aku update soalnya kemarin seneng banget bangetttt bacain komen komen kalian heheh. happy reading all <3
______________
Setelah mengetahui soal kehamilannya, Gigi jadi sadar kenapa belakangan ini ia lebih banyak makan dari biasanya. Ternyata porsinya harus dibagi dua dengan satu nyawa didalam dirinya. Dan dia juga mulai memaklumi dirinya yang tiba tiba pengen makan ini itu di jam yang bukan makan siangnya. Mungkin sebenarnya itu bukan kemauannya, tapi kemauan malaikat kecil didalam sana.
Hampir semingguan ini setelah Gigi dipastikan hamil oleh dokter, Karina beberapa kali menghampiri Gigi dan memberikannya makanan makanan sehat yang biasa dia makan saat hamil Gabby dulu. Salah satunya seperti sekarang ini, di hari jumat malam Karina datang bersama Gabby dengan mengantarkan sayur sup kuah bening tak berbumbu pekat untuk Gigi.
"Gi..." panggil Karina melihat Gigi yang kini begitu bersemangat membuka wadah sup yang Karina bawa.
"hm..." balasnya kini mulai mengambil semangkok sup.
"udah mau sebulan loh lo pisah gini sama Mark, dalam keadaan hamil lagi" sebentar lagi Gigi akan mulai mendengar sesi khotbah Karina yang sudah Gigi hafal mati karena terus menerus dia ulang setiap mereka bertemu atau bahkan saling telponan.
Melihat respon Gigi yang acuh tak acuh, Karina menghembuskan nafas panjangnya kemudian ikut duduk disamping Gabby yang kini disuapi babysitternya——yang ikut kemanapun Gabby pergi——sembari menatap sahabatnya yang sedikit terlihat berantakan.
"mau sampai kapan lo kayak gini Gigi?" tanya Karina.
Gigi mengangkat kedua bahunya, kemudian kembali menyuapkan sup beserta nasi yang dia makan——demi Tuhan, ini makanan berat keempat yang dia makan hari ini. "ya sampai dia balik dengan sedirinya dan kita cerai"
Lagi lagi Karina menghembuskan nafas panjangnya, tak pernah sekalipun ia melihat Gigi seterpuruk ini sampai ditahap menyerahnya. Gigi yang dia kenal adalah wanita penuh ambisi dan tak pantang menyerah, apalagi soal perasaan——mengingat dulu dia pernah rela ke Australia sendirian karena mau mengantar Yanuar salah satu crush nya di masa SMA lalu. Tapi sekarang, Gigi memilih untuk berhenti berjuang. This is not so her
"terus, sampai kapan juga lo mau nyembunyiin kehamilan elo dari semua orang?" tanya Karina dengan tangan yang menyendokkan sup ke mangkuk Gigi ketika melihat sup wanita itu sudah habis.
Iya, setelah ia tahu dirinya hamil, Gigi memutuskan untuk tidak memberitahu siapapun atas kehamilannya. Bahkan Yuri dan Yunho sekalipun. Dia hanya mempercayai kabar itu pada Karina. Karina yang tahu itu tak pernah absen bertanya akan alasan dibalik Gigi yang masih diam diam dengan kehamilannya? Bukankah akan lebih baik orang orang tau dia hamil? jadi banyak yang bisa care padanya disaat Karina dan juga Mark tak ada di sisi Gigi.
"Gi..." panggil Karina yang kini mulai mengupasi buah jeruk untuk Gigi.
"mau sampai kapan?" tanya Karina.
"Rin" Gigi menghentikan aktivitas makannya, dia mendongak menatap Karina begitu pula dengan Karina.
Sebelum melanjutkan pembicaraannya, Gigi melihat sekilas pada Anis——babysitter Gabby——kemudian kembali menoleh pada Karina. Karina yang paham maksud dari tatapan Gigi pun bersuara, "sus, suapin kakaknya boleh di ruang tengah dulu ga?" pinta Karina.
Tanpa membalas apapun, Sus Anis segera menggendong Gabby ke ruang tengah kemudian membawa bekal Gabby yang Karina bawa dari rumah. Setelah memastikan hanya mereka berdua di ruang makan itu, Karina memalingkan pandangannya pada Gigi. Ia menatap Gigi dengan ekspresi menagih apa yang sebenarnya ingin Gigi katakan.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Perfect You ; Second Date II
Fanfiction; Sequel of Second Date Dunia ini lucu sekali bukan? Every woman calls out "woman support woman" and a second after they demand a perfection from other women. Where is the freaking "woman support woman" that they are calling for? Kelanjutan dari ki...
