Me
Kak lowongan yg di Jakarta
Masih?
Daisy menunggu beberapa menit hingga centang dua biru.
Kak Joe
Masih
Knp?
Me
Boleh tak ambil nggak?
Buat teman
Kak Joe
Blh tp harus interview dlu nggak?
Me
Nggak papa kak
Daisy meletakkan ponselnya di nakas, beranjak untuk duduk diatas kursi kerja. Sebenarnya hanya kursi biasa, tetapi karena diatas meja banyak berkas jadi Daisy menamainya.
"Ayo selesain sebelum jam sebelas!" Titahnya memberi semangat pada diri sendiri.
Daisy memahami setiap kata yang terucap dalam hati, kadang mengerutkan keningnya saat menemukan kurang tetap menurutnya. Tanda tak lurus panjang dengan ditutup tanda panah, Daisy menulis beberapa kata atau kalimat.
"Akh... udah lebih jam sebelas tapi belum juga selesai," keluhnya menoleh sekilas pada jam dinding. Berkas didepannya masih setengah.
Ditengah keluhannya pada diri sendiri, ponsel diatas nakas berdering. Daisy menoleh sebelum mengambilnya. "Kak Joe? Ngapain VC?" Gumannya lalu menarik kolom biru.
"Ada apa kak?" Tanya Daisy sambil berjalan ke mejanya kembali. Meletakkannya di tembok sebab meja mepet tembok.
"Kirain udah tidur, tadi cuma iseng," jawabnya menahan malu. Disana, dapat Daisy lihat Joe sedang duduk di sebuah balkon dengan dihadapannya ada leptop.
Daisy mengangguk-angguk, "Temenin ngerjain kerja ya?" ucap keduanya membuat keduanya terdiam sebelum tertawa, oh Joe hanya terkekeh kecil.
"Masih banyak kak?" Tanya Daisy melirik sebentar sambil mengambil berkas disampingnya. "Hm, nggak keliatan banyaknya soalnya di leptop,"
Keduanya tidak melanjutkan percapakan saat keduanya sibuk dalam pekerjaan. "Kalau seandainya kita keluarga bakal ada nggak ya waktu bersama?" guman Joe mampu di dengar Daisy samar-samar.
Tangannya berhenti tanpa menoleh ke layar, hatinya berdegup kencang dengan tangan tiba-tiba tremor. "Aduh gininih kalau udah pernah move on sama cinta pertama," batinnya.
Berusaha menahan diri, sebelum kembali bergulat dengat pekerjaannya. Jam terus berputar sampai jam setengah tiga dini hari.
Daisy baru selesai yang ditutup dengan tanda tangannya. Berkas-berkas ini akan dikirim besok pagi dengan kurir khusus. Tubuhnya ditegakan lalu melakukan peregangan. "Huh... capek banget," batinnya.
Daisy melihat ke arah ponselnya. Disana Joe masih bergulat dengan leptop, tatapan serius membuat auranya semakin pekat.
Matanya terus menatap Joe dengan berdopang dagu. Sentum tipisnya keluar, "masyaAllah, bagus banget.... tiangnya," puji Daisy melesat saat tiba-tiba Joe meliriknya sambil terkekeh.
"Kakak di luar nggak kedinginan? Dari tanggal dua ke tiga kakak diluar ruangan loh," tanya Daisy melihat angin sepoi dibelakang Joe.
"Kok ganti tanggal?" bingung Joe.
"Iya kan kita VC an dari jam setengah sebelas tanggal dua. Sekarang jam tiga kurang tanggal tiga," jelasnya membuat Joe terkekeh.
KAMU SEDANG MEMBACA
Kisah Cinta DAISY (Complete)
Teen Fiction"Dia adalah laki-laki pertama yang membuat Daisy jatuh hati. Dia memang tidak pernah mendekati Daisy tapi Daisy menyukainya," kata Daisy di Malam yang sunyi bertabur bintang diatasnya. Senyumnya mengembang sempurna hingga tidak sadar terus memikirka...
