pillow talk

2.2K 198 28
                                        


warning!
this part is contain 4.5k words
but i hope you guys can read the whole part, karena isinya ngejelasin beberapa plot plot inti di cerita ini heheh
semoga gak gumoh ya <3


________________



Setelah membuang kondom yang dia gunakan di tempat sampah, Mark pun mencuci tangan dan membersihkan wajahnya. Malam ini mereka memang memutuskan untuk melakukan hubungan seksual atas dasar kemauan masing masing. Alibinya sih untuk jatah 8 bulan kedepan, ga tau nantinya gimana?

Lagipula tidak mungkin they have sex saat Gigi sedang hamil besar. Sebenarnya bisa bisa saja, tapi dua orang itu tak mau mengambil risiko. Play safely is the best choice right now.

"Markieee!" teriak Gigi dari kamar.

"Wait bae" balas Mark dari toilet.

Tak lama kemudian, pria itu pun keluar kembali bergabung dengan Gigi di ranjang. Wanita itu terlihat begitu serius memilih film yang akan mereka tonton setelah seks. Sedari tadi tangannya sibuk bergulat dengan remote sembari mata menyortir film film romcom yang ada di netflix.

"kamu mau nonton apa?" Tanya Gigi.

"Terserah kamu, selama nontonnya sama kamu mah aku senang senang aja" jawab Mark mendekatkan tubuhnya dengan Gigi, lalu memeluk wanita tersebut.

Gigi terkekeh "lovehard kayaknya bagus"

"Yaudah itu aja"

Tanpa berlama lama, tv didepan mereka pun mulai memutar salah satu film romcom christmas berjudul lovehard yang paling baru. Disaat Gigi fokus pada alur dan karakter tokoh lovehard, mata Mark malah tak bisa lepas dari sisi samping wajah wanita tersebut. Wajah yang memancingnya untuk meng——

Cup~

Mark melayangkan satu kecupan di pipi gembul Gigi, membuat si pemilik pipi itu terpaku. "Mark, apaan sih lagi nonton tauuu"

"Kamu cantik banget, you know"

Gigi menyeringai "cantik apanya, gelap gini." Pasalnya mereka tipe yang melakukan seks didalam ruangan yang penerangannya remang remang. Dan hanya satu lampu meja yang menyala di kamar mereka, sehingga beberapa sisi kamar mereka begitu gelap karena penerangan lampu meja disamping Gigi tak mencakup seluruh ruangan.

"but you look sexier and prettier" puji Mark kini memainkan anak rambut Gigi di dekat telinga.

Gigi memutar matanya mendengar pujian Mark yang mungkin sudah sepuluh kali ia ucapkan malam ini. "Not again" balas Gigi berhasil buat Mark tergelak.

Sebenarnya Mark ingin membicarakan banyak hal, salah satunya tentang mereka kedepannya. Tapi wanita itu terlihat begitu serius dan menikmati kelucuan Josh Lin dan Natalie ketika natal. Sehingga Mark mengurungkan niatnya, dia tak ingin mengganggu kesenangan Gigi. Bisa bisa kalau dia ganggu ada kemungkinan terjadi world war III lagi. Oh, itu mimpi buruk bagi Mark.

Karena tak tau ingin melakukan apa, tangan Mark menyusup ke dalam selimut. Mulai meraba dan mengelus elus perut Gigi yang mulai membuncit.

"Tangannya jangan nakal" komen Gigi menoleh pada Mark.

Mark tergelak dan menggeleng "aku mau pegang anakku ya"

"Awas aja kalau kemana mana" ketus Gigi lalu mengalihkan pandangannya lagi pada tv.

 The Perfect You ; Second Date IITempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang