Satu tahun kemudian
Seorang batita terlihat sedang merangkak ingin menghampiri seorang pria yang ada di hadapannya. Pria itu menggenggam sebuah plushy dinosaurus berwarna kuning yang merupakan mainan favorit sang bayi saat ini. Bayi laki-laki yang bernama Ryo itu mencoba merebut mainan favoritnya yang kini digenggam oleh pria berbahu lebar di hadapannya.
"Ryo.. ayo sini. Ambil dino mu!" Ucap sang pria menggoda bayi itu.
Ryo semakin bersemangat ketika namanya dipanggil-panggil dan tak putus asa berusaha mengambil mainannya. Akhirnya pria itu dengan sengaja membuat Ryo dengan mudah mengambil kembali mainannya itu. Dan saat plushy dino miliknya sudah berada di genggamannya, bayi itu tertawa hingga memperlihatkan dua gigi susu depannya. Sang pria pun dengan gemas langsung menggendong Ryo ke dalam pelukannya dan mencium pipi gembul batita itu.
Pria itu adalah Kim Seokjin. Karena hari ini weekend, ia memutuskan mengunjungi rumah Hoseok agar bisa bertemu dan bermain dengan anak-anak sahabatnya itu. Ryo adalah putra Hoseok yang baru berusia sepuluh bulan.
"Uncle.. aku mau juga digendong." Rengek Jung Mai putri pertama Hoseok yang iri ketika melihat adiknya digendong Kim Seokjin.
"Kau ingin digendong juga? Sini.. Biar uncle gendong kalian berdua."
Lantas Seokjin menggendong Mai bersama dengan Ryo.
"Oppa.. Apa tidak berat menggendong mereka berdua bersama?" Tanya Sana istri Hoseok setelah meletakkan dua cangkir teh di atas meja.
"Tidak apa-apa. Lagipula aku sangat menyukai mereka." Ucap Seokjin. "Hoseok dimana? Dari tadi aku belum melihatnya."
"Dia tadi mandi, Oppa."
Tak lama kemudian Hoseok terlihat menuruni tangga.
"Oh, hyung.. Apa sudah lama kau disini?"
"Ya.. sekitar lima belas menit aku disini." Ucap Seokjin yang kemudian menurunkan kedua bocah yang tadi digendongnya. "Mai dan Ryo main dulu, ya. Uncle akan berbicara pada daddy kalian."
Jung Mai turun dari gendongan Seokjin kemudian melanjutkan menggambar. Sedangkan Ryo merangkak menghampiri ibunya.
"Duduklah, hyung!"
Seokjin duduk di sofa bersama dengan Hoseok dan mengambil secangkir teh yang tadi dibuat oleh Sana.
"Kau jadi ke Korea besok, hyung?" Tanya Hoseok.
"Hmm.. Sekertarisku sudah memesankan tiket untukku besok." Jawab Seokjin sambil menyeruput tehnya.
"Oppa akan ke Korea?" Sahut Sana. "Untuk urusan pekerjaan atau mau kembali tinggal kesana?"
"Urusan cinta." Bisik Hoseok pada istrinya namun masih terdengar oleh Seokjin.
"Jangan dengarkan suamimu." Seokjin menyangkalnya namun telinga menjadi merah karena malu. "Aku kesana untuk urusan pekerjaan."
Jung Hoseok dan istrinya terkekeh bersamaan. "Kalaupun urusan cinta juga tidak apa-apa, hyung."
"Benar, Oppa." Sahut Sana. "Kapan kau akan menikahi gadis yang ada di foto itu? Kau tidak hanya berencana untuk memandangi fotonya saja kan? Kau harus menemuinya dan mengajaknya menikah."
"Ingat umurmu, hyung." Ucap Hoseok meledek. "Aku saja sudah punya dua buntut. Kau kapan menyusul?"
"Gadis itu mungkin sudah menikah dengan pria lain." Raut wajah Seokjin berubah sendu. "Selama disini aku tidak pernah berhubungan dengannya. Bahkan dengan temanku yang di Korea lainnya juga sama. Aku tidak pernah menghubungi mereka."
KAMU SEDANG MEMBACA
ABYSS (Complete)
FanfictionKim Jisoo dan Kim Seokjin dibesarkan bersama-sama di sebuah panti asuhan. Saat masih remaja, Seokjin selalu melindungi Jisoo jika ada orang lain yang menggoda atau mengejek Jisoo. Tapi saat dewasa, mereka harus terpisahkan oleh jarak dan waktu. Baga...
