~Happy Reading~
Pagi hari dengan 4 orang di dalam rumah itu, dimana Seon yang baru saja keluar kamar menggunakan hoddie hitam, celana kain dan tas yang ia sampirkan di satu bahunya berjalan menuju dapur. Disana ia melihat wanita yang hampir seminggu ini menjadi istrinya kembali.
"Pagi" Seon berjalan menuju Rania kemudian mencium puncak kepala wanita itu.
"Pagi, anak - anak kok gak turun ya mas?" Rania yang baru selesai menata meja makan menoleh kearah Seon.
"Habis ini liat aja, kamu gak ngerti kalau hari biasa gini mereka seperti apa" Seon mengusap kepala Rania lalu meninggalkannya menuju dispanser untuk mengambil minum.
Tak lama dari lantai atas keributan terdengar yang membuat Rania gelisah karena takut kedua adik - kakak itu bertengkar, karena selama ini Rania tahu dari Seon bahwa kedua anak itu tidak pernah bertengkar.
"Gak papa, biarin emang setiap pagi kayak gitu" dengan santai Seon mengambil nasi goreng dan telor dari atas meja, ia melihat Rania yang memperhatikan jalanan menuju ruang makan karena kedua anak itu tidak kunjung menunjukkan batang hudung mereka. "Kamu tenang aja, mereka gak lagi berantem kok. Itu kayak tradisi setiap pagi".
Rania mendengar itu terkekeh, kemudian ia menganggukkan kepala, "gimana enak nasi goreng aku".
"Masih seperti dulu rasanya gak pernah berubah".
Rani tersenyum mendengar pujian dari Seon, dan ia senang karena Seon tidak pernah melupakan rasa nasi goreng yang dulu selalu ia bawakan saat kuliah.
"ABANG EMANG KAMPRET!!" teriak J yang membuat satu rumah terisi suaranya.
Sedangkan seseorang yang sudah turun dari lantai atas terbahak bahkan sesekali ia berhenti untuk berjalan untuk menarik nafas dan memegangi perut yang sakit karena tawa.
"Papi harus tau aku gak ngapa - ngapain dia ngomong gitu" Juno berjalan menuju Rania dengan sisa tawanya, ia mencium pipi kiri Rania, "selamat pagi mam".
"Pagi bang" Rania tersenyum lebar mendapat perlakuan dari Juno seperti itu.
Pi, papi tau abang abis begal aku lagi untung gak jatuh aku. Kalau kakiku retak lagi gimana" J duduk di kursi ruang makan dengan wajah cemberutnya ia mengambil dua roti dan juga selai kemudian menumpuk kedua roti tersebut setelah di beri selai.
"Adek gak mau makan nasi goreng?" Rania melihat anak terakhirnya itu dengan senyumnya.
"Nggak mi, dia kalau sarapan emang cuman roti kok, tapi mami bawain bekal aja" J menganggukkan kepala mendengar apa yang di katakan oleh Juno.
Rania berdiri mengambil tempat makan milik J yang biasa ia bawak, kemudian mengisi dengan nasi goreng.
J berdiri berjalan menuju kulkas, mengambil minum yang ada di botol hitam miliknya.
"Apa itu?" Rania menautkan kedua alisnya.
"Air putih mi, soalnya adek gak bisa minum yang rasa" Rania mengangguk lagi ia akhirnya sedikit tahu tentang apa yang di suka dan tidak di sukai oleh anak - anaknya.
Setelah menyantap sarapannya mereka berjalan menuju depan rumah, Seon menggunakan motornya hari ini karena Juno bernagkat bersama J menggunakan mobil milik anak pertama Seon itu.
"Mau ke toko roti kan?".
Rania mengangguk, "iya".
"Ayo aku anter" segera Rania mengambil tas yang ada di sofa ruang tengah kemudian mengunci pintu rumah juga pagar rumah setelah itu ia menaiki motor.
KAMU SEDANG MEMBACA
Seon Admaja || (END)
Teen Fiction(sebelum baca jangan lupa follow dulu ya semuanya 👋) Ini bukan tentang kisah cinta anak muda Ini tentang kisah ayah duda, yang bertahan dengan dua anak laki-lakinya selama ia merintis karir dan bukan hal mudah. Menjaga dan membesarkan kedua anakny...
