Seperti rencana Karina soal ajakan makan malam kemarin, Gigi dan Mark kini berada di area parkir salah satu restaurant keluarga di kawasan Jakarta pusat. Awalnya Mark tidak mau menemani Gigi jalan sama Karina dan teman temannya, karena dia kira dia akan berakhir duduk di meja lain sendirian sambil menunggui Gigi yang entah kapan selesainya. Dia akan mau mau saja kalau ada teman pria, tapi kalau sendiri? mending Mark hanya sekadar mengantar jemput saja daripada menunggu Gigi. Belum lagi akan ada drama drama Gigi memperkenalkannya pada teman temannya itu. Ugh, Mark bukan tipe yang seperti itu. Baginya, mengenal teman teman dekat Gigi——Karina, Somi, Winter, Ningning——sudah cukup. Untuk yang lain mengetahui namanya sudah lebih dari cukup.
"aaa, seneng banget udah lama gak ketemu mereka" seru Gigi girang seraya memperbaiki riasannya di kaca mobil.
Mark menyandarkan kepalanya di kemudi mobil sembari memerhatikan Gigi. "lama apanya, kamu gak ketemu mereka baru 3 minggu lalu"
"itu lama tau. beda sama kamu dan temen temenmu yang bisa ketemuan tiap balik kantor" keluh Gigi.
"lah, kamu kan juga bisa gitu babe. aku kan gak larang kamu keluar jalan"
Gigi menghela nafas panjangnya sambil menutup lip matte dior ditangannya. "yaiya akunya bisa, merekanya gak bisa Markieee"
Kedua alis Mark terangkat, karena tidak seperti biasanya Karina susah diajak jalan, begitu pula dengan teman teman Gigi yang lain. Yang Mark tau, 4 orang itu selalu siap sedia kalau Gigi mengajak mereka jalan kemanapun. Bahkan, rencana tiba tiba Gigi mengajak mereka ke Bandung malam kala itu pun langsung diiyakan tanpa babibu oleh mereka, apalagi Karina yang suaminya Jeno——sohib Mark sendiri. "loh, kenapa? tumben"
"bukan tumben ih"
"terus?"
"mereka sibuk markiiie, Karina harus ngurus Gabby, Somi udah mulai dilarang keluar sama suaminya karena udah ham——"
"HAH? SOMI HAMIL? CEPET BANGET???" menurut Mark Somi terbilang cukup cepat, karena dia baru saja menikah 3 bulan lalu.
"iya kan? aku aja kalah"
"bukan gitu konsepnya, babe" ujar Mark merasa salah ngomong.
"terus, Winter juga udah punya debay, Ningning sibuk ngurusin S2 nya sekalian persiapan nikahkan" sambung Gigi pada penjelasannya yang sempat disela Mark tadi.
"semuanya punya kesibukan sama marriage life mereka. aku aja yang belum"
Mark menghembuskan nafas panjangnya, pasti Gigi merasa tersindir tadi. Padahal ia sama sekali tak punya niat seperti itu.
"siapa bilang kamu gak sibuk, kamu kan sibuk ngurusin aku" ucap Mark tersenyum kecil. Dia mengangkat tangan kirinya lalu mengusap usap puncak kepala wanita yang masih sibuk memperbaiki riasannya.
"cih, bayi gede" sungut Gigi sembari memakai kembali maskaranya.
Gelak tawa Mark meledak mendengar Gigi meledeknya sebagai bayi gede? tapi disisi lain dia juga merasa tenang karena Gigi bisa kembali seperti biasanya. Dia kira Gigi akan meresponnya dengan nada jutek, judes, dan dingin yang akan begitu memperlihatkan bahwa suasanan hati wanita itu berubah tidak baik.
Hening, hanya ada Gigi dengan peralatan make up nya dan Mark yang menumpukan kepala di kemudi mobil sambil memerhatikan Gigi yang begitu fokus.
"you are pretty" sahut Mark memecah hening yang mengekang mereka.
Gigi tersenyum salah tingkah. Setahun dengan Mark, dia masih bisa dengan pujian Mark yang selalu menembaknya tiba tiba. Ya, pujian simpel seperti ini. Pujian yang bisa membuat pipinya semakin merona dan tubuhnya memanas.
KAMU SEDANG MEMBACA
The Perfect You ; Second Date II
Fanfiction; Sequel of Second Date Dunia ini lucu sekali bukan? Every woman calls out "woman support woman" and a second after they demand a perfection from other women. Where is the freaking "woman support woman" that they are calling for? Kelanjutan dari ki...
