Tanggal dimana salah satu sahabat Daisy telah tiba, dimana seseorang itu akan berganti status menjadi isti orang.
Dengan dress code warna cerah yaitu biru muda atu bisa biru langit adalah tema yang ditentukan oleh Matahari sebagai menyesuaikan suasana resepsi pernikahannya.
Tak begitu banyak diundang sebab Matahari hanya di tugaskan untuk orang yang dikenalnya saja. Sedangkan atas nama undangan dari papanya, Bambang berbeda sendiri.
Daisy datang sudah sejak tadi atas permintaan Matahari dengan menyematkan kata persahabatan. Dress biru dengan motif renda-renda bagian atas tanpa lengan lalu belahan dada rendah yang di tutupi oleh kain transparan, perfect tapi Matahari jauh lebih perfect.
"Gue yang nikah kok lo yang tegang," ucap Matahari terkekeh melihat wajah Daisy hingga membuatnya menoleh dengan wajah bingung.
"Ha?"
"Enggak. Lo udah makan belum? Kalau belum, makan gih. Biar nanti nggak pingsan lihat gue diijab sama paksu," ucapnya mendapati senyum tipis dari Daisy.
"Udah, tadi dikasih roti sama sodara lo." Matahari hanya mengangguk singkat.
"Mbak, pak Bambang sudah di depan. Jadi sekarang mbak bukan gadis lagi tapi sudah istri orang," goda mbak perias berkekeh geli, sedangkan Mataharinya tersenyum simpul.
"Ayo, mbak." titah mbak perias memapah Matahari dengan Daisy disampingnya.
"Temenin gue sampai depan suami gue ya. Gue takut pingsan karena nggak sanggup nerima kebahagiaannya ini," bisik Matahari pada Daisy yang mengangguk tanpa suara.
"Sayang," panggil Bambang pelan. Mengambil tangan Matahari dari Bambang lalu dikecup sebagai wujud kasih sayang.
"Selamat sayang. Papa senang kamu memilih dambaan hati mu sendiri, hati yang memilih insyaAllah menjadi kunci suksesnya rumah tangga kamu nanti, Nak. Rindho papa selalu bersama mu," kata Bambang membuat Matahari tersenyum hari.
"Papa," lirihnya lalu memeluk Bambang dengan perasaan yang tidak bisa diungkapkannya. Ayah sekaligus ibu bagi Matahari ini adalah kunci kebahagian terbesar untuk dia.
"Aduh jangan nangis mbak, nanti luntur. Kasian suaminya kalau harus nunggu buat betulinnya," tutur mbak perias tak tahu waktu itu mampu mengurai pelukan keduanya.
"Putri papa nggak boleh nangis di hari kebahagiaannya." titahnya menghapus pelan agar tidak merusak make up.
"Ayo, Nak. Kamu di samping Tari," Daisy tersenyum lalu mengangguk pelan.
High heels yang dikenakan oleh Matahari mampu mengundang tatapan dari semua tamu tak terkecuali suaminya sendiri. "MasyaAllah." gumannya pelan.
"Cantik banget, mas istinya. Bisa keluar gitu auranya jadi tambah cantik deh," puji penghulu membuatnya mendapat tatapan tajam dari paksu Matahari.
"Jaga mata pak. Dia istri saya jangan dilihat kaya gitu," ketusnya. "Iya pak, saya juga nggak bakal ngambil. Masa belum 24 jadi istri udah posesif aja,"
"Ya harus!" tekan Paksu.
Matahari sudah berdiri didepan paksu dengan menunduk, begitupun dengan Daisy. Ia takut jika benar dugaannga.
"Mari pak, disalimi istrinya terus didoain juga," titah pak penghulu lagi-lagi menggoda paksu.
"Silahkan, Nak Rendra." titah Bambang mampu mendongakkan kepala Daisy dengan pandangan terkejut.
"Rendra? Temen kelas kita yang suka ngusilin lo dulu?" guman Daisy dapat didengar oleh Matahari. "Gimana? Terkejut nggak?"
æ
KAMU SEDANG MEMBACA
Kisah Cinta DAISY (Complete)
Novela Juvenil"Dia adalah laki-laki pertama yang membuat Daisy jatuh hati. Dia memang tidak pernah mendekati Daisy tapi Daisy menyukainya," kata Daisy di Malam yang sunyi bertabur bintang diatasnya. Senyumnya mengembang sempurna hingga tidak sadar terus memikirka...
