3. Boy Partner

122 4 0
                                        

"

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

"

Alliona..?Alliona...."

"Astaga, kenapa dia tidak bangun juga?"

Hero terus memanggil-manggil nama gadis kecil yang masih tertidur itu. Akhirnya usahanya berhasil, Alliona membuka kedua matanya perlahan lalu terkejut saat Hero sudah berada tepat di depan wajahnya. Pantas saja Alliona merasa teduh. Saat Hero berdiri tegak, barulah sinar matahari pagi yang terik membuatnya silau.

Alliona bangkit perlahan untuk duduk. "Se-sejak kapan kau berada disini?"

Sebelum Hero menjawab, Alliona terkejut saat melihat beberapa barang berada di samping tempat tidurnya. Terdapat selimut tebal, beberapa jaket juga sebuah gaun baru berwarna merah muda.

Alliona menatap anak laki-laki itu heran.
"Apa ini... barang-barangmu?"

"Ya. Untukmu." Sesekali Hero menatap atap-atap gubuk itu. "Tidurmu benar-benar nyenyak ya disini?"

Alliona sontak bangkit berdiri dengan wajah antusias. "Aku bisa tidur nyenyak dimana saja. Lagi pula ini memang sudah menjadi rumahku. Tapi... benarkah? Semua itu untukku?"

Hero memutar bola matanya lalu menatap Alliona datar. "Lalu untuk siapa lagi? Gadis yang tinggal hutan ini kan hanya kau."

Alliona mengembangkan senyumnya lebar. Ia pun lantas mengambil gaun baru yang terlipat itu. "Boleh aku mencobanya sekarang?"

"Tentu saja." Jawab Hero singkat.

Setelah beberapa menit, Alliona keluar dari balik tirai dengan gaun baru merah muda yang lebih layak daripada miliknya yang sudah lusuh.

Hero yang sedang berdiri membelakanginya pun berbalik melihat Alliona. Ia mendekati gadis kecil itu.

"Kau suka dengan gaunnya?"

Alliona mengangguk mantap dengan senyum lebarnya. "Terima kasih, Hero."

Hero membalas dengan senyum dan anggukan kecil. Ia menatap iris mata berwarna keemasan milik Alliona yang terang itu berbinar. Entah mengapa, Hero selalu senang jika melihat gadis kecil itu tersenyum.

Hero mengerjap tersadar. "Oh, aku lupa. Kau pasti belum makan kan?"

Alliona mendongak menatap anak laki-laki yang lebih tinggi darinya itu. Ia pun mengangguk kecil.

Hero berjalan melewati Alliona lalu mengambil keranjang berisi beberapa roti, buah-buahan segar dan satu botol susu di atas meja. Alliona ikut menoleh. Ia tidak sadar ada keranjang makanan itu diatas mejanya.

"Aku membawa makanan untukmu," ucap Hero seraya menyodorkan keranjang itu pada Alliona.

Alliona terdiam, memaku melihat isi keranjang itu. Alliona tahu, roti-roti yang dibawa Hero biasa dihidangkan oleh para bangsawan kerajaan.
"Sebanyak ini... untukku?"

Never Forget YouTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang