Hari demi hari yang Kim Jisoo lewati bersama Kim Seokjin perlahan bisa mengembalikan keceriaan Jisoo seperti sedia kala. Akhir-akhir ini Jisoo sudah tidak pernah terlihat murung dan cemas lagi. Bahkan ia sudah bisa tertawa lepas dan membuat orang di dekatnya merasa ikut senang dengan perubahan Jisoo ini.
Terkadang memang benar bahwa obat dari sebuah luka adalah penyebab luka itu sendiri.
Ya.. seperti trauma yang dialami Jisoo setahun yang lalu. Trauma yang ia dapat karena ditinggal pergi oleh pria yang ia cintai siapa lagi kalau bukan Kim Seokjin.
Meski hampir satu tahun sudah menjalani jadwal konsultasi dengan seorang psikiater, namun nyatanya kondisi Jisoo belum bisa kembali seperti dulu. Bahkan gejalanya terkadang masih muncul di saat kondisi tertentu. Dan kini sang 'penyebab luka' itu telah kembali dan mencoba untuk menyembuhkan luka yang telah dialami gadis itu.
Perlahan namun pasti, kini Jisoo kembali menjadi kepribadian Jisoo yang dulu. Jisoo yang selalu ceria. Jisoo yang selalu ramah dengan siapapun. Jisoo yang selalu membawa kebahagiaan pada orang terdekatnya.
Usaha yang telah dilakukan Seokjin lebih dari dua bulan selama ini tidak berakhir sia-sia. Orang-orang yang mengenal Jisoo dengan dekat khususnya Kim Seokjin sangat bersyukur karena Jisoo sudah hampir sembuh dari 'sakitnya' itu. Meski semua urusan pekerjaan ia kesampingkan, itu tidak jadi masalah untuknya. Prioritas utama saat ini bagi Seokjin adalah Jisoo. Ia ingin menemani gadis itu hingga benar-benar sembuh.
Hanya hal sederhana yang coba Seokjin lakukan untuk Jisoo. Hampir setiap hari Seokjin mengajak Jisoo keluar rumah hanya untuk makan di luar, berjalan-jalan di taman, menikmati pemandangan di tepi Sungai Han, pergi shopping di pusat perbelanjaan, pergi ke taman bermain, bermain game hingga malam, dan masih banyak hal sederhana lainnya yang biasa Seokjin lakukan bersama dengan Jisoo untuk mengisi hari-hari mereka.
Setelah seharian tadi Jisoo dan Seokjin menghabiskan hari dengan berbelanja di sebuah pusat perbelanjaan bersama, kini mereka berada di unit apartemen milik Seokjin. Tadi Seokjin sudah berjanji pada Jisoo akan membuatkan kimchi jjigae untuk menu makan malam mereka.
Setelah meletakkan paper bag isi belanjaan mereka tadi, Seokjin menyuruh Jisoo untuk beristirahat sebelum makan malamnya siap. Sedangkan Seokjin langsung ke dapur untuk menyiapkan bahan-bahan untuk membuat kimchi jjigae yaitu kimchi, seafood, daging, dan bumbu lainnya.
Setelah dari kamar mandi, Jisoo menghampiri Seokjin dengan memakai piyama milik Seokjin yang kebesaran saat ia kenakan.
"Apa masih lama, Oppa?" Ucap Jisoo sambil memeluk Seokjin dari belakang.
"Sebentar lagi. Apa kau sudah lapar?"
Jisoo hanya mengangguk sambil mengerucutkan bibirnya. Seokjin yang melihat itu menjadi gemas dan berakhir mengecup bibir itu.
"Duduk saja disana. Sebentar lagi siap."
Seperti tak mendengar, Jisoo tidak melepaskan pelukannya pada Seokjin.
"Sooya.. jika kau seperti ini, masakanku tidak akan siap."
Bukannya melepas pelukannya, Jisoo malah mengeratkannya.
"Dasar gadis nakal!" Ucap Seokjin lalu mematikan kompornya dan mengalihkan pandangannya pada Jisoo dan mengangkat tubuh Jisoo hingga terduduk di atas pantry dapur. "Kau mau menggodaku, hmm?"
Hanya senyuman dan gelengan yang Jisoo berikan sebagai jawabannya.
Seokjin meletakkan kedua telapak tangannya di samping kanan kiri Jisoo dan mensejajarkan wajahnya pada wajah gadis itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
ABYSS (Complete)
Hayran KurguKim Jisoo dan Kim Seokjin dibesarkan bersama-sama di sebuah panti asuhan. Saat masih remaja, Seokjin selalu melindungi Jisoo jika ada orang lain yang menggoda atau mengejek Jisoo. Tapi saat dewasa, mereka harus terpisahkan oleh jarak dan waktu. Baga...
