Ingat dulu Gigi menginginkan KFC seharian penuh? dan ingat juga ketika orang orang disekitarnya mengira dia hamil sedangkan dia menyangkal hal itu? Lihat sekarang wanita berumur 33 tahun itu kini terbaring di ranjang rumah sakit dengan perut besar yang sambil menunggu gilirannya untuk masuk ke ruang operasi. Iya, ternyata saat ingin makan KFC 9 bulan lalu itu dia sedang mengandung seorang anak.
Mendengar kabar tersebut kala itu, Gigi kaget dan dia segera menghampiri Mark menanyakan kalau saat itu apakah mereka menggunakan pengaman atau tidak. Alih alih sama paniknya dengan Gigi, Mark malah terkekeh dan menjawab dengan santai kalau dia lupa pakai pengaman. Yang berakhir Gigi hamil anak ketiga mereka.
Karena sejak anak pertama ia sudah melakukan persalinan sesar, maka mau tidak mau untuk persalinan kali ini pun harus ia jalani dengan operasi sesar. Walau sudah melewati dua kali persalinan sesar, Gigi masih juga takut. Karena sebenarnya anak ketiga ini tak ada dalam rencananya, iya lebih tepatnya mereka kebobolan. Namun, takutnya Gigi perlahan memudar karena dokter Joseph juga Mark yang memberikan semangat juga keyakinan pada dirinya. Belum lagi melihat antusias Ganesh ketika tau ia akan memiliki seorang adik.
Pintu ruang persalinan bergeser, menampilkan Mark yang menggenggam tangan kecil Garend yang dibalut seragam sekolah. Beberapa bulan lalu, Garend resmi masuk TK di SPH——Sekolah Pelita Harapan. "Siang, Mamih Gigi" goda Mark yang sontak membuat Gigi tertawa.
Ganesh yang menyadari kedatangan Mark, langsung meletakkan permainannya dan berlari memelu Mark. Sedangkan Garend mendekati ranjang yang Gigi tempati dan menaiki tangga kecil khusus anak anak yang ada disamping ranjang, sehingga ia tak perlu mendongak untuk berbicara dengan Gigi. "Mamih sakit apa?" tanya Garend dengan polos.
Ia tak tau soal Gigi yang akan melahirkan, karena Gigi dilarikan ke rumah sakit ketika Garend juga Ganesh masih terlelap. "Mamih gak sakit kok sayang, Adeknya Garend udah mau keluar" jawab Gigi sembari mengusap rambut Garend.
"keluar? berarti nanti Garend bisa ketemu sama adek?"
"boleh dong"
"adek! adek!" seru Ganesh dalam gendongan Mark.
"iya, adek"
Garend mendekati perut besar Gigi, mengecupnya pelan lalu mengusap dengan lembut. "semoga adek didalam perempuan ya, Mih"
Mendengar keinginan Garend, Mark dan Gigi sontak bertemu tatap dan tersenyum kecil. Karena pasalnya keinginan Garend aalah keinginan mereka juga. "Ganesh, Ganesh mau adek laki laki apa perempuan?" tanya Mark iseng.
"perempuan" jawab Ganesh.
Ternyata tak hanya Mark dan Gigi yang mengharapkan hadirnya seorang anak perempuan di keluarga kecil mereka, tapi Garend juga Ganesh sama sama berharap ingin memiliki seorang adik perempuan.
"Mamih..." panggil Garend.
"iya sayang?"
"can you promise me?" lirih Garend yang membuat kedua alis Gigi terangkat, begitu pula dengan Mark bersama raut penasarannya.
"promise what?"
"can you promise me that you will be fine once you get out of that room?"
Senyum kecil Gigi terukir, ia mengulurkan janji kelingkingnya dihadapan Garend. "pinky promise?"
Garend mengangguk antusias, ia pun membalas uluran kelingking Gigi. "Mamih promise you" sambung Gigi.
"what if Mamih break the promise?" Ini benar benar Garend, ia tak pernah ingin rugi. Bila berjanji, seseorang yang berjanji padanya harus memiliki jaminan sehingga ia yakin orang tersebut tak akan mengingkari janji yang ia atau mereka sepakati.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Perfect You ; Second Date II
Fanfiction; Sequel of Second Date Dunia ini lucu sekali bukan? Every woman calls out "woman support woman" and a second after they demand a perfection from other women. Where is the freaking "woman support woman" that they are calling for? Kelanjutan dari ki...
