Selama berbulan bulan itu, sepasang suami istri tersebut menjalani hari seperti biasanya. Mark yang sudah menyibukkan dirinya dengan proyek perusahaan Antonio sedangkan Gigi melanjutkan pekerjaannya yang berbulan bulan tertunda. Ya, wanita itu tetap bekerja, mengontrol cafe juga menerima pesanan dress khusus. Tapi ia mengurangi pesanan pesanan yang ia terima, bila dalam sebulan ia bisa menyelesaikan 5 baju custom untuk pelanggan VIP nya, sejak hamil ia hanya menerima 3 saja. Itupun kalau ia merasa mampu. Kalau tidak mampu, pasti design nya akan ia oper ke temannya.
Walau mereka terlihat melalui hari hari seperti biasa, tak menutup kemungkinan Gigi bisa berubah drastis. Saat di cafe ataupun di butik, aura independent woman nya memancar begitu kuat bersama raut wajah bahagiany. Namun, itu semua seperti topeng di beberapa bulan ini bagi Mark. Gigi akan berubah drastis ketika sudah bersamanya. Dia lebih gampang emosian, lebih gampang menangis, dan menjadi sangat sangat manja. Perkara stok sate madura——tempat sate langganan Gigi——habis saja wanita itu menangis selama perjalanan menuju restaurant yang lain. Semua itu membuat Mark hanya bisa menggeleng gelengkan kepala dan menyediakan ekstra sabar untuk Gigi.
Bahkan, saat Mark lembur. Bukannya menunggu di rumah, wanita bersurai hitam itu malah nekat menemani Mark diruangannya. Sampai Mark yang diomeli dan disalahkan Antonio ketika Antonio mengetahui kedatangan Gigi disana. Belum lagi kebiasaan baru Gigi yang memesan banyak makanan dalam sekali pesan, tapi hanya mencomot sesendok dari setiap makanan yang ia pesan. Kemudian membiarkannya tergeletak begitu saja, sehingga mau tak mau Bi Rani, Pak Asep, juga Mark berusaha menghabiskan pesanan Gigi.
Ah, tentang kista. Mark dan Gigi tak pernah absen jadwal check up. Keduanya begitu rajin check up kondisi bayi, kondisi Gigi, juga kondisi kista yang ada didekat ovarium Gigi. Gigi memang terlihat senang dan baik baik saja, padahal sebenarnya dia juga Mark begitu khawatir karena apa yang dikatakan dokter Joseph——tentang kista yang menghilang sendiri——malah tidak terjadi. Kista di perut Gigi bukannya menghilang tapi malah membesar, sehingga perut Gigi terlihat lebih besar dibanding ukuran seharusnya. Rasa perih di perut yang Gigi rasakan pun membuat Gigi tak jarang mengerang sakit dibeberapa waktu. Apalagi setelah dia mengalami morning sickness nya.
Namun, dokter Joseph selalu memberi Gigi harapan kalau ia dan bayinya akan baik baik saja. Begitu pula dengan Mark yang tak kehabisan cara untuk menghibur Gigi setiap ia gelisah dan overthinking dibeberapa waktu. Begitu pula Yuri juga Yeira. Oh jangan lupakan Cecenya——Krystal——yang selalu menasehatinya walau menggunakan nada yang terkesan jutek juga judes. Semua baik padanya, membuat Gigi merasa terkuatkan dan terbantu untuk memperjuangkan si buah hati pertama mereka.
Dia bisa, dia pasti bisa. Gigi tau itu, dan semua orang percaya padanya.
_________________
Mark menghembuskan nafas panjangnya ketika menemukan Gigi sudah terlelap ketika ia pulang kantor. Sejak kerja di perusahaan ayahnya sebagai seorang wiraswasta dibagian keuangan bersama Johnny, Mark jadi jarang menghabiskan waktunya di rumah. Jam 7.30 dia sudah harus berangkat dari rumah. Belum lagi drama terjebak morning traffic Jakarta. Lalu pulang jam 8 malam, itupun kalau tak ada file file atau meeting yang mengharuskannya lembur hingga jam 11 malam. Ya memangsih sebanding dengan gaji juga bonus yang ia dapatkan, tapi dia juga rindu sama istri dan anaknya.
"Gi.." lirih Mark mencoba membangunkan Gigi sambil menepuk nepuk pelan bahu wanita tersebut.
"hm??" gumam Gigi.
"aku bawa martabak telur sama martabak coklat keju dibawah, mau makan ga?" tanya Mark. Satu kebiasaan baru Mark yang muncul sejak dia bekerja dikantor adalah setiap malam ia selalu membawakan makanan atau jajanan buat Gigi. Tanpa Gigi pesanpun, biasanya dia membawa satu porsi bakso, sekotak pizza regular, beberapa jenis sushi, martabak, mcd, bahkan minuman minuman kesukaan Gigi——yang jelas bukan kopi ataupun miras.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Perfect You ; Second Date II
Fanfiction; Sequel of Second Date Dunia ini lucu sekali bukan? Every woman calls out "woman support woman" and a second after they demand a perfection from other women. Where is the freaking "woman support woman" that they are calling for? Kelanjutan dari ki...
