Special Idul Adha

298 13 0
                                        

~Happy Reading~

Pukul 4.30 Seon sudah terbangun, ia duduk sebentar diatas tempat tidurnya mengumpulkan nyawa dan merenggangkan badan, setelah itu menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. 

Sedangkan di lantai atas, dua anak remaja itu masih setia dengan kasur dan mimpi yang etah apa isinya. 

Setelah melakukan ibadah subuh Seon menaiki tangga membangunkan terlebih dahulu Juno, "bang bangun, keburu telat buat sholat eid nya" bahkan dengan menggoyangkan badan anak itu masih belum ada tanda bangunnya Juno. 

Sedikit malas harus berlama - lama membangunkan Juno, Seon berjalan turun ke bawah mengambil air di dalam gayung kemudian masuk kembali ke kamar Juno. 

"Bang bangunnnn" Seon dengan cara ajaibnya memercikkan air menggunakan tangan kewajah Juno bahkan dirinya sangat tega menyiram sedikit air kearah Juno. 

"Papi, ampun basah semua" Juno bangun dengan wajah yang sudah terbilang basah sekali karena Seon yang menyiram sedikit air.

"Cepet kekamar mandi" Seon meninggalkan kamar anak pertamanya kemudian beralih ke kamar sebelah. 

Saat membuka kamar tersebut ia meraba dinding untuk mencari sakelar lampu karena J tidak bisa jika tidur dengan lampu yang menyala, berbeda sekali dengan Juno. 

"Dek bangun" Saat sudah menemukan sakelar dan kamar tersebut akhirnya terang Seon berjalan menuju tempat tidur, belum sempat Seon menyiramkan air ke wajah kandidat selanjutnya ini, ia di buat kaget karena J sudah tidak ada di atas tempat tidurnya. 

"Adek mana pi?" Juno yang sudah rapi berdiri di depan kamar J. 

"Gak ngerti, di ruang gantinya juga gak ada, di kamar mandi juga gak ada" Seon keluar dari kamar bernuansa biru itu dan menutup pintunya. 

Ponsel di dalam saku celana Juno berdering, ia melihat disana tertera nama adiknya tanpa pikir panjang ia menggeser tombol berwarna hijau. 

"Assalamuallaikum, halo dek kamu dimana?" Juno menuruni tangga menyusul Seon yang sedari tadi sudah turun. 

"Waalaikumsalam, bang aku udah di masjid dari tadi sama temen - temen aku. Aku juga udah dapet tempat di masjid bang, cepetan sini entar keburu rame".

"Yaudah kalau gitu abang kesana sama papi, assalamuallaikum" Juno memasukkan ponselnya kembali kedalam saku setelah mendengar salam dari J dan sambungan yang terputus. 

"Pi ayo, anaknya udah di masjid dari tadi sama temen - temennya" Juno keluar lebih dulu dari dalam rumah.

"Oh ya, ok ayo" Seon yang sudah menggunakan sarung dan menyampirkan sejadah di bahu kanannya mengunci pintu kemudian meninggalkan rumah berjalan menuju masjid dengan Juno. 

# # # # 

Setelah selesai sholat eid, Seon mendapat telepon dari Dony yang akan datang. Sahabatnya itu ternyata sudah membuat rencana dengan J dan Juno yang akan membuat sate setelah mendapat daging. 

"Assalamuallaikum dokter Seon" sapa salah satu bapak kompleks perumahan itu. 

"Waalaikumsalam" Seon menjabat kembali tangan bapak tersebut, "gimana sehat pak?".

"Alhamdulillah sehat dokter" kedua orang itu tertawa.

"Gak mau nunggu hewan. Kurbannya di sebelih dok" tanya bapak yang lainnya. 

Mereka berbincang - bincang hingga menunggu hewan kurban atas nama keluarga Admaja itu di sembelih. 

Juno yang berdiri di sebelah Seon hanya bisa bermain ponsel membalas pesan dari sang kekasih yang akan datang kerumah untuk menyediakan beberapa keperluan menyate. 

Sedangkan J sudah menghilang bersama teman - temannya melihat acara penyembelihan di lahan samping masjid. 

Setelah berbincang cukup lama dan Seon mendapat kabar dari J bahwa hewan kurbannya sudah di sembelih barulah ia berpamitan untuk pulang kepada bapak - bapak kompleks. 

