(sebelum baca jangan lupa follow dulu ya semuanya 👋)
Ini bukan tentang kisah cinta anak muda
Ini tentang kisah ayah duda, yang bertahan dengan dua anak laki-lakinya selama ia merintis karir dan bukan hal mudah.
Menjaga dan membesarkan kedua anakny...
Seon sudah bangun terlebih dahulu ia melihat jam yang menunjukkan pukul 4 subuh. Berjalan ke luar kamar naik ke lantai dua kemudian membangunkan dua anaknya.
Semalam Dony dan keluarganya berakhir pulang karena mendapat telepon dadakan dari sang mertua yang akan tinggal disana.
Ia membuka pintu kamar J membangunkan anak itu dengan menggoyangkan pelan badannya. "Dek ayo bangun" Seon menaikkan satu alisnya heran karena J akhir - akhir ini mudah sekali untuk di bangunkan.
"Siap, adek udah bangun pak dokter" dengan mata yang masih terbuka sedikit anak itu memberi gerakan hormat kearah Seon.
"Ceper mandi sana" Seon yang keluar kamar di ikuti oleh J yang sudah membawa handuk dan turun kelantai bawah untuk segera mandi.
Ia beralih ke kamar sebelah, membuka pintu dan menghidupkan lampu karena kamar tersebut sangat gelap. Bahkan Juno tidak mengizinkan sinar bulan masuk untuk mengganggu tidurnya.
Kali ini Seon hanya berdiri di ambang pintu, ia tahu jika hanya dengan menghidupkan lampu kamar Juno sudah merasa terganggu dan berakhir dengan dirinya yang terbangun.
"Bang ayo bangun, jam empat sekarang" Seon menutup pintu itu saat sudah mendengar gumaman dari Juno.
Bapak dari dua anak itu masuk lagi kedalam kamarnya bersiap untuk pergi ke masjid, setelah selesai ia melihat Juno yang duduk di sofa dengan satu toples makanan khas lebaran di pangkuannya. Matanya melihat ke arah telvisi yang menayangkan film Spongebob.
"Kamu belum mandi?" Seon yang juga meluhat handuk Juno masih berada di bahu anak itu menangdakan bahwa memang ia belum mandi.
"Belum J masih di dalam kamar mandi" Dengan menyuapkan satu buah kastengel kedalam mulutnya Juno kemudian tebahak karena tayangan televisi tersebut.
# # # #
Pukul 6.30 dimana bubar sudah sholat eid, Seon yang sudah berdiri menunggu kedua anaknya yang sedang mengambil beberapa koran untuk membantu panitia masjid membersihkan. Setelah selesai dua anak itu berjalan menghampiri Seon yang sedang berbicara dengan Pak RT dan juga Pak Johan disana.
Setelah berbincang dan saling bermaafan mereka semua meninggalkan halaman masjid berjalan bersama orang - orang kompleks perumahan yang juga meninggalkan masjid tersebut.
"Perasaan rumah kita waktu lebaran sama enggak, gak ada bedanya ya" kata J dengan merebahkan diri di sofa.
Sedangkan Seon berada di dapur memanaskan beberapa makanan yang kemarin malam di siapkan oleh Rina sebelum wanita itu pulang bersama keluarganya.
"Ayo sarapan" Seon sudah menyiapkan makanan di atas meja ia duduk terlebih dahulu dan mengambil makan terlebih dahulu.
Selesai sarapan dan berganti baju menggunakan baju yang nyaman, Seon duduk di sofa ia memikirkan apa yang di katakan J 'lebaran dan hari biasa tidak ada bedanya 'ia menganggukkan kepala menyetujui itu.
Berjalan membuka pintu rumah dengan lebar siapa tahu ada tetangga yang ini mampir. Pandangannya melihat kearah mobil berwarna hitam yang berhenti di depan rumahnya.
"Ngapain lo berdiri disana? Bukain nih pager" kata seseorang yang berdiri di balik kemudi.
"Manja lo, turun dong" Seon berjalan menuju pagar kemudian membuka pintu dengan lebar.
Setelah terparkir dengan baik Seon berjalan memasuki rumah bersama orang yang ada di balik kemudi, "katanya mertua lo dateng kenapa sekarang disini?".
"Udah selesai, Ibunya Rina sekarang balik lagi."
"Pi" Seon melihat J yang turun dari tangga bersama Juno, berjalan kearahnya.
"Minal aidzin ya pi, maaf kalau Juno punyak salah" Juno menyalami tangan papinya.
"Sama - sama bang" Seon beralih memeluk Juno.
Setelah selesai dengan Juno, kali ini anak terjahil Seon yang meminta maaf, "Minal adzin pi maaf kalau adek banyak salah, nanti kalau ada salah lagi adek minta maaf lagi ya".
Seon terkekeh mendengar perkataan J, ia menggelengkan kepala. "Ia papi juga maaf ya".
Kemudian Juno dan J juga bersalaman dengan Dony dan Rina, mereka saling meminta maaf aatu sama lain.
"Minal aidzin bro" kata Juno kepada Jero yang ada di sebelah Rina.
"Minal aidzin bang Jer" kata J yang langsung memeluk Jero dengan erat.
Kemudian mereka berpencar masing - masing Seon dengan Dony berada di ruang makan sedangkan Rina menyiapkan beberapa makanan untuk 'three J' mereka berada di ruang tengah duduk lesehan di atas karpet berbulu kemudian mengambil analog PlayStation untuk bermain.
Hingga waktu menunjukkan pukul 16.00 dimana beberapa orang kompleks mendadak berkunjung kerumah Seon. Seperti Pak RT beserta keluarga dan juga Johan beserta keluarga mereka tak lupa tetangga baru yang akan pindah yaitu Cena dan sekeluarga.
Sangat ramai sore itu, dimana pada waktu lebaran sebelumnya hanya keluarga Dony saja yang menemani tetapi hari ini Seon mendapatakan banyak tamu. Suara tawa dari anak - anak mereka memenuhi ruangan dan beberapa percakapan yang hangat.
# # # #
Haiii semua, selamat sore....
Maaf lumayan lama updatenya karena lagi sibuk beberapa hari ini buat praktikum.
Kalau gitu, langsung aja ya. Semoga bab ini dapet feelnya, terus terima kasih banyak kepada 700 lebih pembaca. Kemudian terima kasih juga buat vote nya teman - teman.
Salam hangat dari Juno, minal aidzin wal faidzin dari Juno juga.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.