BAB 23

529 35 3
                                        

~Happy Reading~

Libur terakhir pada hari minggu ini, J dan Juno duduk di taman belakang dengan angin yang terhembus meskipun tidak kencang tetapi cukup untuk membuat kedua anak itu tidak berkeringat.

Seon yang membawa pisang goreng di atas piring menautkan kedua alisnya melihat layar J yang sedang menampilkan room chat bersama abangnya yang berisi.

"Kalian ngobrolin apa kok pakek chat segala

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"Kalian ngobrolin apa kok pakek chat segala. Kenapa gak langsung aja sama - sama di depan orangnya juga" Seon duduk di kursi kosong diantara J dan Juno.

 Kenapa gak langsung aja sama - sama di depan orangnya juga" Seon duduk di kursi kosong diantara J dan Juno

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


Seon semakin menautkan kedua alisnya ketika melihat J dan Juno masih berkomunikasi dari chat. Saat Seon akan mengambil kedua hp tersebut J dan Juno sudah menurunkan ponsel mereka dari hadapan masing - masing.

"Ok pi, gini J sama abang mau minta saran buat ini" J menunjukkan rekening bank miliknya dan Juno yang berjumlah sangat banyak.

"Kalian dapet dari mana uang sebanyak ini?" Seon menaikkan satu alisnya melihat curiga kepada dua anaknya.

"Ya dari papi lah. Kan uang saku kita dari papi tiap bulan" Jelas Juno dengan sedikit kesal dari nada bicaranya.

"Tapi masa sebanyak ini?" Seon yang masih mencurigai kedua anaknya itu melihat semakin sinis.

"Papi, please ini uang bulanan kita yang sangat tidak mungkin habis setiap bulannya dan kemudian menumpuk seperti ini. Lalu kita kumpulkan sejak J masih duduk di bangku SMP sampai sekarang" terang Juno dengan kedua tangan menyangga kepalanya melihat kearah Seon.

"Ok ok, terus kalian mau saran apa pagi - pagi begini?" Seon mengambil satu pisang goreng lalu memakannya.

"Dengan uang segitu enaknya gimana pi? Ada tiga pilihan sih tapi bingung harus milih yang mana".

Seon melihat kearah J satu alisnya terangkat, "pilihannya apa?".

"Pertama sumbangin ke panti, kedua bangun panti, ketiga bangun sekolah gratis,  keempat bangun akses jalan menuju sekolah di daerah terpencil" J mengutarakan pilihan kepada Seon.

Seon Admaja || (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang