~Happy Reading~
Setelah hari itu, dimana Rania berbincang dengan kedua perempuan cantik yaitu Rani dan Lensiya. Dua hari kemudian ia berdebat dengan Seon dan Dony, karena wanita itu ingin lupang kerumah dan menghabiskan waktu bersama kedua anaknya, menjaga mereka yang tidak pernah mendapat kasih sayang dari dirinya.
Dan perdebatan itu berakhir Rania yang pulang kerumah, senyumnya tak pernah pudar saat itu kala memikirkan dirinya yang akan pulang esok hari.
Esok hari saat Seon masuk kedalam kamar Rania ia melihat perempuan itu masih tertidur, hal itu membuat Seon menautkan kedua alisnya karena tidak biasa Rania masih tertidur pukul 6 pagi, wanita itu terbiasa bangun saat kedua anaknya akan berangkat menuju tempat belajar dan ia ingin melihat kedua anak itu.
Bahkan saat ini melihat wajah Rania yang lebih pucat dari biasanya jantung Seon berdebar lebih cepat, ia berjalan kearah tempat tidur Rania kemudian memegang tangan wanita itu yang membuat dirinya membelalakkan kedua matanya.
Dari arah pintu masuk lah kedua laki - laki yaitu J dan Juno, melihat Seon yang menggoyangkan kedua bahu Rania membuat kedua anak itu menautkan alisnya dan segera mendekati Seon.
"Pi, ada apa mami kenapa?".
Seon tidak menggubris pertanyaan J, ia juga sudah menurunkan air mata yang mengalir di kedua pipinya. Bahkan Seon juga tidak biasa menekan tombol di atas tempat tidur untuk memanggil dokter.
"Ada apa Yon?" dan akhirnya Dony datang dengan dua suster di belakangnya.
"Tolongin Rania, Don" Seon menolehkan kepala kearah Dony yang ada di belakangnya.
Dony dengan sigap memeriksa keadaan Rania, ia bahkan memberikan CPR yang bahkan tidak perlu dilakukan jika ia sadar. Hingga CPR yang di berikan oleh Dony berhenti ia menjauhkan dirinya dari tempat tidur sahabatnya itu.
"Sorry Yon" Kata Dony dengan menggelengkan kepalanya.
"Gak mungkin" J mendekat kearah tempat tidur Rania, ia memeluk wanita itu dengan tangis yang rasanya menyiksa dirinya, "mi jangan tinggalin J tolong, jangan tinggalin kita. Bangun dong mi".
Juno yang mendengar itu hanya bisa menangis dalam diam ia terduduk di atas sofa ruangan itu dengan pandangan kosong dan fikiran yang entah kemana.
Tuhan kali ini juga tidak berpihak kepada Seon dan berakhir kehilangan untuk kedua kalinya, bedanya ia di awal Seon hanya di tinggalkan sejenak kemudian kembali tetapi kali ini di akhir Seon di tinggal untuk selamanya bahkan tanpa pamit dengannya.
"Mami janji kan mau ajak J piknik setelah keluar rumah sakit, mami juga janji mau ajak J jalan - jalan. J gak mau di tinggal mami lagi. Tolong bangun, tolong" bahkan tangisan J sangat menyiksa kali ini.
"Tolong bangun, jangan tinggalin J lagi, tolong. Kali ini tolong bangun ya, hmm. Bangun ya mi" anak itu menyelusup kepalanya di bagu Rania.
Ya hari itu, hari yang menyiksa bagi ketiga laki - laki yang berstatus sebagai anak dan suami Rania. Bahkan mempunyai seorang ibu baru dirasakan J dan Juno selama satu bulan itu pun belum sepenuhnya dia mengetahui apa yang di suka dan tidak di sukai Rania.
Sedangkan Seon tidak bisa berkata apa - apa ia hanya mendudukan diri di atas lantai dan bersandar di dinding dekat pintu kamar itu, kedua tangan memegang kepala yang menunduk menyimpan sejuta pedih untuk kedua kali teramat sangat menyakitkan.
# # # #
KAMU SEDANG MEMBACA
Seon Admaja || (END)
Fiksi Remaja(sebelum baca jangan lupa follow dulu ya semuanya 👋) Ini bukan tentang kisah cinta anak muda Ini tentang kisah ayah duda, yang bertahan dengan dua anak laki-lakinya selama ia merintis karir dan bukan hal mudah. Menjaga dan membesarkan kedua anakny...
