everything is gonna be okay

1.8K 145 18
                                        


Sepasang suami istri itu telah mendarat di Indonesia sekitar 2 jam yang lalu. Seperti yang Mark ucapkan di rumah sakit seminggu lalu ketika masih di New York, mereka benar benar pulang setelah merayakn tahun baru disana. Bila mereka mengikuti jadwal tiket sebenarnya, mereka kembali ke New York minggu depan. Tapi atas kemauan Gigi dan keputusan bersama mereka pulang seminggu lebih awal. Mark kira, rencana mereka berdua untuk menikmati tahun baru di Time Square gagal ternyata Gigi tetap mau merayakan new years eve juga ikut countdown bersama sekumpulan new yorkers disana.




Setelah berada di rumah sakit, Gigi berusaha sebisa dia untuk tidak terlalu mengkhawatirkan kista yang dia idap, dia terfokus untuk tidak lelah juga memenuhi kebutuhan gizi bayi yang dia kandurng. Mark pun tak ada henti hentinya memberikan semangat dan juga hal hal positif yang membuat Gigi tak memikirkan hal tersebut. Karena bila Gigi memikirkan apa yang ia idap, Gigi akan selalu berakhir banyak pikiran dan terus berduga duga apapun yang buruk. Itu jelas tidak baik untuk bayi juga kondisi tubuh Gigi.

Mark sengaja me-re-schedule tiket mereka untuk landing di Indonesia sekitar siang hari sehingga bisa langsung ikut praktek dokter Joseph. Gigi pun juga sudah membuat janji dengan dokter Joseph. Kini mereka telah berada di dalam ruangan dokter Joseph sembari menunggu pria tersebut kembali dari toilet.

"sore Bu Gisella dan Pak Mark" sapa dokter Joseph dengan senyum manisnya.

Mereka pun membalas dengan seulas senyum. "Saya dengar dengar kalau kalian langsung kesini setelah landing ya?"

"iya dok"

"apa tidak jet lag? Jakarta New York tuh perjalanannya hampir seharian" komen dokter Joseph.

"ini lebih penting dok, dan kita berdua juga sudah mulai terbiasa"

Dokter Joseph pun mengangguk, "jadi, bagaimana kabarnya calon mama ini?" tanya Dokter Joseph kembali menurunkan kacamatanya yang tadi bertengger dirambut.

Tanpa berlama lama, Gigi pun mulai menjelaskan semua yang terjadi dengan perutnya selama di New York kemarin. Tak lupa juga menjelaskan tentang pendarahan yang dia alami beberapa minggu kemarin. Mendengar penjelasan Gigi, dokter Joseph hanya bisa mengangguk anggukan kepalanya dengan mata yang sepertinya sibuk membaca diagnosis dokter Hailey di komputer sana. Sedangkan Mark terus menggenggam tangan Gigi dibawah meja, iya setelah kejadian itu Gigi malah semakin menempel pada Mark. Dia bahkan tak ingin tautan tangan mereka terlepas, kecuali kalau di rumah dan di mobil.

"begitu dok" tutup Gigi pada ceritanya.

Alih alih menunjukkan wajah khawatir, Dokter Joseph malah tersenyum simpul. "hm, jadi kista ya terus sempat pendarahan juga"

"iya dok"

"kata dokter Hailey kandungan Gigi baik baik saja, dok" tambah Mark.

Dokter Joseph kembali mengangguk, seakan paham dan menyetujui apa yang dikatakan dokter Hailey pada mereka. "yasudah, kita sekalian check up ya" ucap dokter Joseph. Perawat yang menjadi asisten dokter Joseph pun meminta mereka ke ranjang pemeriksaan.

Selama pemeriksaan, bayi di perut Gigi terlihat ada perkembangan. Kista yang ada di dalam perut itu pun jika dibandingkan dengan ukuran USG dari Dokter Hailey terlihat tidak ada perubahan yang berbeda jauh. terlihat membesar memang tapi tak sebesar yang Gigi takutkan juga dokter Joseph kira. "ini kistanya tidak membahayakan kok, Gi" ucap dokter Joseph terus menggerakkan alat USG diatas permukaan kulit perut Gigi.

Ucapan dokter Joseph membuat dua orang itu menghembuskan nafas lega secara refleks. "Biasanya kista dalam kehamilan itu bisa hilang di bulan keempat sampai bulan kesembilan dengan sendirinya"

 The Perfect You ; Second Date IITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang