Kak Dimas😤
Nenek sakit
Katanya pengen ketemu sama lo
Daisy
Sakit apa?
Kok bisa?
Pasti kakak ngak becus jaganya
Kak Dimas😤
Nggak usah nyalain plus bacot
Lo kapan pulang?
Jangan sampe bikin nenek nunggu!!
Daisy
H
ari ini berangkat
Kak Dimas😤
Bagus deh
Daisy segera beranjak dari kursi kebesaranya tanpa meninggalkan tas kecilnya dan memasukkan ponselnya dengan cepat.
"Bella, tolong pesen tiket ke Indonesia, sekarang!" titahnya tanpa berhenti berjalan. Ini tidak sopan tapi hari biarlah, Daisy tidak peduli.
"Tapi Nona!" ucapnya berhenti saat melihat atasannya pergi begitu saja. "Baiklah!"
"Hah! Kenapa tiba-tiba sekali." gumannya lalu mengambil ponselnya untuk memesan tiketnya secara random.
Bodo amat tentang harganya. Keluarga dari atasannya tidak akan bangkrut hanya karena satu tiket mahal.
æ
Daisy tiba di Indonesia setelah menempuh hampir dua puluh empat jam. Tubuhnya lumayan sakit di bagian bawah sebab sudah lama tidak ber-pergian jauh dan faktor usia meski masih berkepala dua.
Seperti dulu, Daisy kesana-kemari tidak membawa koper satu pun.
Kemarin juga Daisy tidak mampir kerumah sebab hanya ada kepala pelayan laki-laki dan para pekerja yang lain. Maria? Dia sudah meninggal satu tahun setelah Daisy pulang ke California.
Taksi yang ditumpanginya berhenti didepam gerbang tinggi, seketika gerbang di buka saat menyadari keluarnya nona muda setelah lima tahun tidak pulang.
"Nona!" serunya menghampiri dengan senyum selebar-lebarnya.
"Udah lama banget nggak pulang. Lebaran juga nggak pulang," lanjutnya membuat Daisy hanya tersenyum tipis.
"Dapat kabar, nenek, sakit. Jadi pulang deh," sahutnya mengikuti pak Yono untuk menelusuri sepanjang halaman rumah tidak ada bedanya sejak ditinggalkan.
"Iya, Non. Mungkin juga karena faktor usia Nyonya, jadi mudah kena sakit, ini udah keberapa kalinya Nyonya, sakit. Tapi kali ini kayaknya ini yang paling parah dari yang lalu," ceritanya membuat Daisy terkejut.
Jadi Tia sakit dan tidak diberi tahu? Malah diberi tahu saat diinginkan oleh Tia. Ingin rasanya Daisy mengomel sekarang juga!!!
Daisy sudah sampai di depan kamar Tia, mengatur napas agar tidak emosi untuk sekarang. Kemudian, membuka pintu dengan Tia dan Nila didalamnya.
"Nenek," lirih Daisy mengalihkan perhatian dua perempuan itu.
"Sayang," Nila dibuat terkejut saat menyadari keponakannya sedang berjalan mendekat dengan pandangan menatap mertuanya, Tia.
"Nenek," ulang Daisy sebelum memeluknya erat namun tidak ditekan tubuhnya yang lebih kurus dibanding tahun-tahun lalu.
"Sayang lepasin dulu, kasian nenek ngak bisa napas nanti," titah lembut Nila memegang bahunya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kisah Cinta DAISY (Complete)
Teen Fiction"Dia adalah laki-laki pertama yang membuat Daisy jatuh hati. Dia memang tidak pernah mendekati Daisy tapi Daisy menyukainya," kata Daisy di Malam yang sunyi bertabur bintang diatasnya. Senyumnya mengembang sempurna hingga tidak sadar terus memikirka...
