Setelah malam dimana Seokjin berhasil meyakinkan Jisoo untuk mengijinkannya pergi ke Jeju karena urusan pekerjaan, kini Seokjin sedang berada di pesawat yang membawanya ke Jeju. Ia duduk di bangku bussiness class bersama dengan seorang wanita di sebelahnya yang sudah tertidur sejak pesawat belum take off tadi. Gadis itu tertidur karena jadwal penerbangan pesawat yang mereka tumpangi itu di malam hari. Hingga Seokjin menyarankan gadis itu untuk tidur sebelum pesawat landing nanti.
Setelah memakan waktu lebih dari satu jam, pesawat yang mereka tumpangi mendarat di bandara internasional Jeju. Sebelumnya Seokjin sudah membangunkan gadis itu dan mereka terlihat keluar dari pesawat bersama.
Sesampainya di depan bandara, Seokjin mencari taksi untuk mengantarkan mereka ke sebuah hotel yang sudah ia pesan sebelumnya.
Kurang lebih lima belas menit dari bandara, taksi yang mereka tumpangi tiba di depan lobi sebuah hotel. Seokjin turun terlebih dahulu diikuti oleh gadis itu di belakangnya.
Seokjin disambut ramah oleh seorang resepsionis yang sedang bertugas dan meminta kunci kamar pesanannya. Setelah itu, seorang bellboy mengantar mereka berdua ke kamar mereka masing-masing. Ya, Seokjin dan gadis itu memesan kamar yang terpisah.
Seokjin menyuruh gadis itu untuk beristirahat dulu di kamarnya sebelum matahari benar-benar terbit. Karena saat ini waktu masih menunjukkan pukul empat pagi. Setelah memastikan gadis itu masuk ke dalam kamar, Seokjin masuk ke dalam kamarnya sendiri dan merebahkan tubuhnya di atas ranjang king size yang empuk. Dan tak berselang lama Seokjin pun terserang kantuk dan tertidur.
***
Meski waktu musim dingin di Korea sudah hampir usai, suhu udaranya masih terasa sangat dingin meski sudah mengenakan coat tebal. Itulah yang dirasakan Seokjin ketika menunggu di balkon sebuah kafe yang letaknya tidak jauh dari hotel tempat ia menginap. Setelah menyelesaikan meeting nya dengan klien, ia menunggu kedatangan gadis yang datang bersamanya ke Jeju. Sesekali ia menyesap coffe latte yang sudah ia pesan untuk menghangatkan badan sambil menunggu gadis itu datang.
Tak berselang lama, gadis itu datang dengan mengenakan coat dan syal yang melilit di leher jenjangnya untuk menghalau hawa dingin yang menerpa tubuhnya.
"Sudah lama menungguku, Oppa?" Tanya gadis itu lalu ia duduk di hadapan Seokjin.
"Belum lama. Meeting ku baru saja selesai." Jawab Seokjin. "Mau pesan apa?"
"Hot chocolate."
Seokjin memanggil pelayan di kafe itu dan mulai memesan.
Tak lama kemudian pesanan mereka datang dan mereka mulai menikmatinya sambil membicarakan hal random.
"Apa kau senang ku ajak kesini, Sooya?"
Ya, gadis yang datang bersama Seokjin adalah Kim Jisoo. Meski sebelumnya Jisoo sudah memperbolehkan Seokjin untuk pergi ke Jeju, namun Seokjin masih belum tega untuk meninggalkan gadis itu. Dan akhirnya ia memutuskan untuk mengajak Jisoo ke Jeju sekaligus mengajaknya jalan-jalan disana. Bahkan mereka berencana untuk tinggal di Jeju selama tujuh hari. Tiga hari waktu Seokjin untuk bekerja dan sisanya waktu Seokjin untuk menemani pujaan hatinya.
"Sangat senang." Jawab Jisoo antusias. "Terima kasih kau telah mengajakku kesini, Oppa. Aku jadi bisa menghirup udara Jeju yang segar."
"Besok setelah pekerjaanku selesai aku akan mengajakmu jalan-jalan."
"Kemana, Oppa?"
KAMU SEDANG MEMBACA
ABYSS (Complete)
Hayran KurguKim Jisoo dan Kim Seokjin dibesarkan bersama-sama di sebuah panti asuhan. Saat masih remaja, Seokjin selalu melindungi Jisoo jika ada orang lain yang menggoda atau mengejek Jisoo. Tapi saat dewasa, mereka harus terpisahkan oleh jarak dan waktu. Baga...
