11. Cinta atau Obsesi?

647 53 3
                                        

Happy reading..

Seorang wanita paruh baya yang masih terlihat cantik tengah sibuk berkutat di dapur menyiapkan sarapan untuk putranya Min Yoongi dan keponakan yang sudah ia anggap seperti putrinya sendiri Rosè.

Setelah masakannya siap, ia meminta Ahjumma yang membantunya itu menyiapkan ke meja makan karena sebentar lagi dua orang kesayangannya akan keluar dari kamar dan sarapan sebelum berangkat ke kantor.

Setelah semuanya siap, Ny. Min memanggil Yoongi dan Rosè.

"Yoongi.. Rosè.. Sarapan sudah siap. Cepatlah keluar." Panggil Ny. Min.

Beberapa menit kemudian nampak Rosè yang berjalan menuju meja makan disusul Yoongi di belakangnya. Kemudian mereka duduk dan menikmati sarapan yang telah disiapkan Ny. Min.

"Terima kasih, Aunty." Ucap Rosè pada bibinya yang telah menaruh gyeran bbang pada piringnya.

Ny. Min juga mengambilkan gyeran bbang untuk putranya.

Sesaat suasana hening. Mereka menikmati sarapan yang telah disiapkan sebelum Yoongi memulai obrolan pagi mereka.

"Rosè, berkas yang aku minta kemarin apa sudah siap?"

"Sudah, Oppa. Kemarin aku sudah menyelesaikannya. Tapi aku tinggal di kantor." Jawab Rosè sambil mengunyah makanannya.

"Bagaimana persiapan untuk acara pembukaan kantor cabang di Busan?" Tanya Ny. Min.

"Seokjin hyung bilang semuanya lancar, Eomma." Jawab Yoongi.

"Aku tenang jika Seokjin yang mengurusnya." Ucap Ny. Min.

"Tapi tidak dengan Rosè, Eomma." Celetuk Yoongi. "Saat aku menempatkan Seokjin hyung disana, hampir setiap hari Rosè mengomel padaku."

"Kenapa?" Tanya Ny. Min.

"Huhh.. Oppa apa tidak mengerti? Aku tidak ingin jauh-jauh lagi dengannya." Ucap Rosè yang menghela nafasnya kasar. "Dia baru saja kembali dari Amerika tapi kau sudah menyuruhnya ke Busan. Aku belum sempat menghabiskan waktu dengannya."

"Lihatlah keponakanmu ini, Eomma. Cintanya bertepuk sebelah tangan. Tapi dia tidak pernah berhenti untuk mengejar Kim Seokjin. Padahal ia tau jika Seokjin hyung tidak mencintainya."

"Kau masih mengejar Kim Seokjin, Rosè?" Tanya Ny. Min pada Rosè.

"Masih, Eomma. Dia tidak pernah menyerah. Bahkan sampai Seokjin hyung merasa tidak nyaman jika berada di dekatnya."

"Aku hanya memperjuangkan cintaku." Sergah Rosè.

"Itu bukan cinta namanya. Tapi obsesi." Ucap Yoongi.

"Aunty.. Lihatlah Oppa. Dia tidak pernah mendukungku untuk mendapatkan Seokjin Oppa."

Ny. Min terkekeh. "Benar apa yang dikatakan Yoongi. Jika dia sudah menolakmu berkali-kali, seharusnya kau menyerah, nak. Banyak pria di luar sana yang siap untuk menjadi kekasihmu."

"Tapi aku hanya suka pada Seokjin Oppa."

"Rosè.. Jangan sampai kau memaksa seseorang untuk mencintaimu. Apa kau merasa nyaman jika kau bersama dengan pria yang hanya terpaksa mau bersamamu?" Tanya Ny. Min dengan lembut.

"Aku akan berusaha lagi sampai Seokjin Oppa mau menerimaku dan mencintaiku juga." Rosè masih tetap berpegang pada pendiriannya.

"Lihat, Eomma! Apa itu bukan obsesi namanya?"

"Oppa jangan ikut campur urusan percintaanku. Kau pikirkan saja cara agar Jisoo mau segera menikah denganmu!" Ucap Rosè dengan sedikit emosi karena ucapan Yoongi. "Aku mau berangkat sendiri saja!"

ABYSS (Complete)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang