~Happy Reading~
Mungkin pada bab ini kalian akan bisa menyimpulkan sendiri judulnya, jika dariku bab ini akan berjudul 'satu hari bersama Ranita Samantha'. Karena pada dasarnya hari ini Juno lah yang akan banyak mengambil peran di bab ini.
Seon bahkan sudah menghela nafasnya karena mengingat pagi hari ini adalah hari dimana ia akan kerepotan dengan rutinitas memasak sarapan, mengantar kedua remaja kos - kosan di rumahnya dan berakhir dengan berkas perkembangan rumah sakit dan pasien yang ia rawat.
Baru saja keluar dari kamar dengan baju yang menurutnya nyaman untuk ia pakai berangkat bekerja, Seon sudah di sambut dengan Juno yang turun terburu - buru. Jika sudah begitu tak lama Seon akan mendengar teriakan satu lagi anak laki - lakinya dari lantai atas dan.
"ABANG KAYA MONYET, BALIKIN TOPI J. KALAU ILANG TANGGUNG JAWAB!" baru saja Seon mengatakan dalam hati belum ada satu menit sudah terdengar suara toak rumah.
Sedangkan di sisi lain Juno sudah tertawa ngakak duduk diruang makan, "bahkan mungkin belum ada semenit papi nebak, udah ngehela nafas aja" Juno puas melihat reaksi Seon.
Bapak dua anak itu manaruh ranselnya di atas meja kemudian mengambil beberapa lembar roti dan mengoleskan dengan margarin.
"Stop!" Seon mendongakkan kepalanya melihat dua anaknya yang mengatakan itu bersamaan.
"Sudahi kemiskinan pada sarapan setiap hari, papi kita gak mau makan roti tiap hari. Bahkan muka J udah bener - bener kayak roti itu. Tawar dan gak enak dilihat" J menaruh roti yang ada di tangan Seon diatas piring beserta pisau oleh. Kemudian ia menggandeng tangan Seon keluar dari dapur.
"Ayo bang, let's go" J mengambil tas Seon yang terasa berat di tangannya, "papi bawa sendiri J gak mampu bawanya. Abang jangan lupa bawa topi J" anak itu keluar dari rumah sampai benar - benar berada di depan pagar.
Setelah Juno mengeluarkan mobil J menutup gerbang dan menggemboknya, "J ayo berangkat bareng" teriakan itu berasal dari mobil hitam yang berhenti di depan rumahnya.
"Sorry gaes, bukan aku gak mau bareng tapi ada urusan perut yang harus di tuntaskan" J melambaikan tangan kemudian masuk kedalam mobil.
Setelah membelah jalanan yang kembali padat, mereka bertiga berada di MacDonald untuk melakukan drive-thru.
"Assalamuallaikum mbak selamat pagi" kata J dengan senyum yang mengembang.
"Waalaikumsalam, selamat pagi. Silahkan mau pesan apa?"
"Mac and cheese tiga mbak" setelah benar - benar selesai memesan dan membayar kali ini mereka waktunya untuk mengambil makanan. Saat mengambil kaca yang terbuka adalah bagian supir atau bagian Juno.
"Ini pesanannya" kata perempuan itu kemudian bengong menatap pria yang ada di sebelah Juno, "ya allah, Dokter Seon ganteng banget" Sedikit teriakan itu membuat beberapa pegawai melihat kearah jendela tersebut.
"Terima kasih" Juno yang sudah mengambil alih pape bag itu melajukan mobilnya meninggalkan tempat tersebut. Ia menjalankan mobil menuju sekolah J.
Setelah mengantarkan J ia masuk ke parkiran menuju rumah sakit, "tumben abang gak turun di kampus aja" Seon yang sudah melepas sabuk pengamannya turun dari mobil dengan membawa ranselnya di bahu sebelah kanan.
"Pengen liat bidadari" Juno masuk terlebih dahulu kedalam rumah sakit ia melihat stan kopi yang baru saja buka dan sudah ada tiga antrean disana.
"Papi americano bang" Seon berdiri di sebelah Juno ia memasukkan kedua tangan kedalam saku celana. Tetapi saat satu langkah semakin dekat dengan Rani, Seon melihat tangan Juno yang berada di depan dadanya. "Kenapa?" Seon menautkan kedua alisnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Seon Admaja || (END)
Novela Juvenil(sebelum baca jangan lupa follow dulu ya semuanya 👋) Ini bukan tentang kisah cinta anak muda Ini tentang kisah ayah duda, yang bertahan dengan dua anak laki-lakinya selama ia merintis karir dan bukan hal mudah. Menjaga dan membesarkan kedua anakny...