"J entar ye" anak itu hanya menganggukkan kepala. 

"Emang ngapain nanti?" tanyak Seon kepada J yang berada di sebelah kananya. 

Anak itu ternyata membawa skateboard saat menuju masjid dan ia menaruh di tempat paling aman katanya. 

"Mau bikin sate sama Om Dony, anak - anak juga ikut jadi rame banget deh rumahnya" Seon hanya menganggukkan kepala mendengar apa yang di katakan oleh J.

Posisi kali ini ketiga laki - laki itu berjalan menuju rumah dengan J di sebelah kiri Seon berdiri menggunakan skateboard nya dan berpegangan dengan bahu Seon. 

Setelah sampai di depan rumah Juno dan Seon masuk sedangkan J sendiri masih bermain skateboard.

# # # #

Pukul 5 sore rumah Seon sudah ramai dengan Dony dan keluarganya, mereka datang dengan membawa daging yang didapat dari masjid rumah mereka. 

Sedangkan Seon dan kedua anaknya mempersiapkan beberapa alat untuk membakar sate menaruhnya di teras rumah, tak lupa J juga membawa karpet ruang tengah ia taruh di teras rumah. Kedua pintu rumah nya terbuka lebar kali ini.

Teman - teman J sudah berkumpul disana termaksud tetangga baru beberapa bulan yang lalu pindah yaitu Cena juga sudah disana. 

"Gila, seru banget nih" J berjalan dengan senyum yang lebar. 

"Seneng banget sih anak papi" Seon yang berjalan melewati J membelai rambutnya dengan senyum lebar. 

"Iya lah, kan jarang rumah kita rame kayak gini waktu kurban" J berjalan meninggalkan Seon dengan siulan.

Setelah selesai menyiapkan beberapa barang untuk bakaran, Rina, Juno, Jero menusuk daging juga sosis yang akan di bakar. Tak lupa juga Cena dengan Hero mencuci sayuran. Sedangkan J dan Jingga membantu Seon mengangkat bangku dari taman belakang ke taman depan.

"Effort bener nih buat lebaran tahun ini" kata Dony yang sedang mempersiapkan arang di dalam panggangan.

"Setidaknya ada dua kali dimana rumah gue rame lah, meskipun tiap hari juga rame sama teriakan J".

Saat mereka sedang fokus dengan kegiatan masing - masing, suara motor di depan rumah membuat semua menoleh, karena pagar yang terbuka lebar membuat orang yang turun dari motor tersebut menjadi pusat perhatian. 

"Assalamuallaikum".

"Waalaikumsalam" jawab semua dengan menoleh kearah orang tersebut. 

Juno yang melihat itu berdiri dari duduknya kemudian berjalan kearah orang tersebut mengambil alih motor yang orang tersebut tuntun. Ya siapa lagi kalau bukan Rani, perempuan itu datang dengan beberapa sayuran.

"Kamu bawak apa?" tanya Juno yang baru saja datang dari arah garasi. 

"Sayuran, actually aku mau bikin bakso tapi udah pad--" belum selesai Rani menyelesaikan apa yang ia bicarakan langsung disela. 

"Gak papa mbak bikin aja, habis pasti" Kata J yang berdiri di depan bakaran bersama Dony, "Mbak Sam apa mau bikin di luar?".

"Emang bisa?" Rani menaikkan satu alisnya.

"Bisa kok ada kompor camping soalnya".

"Yaudah gak papa" J dan Rani berjalan masuk kedalam rumah mengambil beberapa barang untuk membuat bakso.

Setelah selesai dengan beberapa persiapan mereka melakukan acara setelah selesai sholat magrib, dengan Rani yang sedang membuat bakso di bantu oleh J dan Hero. Bahkan ayah Cena datang dengan membawa sekarung jagung untuk mereka bakar. 

Suasana hari ini sangat meriah, seperti pada saat satu hari sebelum hari raya idul fitri. Seon tersenyum melihat J yang banyak tertawa bahkan Juno yang banyak berbicara. 

Bersyukur karena akhirnya ada hari dimana ia bisa mengabadikan satu moment bahagia meskipun setiap harinya dia sudah mengabasikan moment - moment bahagia nya bersama kedua anaknya, tetapi mungkin ini lebih bahagia. 

# # # #

Seon Admaja || (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang