dua tablet obat berbeda yang Gigi yakin adalah obat yang tadi Mark tebus di apotek.

Terdengar suara taringan ingus dari balik selimut, membuat Mark mendudukkan dirinya di tepi ranjang sembari mengelus elus puncak kepala Gigi. "sayang, nanti kamu malah sakit kalau gini"

masih tak ada jawaban, tapi Gigi bergera mempererat pelukannya pada guling berlapis sprei abu itu. "minum obat dulu yuk, biar kamu gak sakit sakit lagi" pinta Mark pelan.

Gigi belum juga menjawab, Mark pun menyerah. Ia hanya bisa menghela nafas panjang lalu beranjak memerhatikan tubuh dibalut selimut itu. "yaudah, aku tinggalin ya tapi kamu harus minum obatnya"

"but you should know, I'm here for Us, for you, and for Him" sambung Mark kemudian pergi meninggalkan Gigi di kamar itu sendirian, kembali menutup pintu kamar mereka.

Mata Gigi mengintip dari celah selimut tebal itu, setelah yakin Mark telah tiada di ruangan yang sama dengannya, Gigi pun beranjak untuk meminum obat yang sudah Mark siapkan. Dia menghela nafas panjangnya membayangkan seberapa berantakan dirinya sekarang.

"kenapa sih, hidup Mami tuh menyedihkan banget, Kak?" monolog Gigi.




Pukul 11 malam, Mark memberanikan diri untuk memasuki kamarnya. Secara perlahan dia mendorong pintu kamar tersebut, mengintip apa yang Gigi lakukan. Ternyata wanita itu kini terlelap dengan nafas yang terdengar berat. Ia menghembuskan nafas lega saat menemukan gelas yang terisi penuh air kini sudha kosong, serta dua bungkus obat telah terobek karena diminum. Dia juga senang karena Gigi telah berganti pakaian menjadi piyama tidurnya.

Setelah bersih bersih, akhirnya Mark ikut bergabung dengan Gigi di ranjang. Matanya tak lepas menatap Wanitanya yang kini terlelap dengan mata yang mulai bengkak serta wajah lelah. Dengan perlahan, tangan Mark kembali mengelus puncak rambut Gigi. "Kamu gak perlu takut Gi, ada aku disini. Ada aku disamping kamu, kapanpun itu" lirih Mark.

"mimpi indah ya, Gi" lanjutnya lalu mengecup puncak kepala Gigi.

Tangannya lalu beralih ke perut Gigi. Awalnya niat mengelus, tapi takut gerakannya malah membangunkan Gigi. Alhasil dia hanya meletakkan tangannya diatas perut Gigi. "baik baik ya, kak didalam sana" lirih Mark.



________________



Mark mulai terbangun, tangannya refleks menyentuh ranjang bagian Gigi. Namun, Nihil. Ia tak mendapati wujud Gigi disana. Yang ia rasakan hanya seprei dingin yang sepertinya sudah ditinggal cukup lama. Sontak Mark terbangun sepenuhnya, nyawanya seketika terkumpul penuh apalagi menemukan bagian Gigi begitu rapih.

"Gigi?" panggil Mark mendekati kamar mandi.

Tak ada Gigi disana, dia berpindah pada ruang tengah "Gi——Gigi? Kamu mau ngapain?" matanya membesar saat mendapati koper Gigi yang sudah terbuka dan terisi penuh dengan pakaian wanita tersebut, sedangkan si pemilik koper sedang berdiri sibuk berkutit dengan handphonenya. Ia mengabaikan apapun yang Mark katakan.

"Gigi, kamu mau kemana? kan kita pulang setelah tahun baru"

"aku mau balik ke Indo"

Alis Mark terangkat, dahinya mengeryit kurang suka. "kapan?"

 The Perfect You ; Second Date IITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang