November 2025, Bali.
Lio menempelkan ponselnya di telinga, sebelah tangannya dimasukkan ke kantong celana jeans yang ia kenakan. "Woi, nyet, udah di mana lo?" sambarnya begitu orang di seberang telepon menjawab panggilannya.
"Mumpung anaknya Ica lagi seneng nih. Nanti kalo rewel, susah diajak foto," katanya lagi. Caca sontak menoleh ke arah Lio, lalu menghampiri laki-laki itu sambil menggendong anak perempuannya, Kai, yang hari ini tepat berusia satu tahun.
Lio terkekeh pelan begitu mendengar jawaban di seberang telepon. "Ya udah, ati-ati lo."
"Sean ya?" tanya Caca begitu Lio selesai menelepon lalu, "Udah mau sampe belom?"
"Paling sepuluh menit lagi lah, kalo jalanan lancar."
"Ya udah, makan dulu gih, makanannya udah dateng."
Mereka sedang berada di salah satu restoran yang terletak di pesisir pantai Bali. Merayakan ulang tahun Kai, dengan dekorasi sederhana dan makan malam bersama keluarga, sekaligus ajang reuni empat sekawan, Caca, Lio, Rara, dan Sean.
Saat semua yang hadir sedang menikmati hidangan malam, pikiran Caca melayang ke hari di mana ia dan Sean menghabiskan waktu seharian di New York saat musim panas tiga tahun lalu.
Mereka berdua sama-sama melepas ciuman itu untuk mengambil napas sebanyak-banyaknya. Keduanya tersengal sambil menatap sepasang mata masing-masing, seolah mencari jawaban atas alasan Sean mengecup Caca, juga alasan gadis itu membalasnya.
"Gua masih sayang sama lo, Ca," aku Sean, membuat Caca memutus kontak mata mereka. Gadis itu membuang tatapannya ke mana saja asal tidak kepada Sean.
"Nggak mungkin," respon Caca membuat kening Sean berkerut begitu mendengarnya.
"Kalo lo masih sayang sama gua, lo nggak bakal nonton konser bareng Felly. Konser Ed Sheeran lagi. Spesifik banget. Lo inget nggak, kita dulu sering banget dengerin lagu Ed Sheeran, bahkan sampe buat janji harus nonton konsernya bareng? Tapi, lo malah pergi sama orang lain," jelas Caca sambil tersenyum tipis dan dengan nada yang tenang, sama sekali tidak ada emosi di dalam sana.
"Mana mungkin gua lupa sama hal itu."
Caca lantas menoleh kepada Sean, mendengarkan lanjutan kalimat yang dituturkan laki-laki itu.
Tatapan Sean lurus ke depan, menerawang. "Keadaan gua kacau setelah kita pisah. Terus, pas di sini gua ketemu lagi sama Felly yang ternyata keponakan Om Hendy, dan kerja di kantornya juga. Jadinya, kita makin sering ketemu, akrab, sampe... Felly nyatain perasaannya."
Sean menghela napas panjang lalu, "Gua pikir waktu itu, nggak ada salahnya gua coba untuk buka hati buat dia. Tapi, tepat saat kita nonton konser, gua sadar bahwa sampe kapanpun gua nggak bisa bales perasaan dia. Gua inget momen pas kita lagi hobi-hobinya muterin album Divide-nya Ed Sheeran. Nyanyi sambil teriak-teriak di dalem mobil seolah-olah kayak lagi di konser, dan janji bakal nonton konser bareng. Selama nonton konser kemaren, ingetan itu terus yang muter di kepala, dan gua jadi berandai-andai. Seandainya kita sempet nonton konser bareng. Seandainya kita bisa ikutan teriak bareng penonton lain. Seandainya malem itu, lo yang ada di samping gua."
"Kehadiran Felly itu ibarat pelampung, yang nyelamatin gua biar nggak tenggelam. Tenggelam dalam kesedihan. Tenggelam dalam kenangan. Tenggelam dalam segala hal tentang lo. Tapi setelah konser itu, gua jadi sadar. Gua nggak mau diselamatin. Kalo bisa, gua maunya tinggal di bawah laut aja bareng lo," lanjut Sean lagi.
"Terus, sekarang kalian gimana?"
"Sejak gua jujur ke Felly soal perasaan gua, nggak lama dia balik ke Indonesia lagi, ikut kursus baking yang sempet tertunda karena Om Hendy minta dia bantu di kantor, dan mungkin untuk hindarin gua juga." Sean menghela napas panjang lalu bertanya ragu-ragu, "Kalo lo gimana, Ca? Apa udah nemuin seseorang yang...lebih baik?"
KAMU SEDANG MEMBACA
Kisah Satu Dekade [END]
Aktuelle LiteraturSetiap pertemuan, akan ada perpisahan. Setiap perpisahan pun ada peluang untuk bertemu kembali. Lantas, bagaimana dengan cerita antara Sean dan Caca? Haruskah mereka menunggu pertemuan berikutnya untuk melanjutkan kisah yang telah ada, atau memulai...
![Kisah Satu Dekade [END]](https://img.wattpad.com/cover/310186229-64-k550441.jpg)